Kira-kira kalau judul tulisan ini dibaca secara harfiah oleh orang Indonesia mungkin akan membuat haru biru dan membuat kehebohan tersendiri. Namun judul dalam bahasa melayu ini memang menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya untuk hasil akhir dari pertandingan bulutangkis final tunggal putera di kejuaraan Malaysia Terbuka 2011. Final tersebut berlangsung antara jagoan Indonesia Taufik Hidayat lawan jagoan tuan rumah Lee Chong Wei, dimana Taufik kalah dua set langsung atau kalau menggunakan bahasa setempat adalah Lee Chong Wei menewaskan Taufik dua game langsung.

Kejuaraan bulutangkis Malaysia Terbuka ini dilangsungkan pada 16-23 Januari 2011. Pertandingan dilaksanakan di stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur. Bagi sebagian bangsa Indonesia mungkin masih ingat akan Stadion Bukit Jalil tempat berlangsungnya final pertama pertadingan sepakbola piala AFF Tiger 2010. Saat itu kesebelasan Indonesia takluk kepada tim tuan rumah Malaysia dengan angka 3-0. Stadion sepakbola ini berdampingan dengan stadion bulutangkis tempat pertandingan bulutangkis ini. Ternyata stadion periode ini masih menunjukkan keangkerannya bagi pemain Indonesia dengan pulang tanpa membawa gelar. Memang Malaysia hanya merebut satu nomor saja dari tunggal putera, karena untuk empat nomor yang lainnya diborong habis oleh China.

Pertandingan final tunggal putera ini dilaksanakan pada waktu terakhir. Jadi final dibuka dengan pertandingan ganda campuran, dilanjutkan dengan final ganda putera, tunggal puteri, ganda puteri barulah kemudian dilakukan final tunggal putera ini.

1295833269576782735

Lee Chong Wei dan Taufik masuk ke arena.

Pertandingan Malaysia Terbuka ini sepertinya malah pertandingan milik negara China, karena mereka sangat mendominasi seluruh nomor. Satu nomor yang lepas adalah tunggal putera ini karena jagoan mereka Lin Dan secara mendadak mengundurkan diri. Kalau soal ini sebenarnya banyak diduga karena Lin Dan lebih memprioritaskan akan main di Korea Terbuka yang memberikan hadiah uang lebih banyak lagi sampai total 1,2 juta dolar. Kejuaraan ini memang berlangsung sangat berdekatan hanya berselisih dua hari dengan yang berlangsung di Malaysia ini. Hikmah dari mundurnya Lin Dan inilah yang kemudian meloloskan pertemuan Taufik dan Lee Chong Wei.

Taufik maju ke final setelah mengalahkan Simon Santosa dengan straight set di babak semifinal. Lee Chong Wei di semifinal mengalahkan pemain Chen Long dari China juga dengan straight set.

 

Jalannya pertandingan memang kurang memberikan pertandingan yang imbang. Taufik terbukti kalah dua set langsung. Namun Taufik sendiri memang sempat memberikan perlawanan yang sengit, khususnya di awal babak pertama dan pertengahan babak kedua. Di babak pertama, kejar mengejar angka berlangsung sampai skor 7-7 sampai kemudian Taufik kalah 8-21. Pada awal babak ini, Taufik sempat mengeluarkan senjatan andalannya berupa smash jumping yang tidak bisa dikembalikan LeeChong Wei. Namun mungkin karena soal stamina dan strategi lawan untuk tidak memberikan bola lambung, maka hal ini tidak banyak terjadi lagi di sisa pertandingan. Di babak kedua , Taufik sempat tertinggal 8-18 namun bisa mengejar menjadi 17-18 walau akhirnya kemudian kalah 17-21. Pada awal babak kedua ini banyak berlangsung rally seru tetapi kemudian dapat diakhiri dengan kesalahan sendiri oleh Taufik sehingga memberikan angka bagi lawannya.

1295833364653029210

Suasana pertandingan antara Taufik Hidayat dan Lee Chong Wei

12958337851635814085

Taufik Hidayat gagal mengulangi prestasi lima tahun yang lalu.

Dengan kekalahan Taufik kali ini, maka skor pertemuan antara Taufik dan Lee Chong Wei menjadi keunggulan Lee Chong Wei 11 lawan 6 untuk Taufik. Tahun 2010 lalu saja Taufik sudah kalah dua kali atas lawan bebuyutannya ini. Dengan usia Taufik yang sudah menginjak kepala tiga, maka sepertinya kans untuk membalikkan skor ini akan semakin susah. Kesempatan yang paling mungkin adalah dengan menumbuhkan generasi penerus Taufik untuk berprestasi lebih baik kembali di pentas dunia.

Pertandingan ditonton langsung oleh isteri perdana menteri Malaysia  selaku pembina persatuan bulutangkis Malaysia. Kalau di final sepakbola kemarin dihadiri menpora dan banyak tokoh-tokoh politik yang mendukung dengan datang langsung di stadion Bukit Jalil sini, kali ini tidak ada tokoh pun yang hadir menampakkan diri.

Suasana dan aroma final pertandingan sepakbola piala Tiger kemarin juga terasa dalam siaran langsung televisi nasional Malaysia TV1. Hal ini terbukti dari komentator yang beberapa kali menyinggung masalah ini. Termasuk dalam hal ini adalah menyanjung antusiasme penonton untuk mendukung pemain andalannya dan tentang keamanan di stadion. Untuk yang terakhir ini disebutkan bahwa pendukung Indonesia yang jumlahnya relatif sangat sedikit pun aman berdampingan dengan pendukung tuan rumah. Pendukung Indonesia dapat aman mengibarkan bendera merah putih di antara ribuan penonton tuan rumah.

Kalau mau komentar iseng untuk pertandingan hal ini adalah gema lagu yang sering diperdengarkan di stadion ini. Kalau di pertandingan sepakbola, sudah umum diperdengarkan lagu kebangsaan negara masing-masing tim yang bermain. Untuk pertandingan bulutangkis tidak pernah diselenggarakan soal ini bahkan saat pemberian hadiah. Kalau ada lagu yang terdengar adalah lagu andalan dari kelompok musik Queen dengan lagunya We Will Rock You. Lagu ini selalu diperdengarkan dengan sistem audio stadion setiap pertandingan masuk masa break di skor 11 atau saat pergantian set.

Kalau yang terakhir ini komentar iseng banget. Waktu PSSI kemarin sempat menimbulkan euforia dan sempat jadi perebutan ajang para tokoh politik untuk cari muka. Mungkin ajang bulu tangkis juga dapat digunakan untuk hal yang sama. Jadi para petinggi Golkar ibaratnya dapat menguasai dunia sepakbola Indonesia, mungkin sekarang saatnya bagi para tokoh politik lain untuk menggunakan olahraga lainnya termasuk bulutangkis ini untuk mencari simpati bangsa Indonesia. Silakan digunakan strategi ini, akan saya dukung nanti yang terbaik saat pemilu 2014.

Iqmal Tahir

ps. Ternyata topik yang sama juga sudah ditulis di sini juga sebelumnya, tapi karena isinya berbeda ya tetap saya posting juga.

Iklan

4 responses »

  1. tasirin berkata:

    wah judule thok sing serem. asline ora kaget kang. soale wis sering kalah sih……

    • Iqmal berkata:

      Lha tahun kemarin masih sempat jadi juara juga lho… yang parah itu pemain pelapis di bawah taufik kok gak ada yang ngetop lagi ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s