Lauk praktis untuk peneman nasi dalam makan yang biasa digunakan adalah telur. Telur sebenarnya bisa dihidangkan dalam berbagai macam seperti telur rebus atau goreng. Kalau telur yang digoreng bisa berupa telur ceplok, telur dadar atau telur yang dimasak dengan berbagai macam isi (omelet). Khusus untuk telor ceplok ini yang menjadi bahan tulisan ini.

Telor ceplok digoreng dengan memasak isi telor ke dalam minyak panas. Bagian putih dan kuning telor ini akan matang dengan berubah padat. Mengingat telur dipecah dan langsung dituang ke dalam wajan, maka bentuk telur ceplok ini akan selalu sama. Polanya adalah bagian kuning membulat di tengah dan dikelilingi oleh bagian telor yang berwarna putih.

Menggoreng telur ceplok...telor mata sapi atau mata kerbau nih...

Kalau dilihat maka bentuk telur ceplok ini berupa bulatan dan dapat terlihat seperti bentuk mata. Berdasarkan bentuk ini maka kalau di Indonesia disebut sebagai telur mata sapi. Ini sih mungkin karena ada sapi yang terkena penyakit hepatitis sehingga matanya berubah jadi kekuningan. Lagipula kalau diukur, mata sapi saja sudah begitu besar, bagaimana dengan ukuran sapi pemilik mata itu ya ? hehe….Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Lain bangsa lain nama telur ceploknya. Kalau di Indonesia disebut sebagai telur mata sapi, di negeri jiran disebut sebagai telur mata kerbau. Bedanya dimana ya ? Rasanya kerbau dengan sapi, apalagi ukuran matanya, dimana-mana relatif hampir sama. Atau mungkin karena warnanya. Memang sih di negeri jiran ini tidak ada sapi, adanya lembu, hehe… sama saja ding.

Dua telor ceplok nih....

Kalau soal penyajian telur ini saya tidak suka hidangan telur ceplok yang umum dan biasa disediakan di warung-warung makan di negeri jiran ini. Mereka umumnya memasak telor dengan isi bagian kuning yang belum masak benar, jadi masih cair. Kalau saya kadang sering harus pesan khusus agar dimasak matang. Kalau dimasak setengah matang, saya membayangkan kerbau pemilik mata ini mungkin harus pergi ke dokter spesialis mata nih…

Tuh yang pas mata sapi atau mata kerbau jadinya ???

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s