Setiap gedung atau kantor memiliki kebijakan sendiri-sendiri untuk melarang pengunjung atau orang yang berada di ruangan tersebut melakukan sesuatu dan membawa asesoris tertentu. Larangan yang paling umum saat ini tentu saja adalah dilarang merokok, karena kebanyakan ruangan dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara yang tentunya tidak cocok dengan keberadaan pendingin ini.

Khusus untuk bank, ada larangan khusus lainnya. Hal ini saya jumpai khususnya di bank di negeri jiran ini. Selain larangan merokok ternyata masih ada larangan tambahan yakni tidak boleh menggunakan handphone dan mengenakan helm di dalam ruangan bank.

Symbol larangan di dalam bank.

Symbol larangan di dalam bank.

Untuk larangan pertama adalah untuk tidak menggunakan handphone secara aktif. Hal ini baik berupa penggunaan untuk menggunakan telepon, membaca dan mengirim sms tentunya juga untuk menggunakan kamera (atau bahkan untuk mengecek dan menulis status facebook) berupa aktivitas pengunjung yang tidak diperbolehkan. Saya pernah melihat seorang pengunjung yang menerima panggilan telepon kemudian yang bersangkutan menerimanya dan berkomunikasi. Oleh petugas keamanan dia langsung diminta keluar dan dibukakan pintu keluar untuk melakukan komunikasi telepon itu di bagian luar bangunan bank. Larangan ini cukup tegas juga untuk diimplementasikan di lapangan.

Hal ini saya kira memang sangat penting untuk mencegah ada aksi penyampaian informasi nasabah yang sedang bertransaksi ke pihak yang berada di luar ruangan bank. Informasi seperti ini cukup vital untuk aksi perampokan nasabah. Saya yakin informasi seperti ini yang digunakan pada banyak kasus perampokan nasabah yang terjadi usai menambil uang di bank menjadi korban perampokan dalam perjalanan keluar menuju kantor atau rumah yang bersangkutan. Oleh karena itu pencegahan larangan penggunaan handphone cukup bijaksana untuk diterapkan di bank.

Larangan di bank yang berikutnya adalah untuk tidak mengenakan helm. Ternyata larangan ini juga berlaku untuk masuk ke dalam anjungan mesin ATM. Saay kira penggunaan helm akan menghalangi kamera pengaman untuk mengetahui wajah sebenarnya dari pengunjung. Jadi kalau mengenakan helm maka wajah asli akan tertutup, terlebih jika menggunakan helm cakil. Saya kira pembaca masih ingat kasus perampokan di medan. Perampokan sadis itu dilakukan oleh beberapa orang yang semua pelakunya mengenakan helm penutup wajah. Meskipun kemudian kasus itu dapat dibongkar tapi kesulitan awal untuk mendeteksi pelaku tentu saja harus terjadi.

Kasus di Indonesia, dapat kita amati situasi yang berbeda. Saat di ruang tunggu bank, saya sering melihat pengunjung dengan bebas menggunakan handphone saat menunggu panggilan untuk bertransaksi. Demikian juga saat antre atau menggunakan mesin atm, pengunjung tetap saja diperbolehkan masuk dengan tetap mengenakan helm. Rasanya kebijakan larangan seperti ini perlu ditegakkan untuk diberlakukan di ruang tunggu bank termasuk pada anjungan mesin atm.

Perampokan di bank dengan membawa senjata dan berhelm cakil.

Perampokan di bank dengan membawa senjata dan berhelm cakil.

Kalau larangan menggunakan hp dan helm sudah dikenakan, berarti pengunjung boleh membawa dan menggunakan senjata api. Hal ini jelas tidak tercantum dalam tanda larangan yang dianjurkan pihak pengelola bank. Kalau soal barang ini sih memang asli larangan yang berlaku umum karena senjata termasuk jenis alat terlarang untuk dibawa ke umum.
Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s