Penyajian makanan sekarang ini semakin aneh-aneh saja. Jika dulu makanan dimasak dan diolah secara konvensional sekarang untuk memberikan variasi kuliner untuk dikonsumsi ternyata memberikan cara baru yang kadang tidak terpikirkan sebelumnya.

Contoh makanan yang diolah secara tidak biasa adalah kelapa muda bakar. Kelapa muda umumnya dimakan untuk tujuan minuman kesegaran. Kelapa muda dipotong pada bagian ujung buahnya dengan menggunakan parang. Kemudian setelah dapat dibuang lubang maka air kelapa dapat disedot untuk diminum. Daging buah kelapa dapat dikerok dengan menggunakan sendok dari lubang tersebut. Cara lain untuk makan kelapa muda ini adalah kelapa dipotong untuk mengeluarkan airnya, setelah itu kelapa dibelah untuk memudahkan pengerokan daging buah. Air dan daging kelapa ini kemudian dihidangkan di gelas. Air kelapa kadang dihidangkan juga dengan ditambah gula baik gula tebu maupun gula kelapa. Lebih enak juga kalau ditambahkan es batu sehingga air terasa sejuk dan segar.

Salah satu contoh warung penjual kelapa muda bakar.

Cara yang baru sekarang ini adalah kelapa muda sebelum dibuka, diolah dengan jalan dibakar terlebih dahulu.  Kelapa muda diletakkan dalam bara api sehingga kulit buah akan terbakar gosong. Proses pembakaran ini bisa berlangsung lama sampai 1-2 jam sehingga kelapa terbakar hitam. Setelah menghitam inilah baru kemudian kelapa dibuka dengan cara seperti biasa. Tentu saja untuk penyajian kulit kelapa akan dikupas sehingga menyisakan bagian dalam kulit yang tidak gosong.

Contoh kelapa bakar yang siap dibelah.

Dari sisi rasa, kalau tidak ditambahkan gula atau es, maka air kelapa akan terasa hangat. Dengan demikian perasaan kita akan mengatakan hal yang berbeda dengan air kelapa biasa. Mungkin selintas akan terasa air akan lebih manis.

Tentu saja untuk menebus kelapa muda bakar seperti ini akan diperlukan uang pembayaran yang lebih tinggi daripada jika kita membeli kelapa muda biasa. Saat ini kelapa muda biasa diberi harga sekitar Rp 6.000,00 maka kelapa muda bakar akan lebih mahal dua kalinya.

Kalau saya tentu saja kadang hanya ingin kesegaran dari air buah kelapa maka cukup membeli kelapa muda biasa saja. Lagipula saya sepertinya agak kurang sreg dengan produk kelapa muda yang dibakar terlebih dahulu. Sepertinya tidak ada manfaatnya sama sekali kecuali ada sensasi yang berbeda saja.

Penyiapan pembakaran kelapa muda.

Kelapa muda dibakar sampai kulitnya gosong.

Kulit sabut kelapa yang gosong dikupas dengan parang.

Setelah air diambil, kelapa dibelah untuk dikerok dagingnya.

Kelapa muda bakar siap disajikan.

Proses pembakaran kelapa muda juga akan memerlukan kayu atau bahan bakar sabut yang banyak. Perlu diketahui bahwa butiran kelapa muda relatif cukup padat dan keras sehingga tidak mudah terbakar. Kadar air dalam sabut kelapa muda yang masih keras itu juga cukup tinggi, sehingga akan memerlukan waktu penggosongan yang lama. Menurut saya, proses seperti ini tidak sebanding dengan efek rasa yang diperoleh.

Bisa saja orang berkilah bahwa memang ada efek pembakaran kelapa muda terhadap kandungan air yang ada di dalam buahnya. Air kelapa yang juga mengandung gula karena efek pemanasan boleh saja mengalami proses hidrolisis menjadi gula reduksi yang memang memiliki rasa lebih manis. Selain itu efek pemanasan juga mengakibatkan terjadinya proses sterilisasi pada air kelapa dan daging buah sehingga lebih hiegenis untuk dimakan.

Kalau benar alasan yang dikemukakan seperti di atas, maka lebih baik jika buah kelapa muda dibelah dan diolah seperti biasa. Kemudian air kelapa yang sudah ditampung ini dipanaskan dalam api. Saya yakin jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk proses seperti ini akan lebih sedikit.

Tetapi pada akhirnya terserah kepada konsumen untuk memilih mau kelapa muda biasa atau kelapa muda bakar. Wong uang yang untuk membelinya kan bukan uang saya, jadi silakan putuskan sendiri mau yang mana. Enjoy saja lagi…

Iqmal Tahir

ps. Sumber empat gambar terakhir dari sini : rumahmakanmurni.blogspot;

Iklan

4 responses »

  1. adjie berkata:

    sayang anda tidak memberikan fakta yang lebih jauh beda kelapa biasa dan di bakar buktinya belum ada jg penelitian yang mengatakan dan membenarkan tulisan anda

    • Iqmal berkata:

      betul sekali…. kalau dicermati memang tulisan saya kebanyakan opini pribadi, saya tidak mungkin meneliti banyak hal dengan keterbatasan fasilitas dan dana, kalau ada pun tentunya akan diarahkan pada fokus bidang saya dan tidak melebar kemana-mana…. untuk tulisan di blog adalah tulisan bebas dan kebanyakan murni dari pemikiran saya… saya sangat senang kalau seperti anda ikut tertarik untuk meneliti lebih lanjut dan ini poin saya membuka orang yang sesuai bidangnya untuk ikut berperan termasuk menindaklanjutinya dalam bentuk penelitian…

  2. […] sisa buah kelapa muda (Ada juga tulisan saya soal limbah kulit kelapa muda, baca di sini atau yang ini). Namun untuk kelapa muda ini sepertinya  kurang bagus untuk dimanfaatkan menjadi pot. Hal ini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s