Tempat makan yang enak biasanya selalu dikunjungi oleh banyak pembeli. Apalagi jika didukung dengan pelayanan yang ramah dan harga yang murah. Terkadang dari sisi tempat malah tidak harus selalu nyaman. Di beberapa tempat, warung makan yang enak dan terkenal bahkan bertempat dalam suatu bangunan yang jika dilihat akan kurang representatif. Akan tetapi kenyataannya tempat makan seperti ini tetap menjadi sasaran orang untuk berkunjung.

Untuk warung makan enak umumnya tidak perlu lagi mempromosikan diri. Tempat makan seperti ini sudah banyak terpromosikan melalui mulut ke mulut (benar gak ya ? tepatnya sih dari mulut ke telinga). Pokoknya semboyannya adalah “kalau makanan tidak enak, beritahukan ke pengelola warung, kalau makanan enak, beritahukan ke orang lain”.

Menyinggung soal tempat makan yang enak-enak seperti yang diceritakan di atas, terkadang ada ciri khas yang selalu menyertai tempat makan tersebut. Ciri tempat makan seperti ini bisa tampak dari luar atau di dalam tempat makan itu.

Dari luar dapat langsung terlihat jika banyak kendaraan parkir di depan tempat makan tersebut maka dapat dipastikan itu suatu warung makan yang menyediakan makanan enak.  Kalau saya harus menambahkan satu ciri lagi, yakni warung itu mesti enak kalau di tempat parkir kendaraannya juga ada tukang parkir yang mengatur kendaraan dan mengutip jasa parkir.

Aneka macam kalender tergantung di warung Soto Kadipiro Yogyakarta.

Kalau di dalam, maka ciri khas yang tampak adalah memang sajian makanan yang memang mengundang selera, bau dan aroma makanan yang memancing, serta suasana tempat makan yang penuh dengan orang. Kalau ciri lain yang dapat dijumpai di beberapa tempat adalah dekorasi dinding yang ramai dan penuh.

Warung Soto Pak Sholeh yang meriah dengan kalender dan jam dinding.

Kalender di warung bakso Purbalingga.

Kalender di warung bakso Purbalingga.

masih di warung yang sama...

masih di warung yang sama...

Dekorasi ini bukan berarti dalam bentuk dekorasi seperti yang terdapat dalam rumah-rumah atau perkantoran umumnya. Dekorasi yang ada di tempat itu bukan yang bersifat artistik atau ditata dengan cita rasa yang memenuhi estetika. Tempat makan itu dihias dengan aneka ragam kalender dinding yang terpasang memenuhi tempat makan tersebut. Kalender dinding dalam berbagai jenis, ukuran dan aneka warna akan memenuhi wilayah dinding sebagai hiasan.

Jadi di sini kalender dinding tersebut bukan lagi berfungsi sebagai alat untuk membantu menunjukkan waktu hari dan tanggal. Fungsi kalender disini sudah berubah jauh dari fungsi asalnya tersebut.

Kalender gambar lumba-lumba.

Kalender dinding tersebut berasal dari berbagai sumber seperti toko, kantor, produsen barang atau penyedia jasa yang ingin mengiklankan diri di tempat makan tersebut. Mereka memberikan kalender ke pemilik tempat makan dengan harapan dipasang pada dinding sehingga orang akan membaca identitas mereka yang terpasang di kalender. Hitung-hitung sebagai sarana promosi gratis bagi mereka.

Berbagai macam gambar yang terpasang kalender akan dapat dilihat di dinding tempat makan tersebut. Bisa saja ada kalender dari jasa travel yang menggunakan gambar alat transportasi atau pemandangan alam. Ada kalender yang menggunakan gambar kendaraan motor atau mobil sesuai dengan pembuat kalender yang bergerak dalam sektor otomotif, bengkel atau jual beli kendaraan. Ada kalender yang memuat wajah foto artis atau orang karena pembuat kalender bergerak dalam bidang fashion, kosmetika atau yang terkait lainnya. Bisa jadi gambar berupa kaligrafi, hiasan abstrak, lukisan, rangkaian bunga, binatang dan lain-lain. Bahkan ada juga yang nekad memasang kalender bergambar perempuan seksi dengan pakaian yang minim. Semua itu bercampur baur dipasang untuk menemani pengunjung menikmati makanan yang dipesannya.

Bagi pemilik tempat makan, sistem seperti ini juga tidak merugikan. Kalender dapat mereka peroleh gratis. Bahkan jika mereka diberi lebih dari satu dapat dibagikan kepada para anggota keluarga atau mereka yang bekerja di tempat makan tersebut. Dari sisi dekorasi, maka mereka tidak perlu keluar biaya tambahan untuk menghias tempat makan. Dengan hiasan kalender saja sudah berlaku umum dan tidak bisa diremehkan orang. Hal yang jelas suasana setiap bulan atau setiap dua bulan mungkin akan berubah mengikuti pergantian gambar yang terdapat di kalender. Dengan demikian bagi pengunjung yang rutin berkunjung ke tempat makan tersebut mungkin tidak akan bosan.

Untuk yang baru buka tempat makan, mungkin dapat mencoba cara serupa. Mereka dapat mengumpulkan kalender dari banyak tempat untuk kemudian dipasang di dinding tempat makan mereka. Namun jika kemudian tidak didukung dengan masakan yang sekedarnya, pelayanan yang kurang ramah, harga yang kemungkinan kemahalan, pada akhirnya malah strategi ini menjadi kurang berhasil.

Dari sisi estetika, boleh saja orang awam berpandangan terlalu meriah atau bahkan berkesan norak. Namun demikian adanya dan banyak diterapkan oleh warung atau tempat makan yang terkenal enak. Coba dicek saja.

OK jadi ini menjelang tahun baru, bagi para pengelola tempat makan, segera saja kumpulkan kalender tahun 2011 sebanyak mungkin dan pasanglah di dinding. Kalender dapat diminta dari berbagai sumber, atau jika kurang mujur maka boleh saja membeli kalender yang banyak dijual di tepi jalan. Pokoknya kesan pertama adalah meriah dulu….

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s