Saat orang berpidato atau presentasi maka yang tampak oleh pemirsa adalah fokus pada pembicara tersebut. Tanpa disadari beberapa obyek yang berada di sekitar pembicara juga akan terlihat secara otomatis. Jika obyek-obyek tersebut berupa obyek yang bersifat netral dalam artian tidak memiliki makna apa-apa maka tidka menjadi masalah. Lain halnya jika obyek tersebut memuat arti khusus, terlebih memiliki muatan komersial maka hal ini dapat menjadi suatu ajang promosi. Jika penyelenggara memang berniat komersial dengan sengaja memasang muatan iklan tersebut dan pembicaranya juga merasa nyaman maka tidak menjadi masalah. Hal ini bersifat kerjasama. Tetapi sering juga terjadi penyelenggara tidak berniat komersial namun muatan iklan itu secara tidak sengaja muncul. Hal seperti ini menjadi ajang promosi yang gratis.

Saya menuliskan hal ini dari kejadian yang berlaku beberapa hari sebelum ini. Sewaktu Presiden SBY memberikan keterangan pers mengenai polemik monarki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/12/2010). Presiden saat itu ditunggu-tunggu untuk memberikan mengklarifikasi tentang pernyataan monarki yang dilontarkannya sebelumnya dalam rapat kabinet terbatas yang membahas soal RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/11/2010) lalu. Keterangan pers ini menjadi ditunggu-tunggu karena pernyataan Presiden tersebut sebelumnya menjadi kontroversi dan polemik sepanjang minggu tersebut. Terlepas dari pandangan yang disampaikan Presiden, ternyata ada yang menarik lainnya soal logo Apple yang terpromosikan secara gratis.

Presiden SBY saat pidato tidak sengaja ikut mempromosikan logo Apple.

Presiden menggunakan saat itu menggunakan Ipad untuk bantuan informasi materi yang akan disampaikan. Gadget iPad yang digunakan sebagai “contekan” membuat logo Apple pada Ipad terlihat jelas di layar televisi. Yang paling menarik lagi, logo produk besutan Steve Jobs ini nangkring di atas logo burung garuda yang menjadi simbol kenegaraan pada mimbar yang digunakan Presiden. Jadi Steve Jobs perlu berterimakasih atas promosi nasional yang tersaji secara gratis… tis… tis…

Kejadian seperti ini sebenarnya banyak terjadi pada kejadian lain. Misalkan  jika seseorang melakukan presentasi di suatu mimbar dengan menggunakan laptop untuk sarana penyaji dengan aplikasi Powerpoint di dalamnya. Apabila laptop tersebut diletakkan di meja di depan saya maka otomatis laptop akan ikut terlihat oleh peserta. Pada bagian belakang layar laptop yang berarti bagian yang menghadap ke peserta akan menjadi suatu media yang tampak. Jika ada kamera yang merekam atau mengambil gambar pembicara, maka bagian ini juga akan tampak. Pada bagian ini selalu memuat logo atau merk produk. Hal ini juga dapat dianggap sebagai promosi gratis bagi produsen laptop tersebut.

Untuk menghindari hal ini, maka langkah terbaik adalah dengan menempatkan laptop secara tertutup, misal di podium dengan pelindung atau ditutup dengan karangan bunga. Dari sisi pemilik laptop maka yang bersangkutan dapat menutup bagian belakang layar dengan menggunakan sticker cover seperti yang sekarang ini banyak dijual. Hanya saja pemilihan sticker ini juga dipilih yang bersifat netral sehingga justru tidak menarik perhatian orang karena alasan tertentu. Pada kenyataannya malah banyak orang yang justru ingin menunjukkan laptopnya terlihat dengan alasan untuk memamerkan piranti gadgetnya tersebut karena menggunakan merek produsen terkemuka, harganya mahal atau berupa produk tercanggih.

Situasi yang lain adalah saat menggunakan lcd proyektor. Alat yang digunakan untuk memvisualkan gambar dari laptop/komputer ke screen ini kadang juga dapat menjadi sarana promosi gratis bagi produsen poyektor itu. Jika proyektor dihidupkan dan dalam keadaan standby belum terhubung ke laptop, otomatis yang tampak di layar besar adalah tampilan dari proyektor tersebut. Untuk proyektor tertentu yang tampil adalah tulisan atau logo dari proyektor yang digunakan. Hal ini tentu saja akan terlihat secara jelas oleh para peserta sebagai suatu ajang promosi.

Untuk menghindari hal ini tentu saja pengelola harus menyiapkan sarana presentasi ini sebelumnya dengan baik dan diatur sebelum para peserta datang. Jika terpaksa harus memutus koneksi dari laptop maka dapat saja sorotan dari proyektor ditutup terlebih dahulu.

Dapat saja ajang promosi seperti ini digunakan untuk tawaran komersial. Misalkan dengan kerjasama maka seluruh kegiatan presentasi di suatu gedung atau perkantoran dilakukan dengan menggunakan perangkat dari produsen tertentu. Imbalan yang diberikan adalah kompensasi uang tertentu atau harga spesial untuk pembelian alat tersebut. Contoh yang paling banyak adalah saat jumpa pers baik dari kalangan artis atau atlet yang memberikan wawancara dengan background dekor yang menampilkan sponsor.

Promosi di dekor saat jumpa pers.

Saya kan juga sering presentasi baik di kelas maupun di luar. Dalam hal ini kira-kira ada gak ya produsen laptop yang tertarik untuk memberikan laptop dan proyektor gratisan buat saya. Gadget iPad juga boleh kok. Kalau ada tentunya dengan senang hati saya konsekuen untuk selalu tampil presentasi sekaligus mempromosikan produk mereka itu. Mudah-mudahan ada yang berminat.

Siapa ya yang mau logonya saya promosikan saat presentasi ?

Siapa ya yang mau logonya saya promosikan saat presentasi ?

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s