Suatu peta dibuat untuk menunjukkan lokasi wilayah dengan proyeksi yang menunjukkan arah, jarak dan posisi mendekati dengan gambaran yang sebenarnya. Peta yang baik akan memiliki skala yang terukur. Saat ini bahkan peta sering dilengkapi dengan gambaran kontur relief permukaan wilayah, informasi jalan, informasi batas wilayah, informasi nama tempat dan lain-lain. Kegunaan peta sangat banyak terutama untuk kajian-kajian yang berdasarkan wilayah, selain juga untuk pemberi informasi kewilayahan tersebut.

Untuk fungsi yang berbeda, maka peta sering disederhanakan dalam bentuk gambaran tertentu yang disesuaikan dengan tujuan dan fungsi peta tersebut akan digunakan. Penyederhanaan ini dilakukan dalam bentuk pengabaian skala ukuran peta, tetapi tentu saja tidak meninggalkan bentuk asli sama sekali. Penyederhanaan seperti ini misal digunakan untuk keperluan khusus seperti informasi komersial yang berbasis wilayah. Contoh hal seperti ini adalah untuk menunjukkan jalur transportasi, jalur pemasaran, atau jalur peperangan. Peta yang digunakan seringkali dibuat tidak secara proporsional. Meskipun demikian mestinya kebenaran akan lokasi harus tetap dijaga dengan benar.

Saya menjumpai penggunaan peta yang termuat di majalah suatu penerbangan murah dari negeri jiran. Perusahaan penerbangan yang tumbuh cepat dan sangat pesat dengan moto penerbangan yang memberi kesempatan semua orang terbang ini, memang sangat agresif dan memiliki potensi bisnis yang mengagumkan. Perusahaan ini beriklan dan berpromosi dengan baik melalui berbagai sarana seperti media, internet dan termasuk juga menjadi sponsor ajang olahraga yang bergengsi. Termasuk dalam hal ini adalah promosi secara khusus dengan menerbitkan majalah yang tergolong bagus untuk konsumsi penumpang pesawat di dalam kabin. Majalah yang memuat berbagai hal umum terkait penerbangan, wisata, perusahaan dan berbagai topik lain yang terkait dengan bisnis perusahaan penerbangan dan berbagai anak usahanya itu. Pada salah satu halaman di majalah itu dicantumkan gambaran peta dunia untuk menunjukkan semua jalur yang dilayani oleh perusahaan penerbangan itu.

Tengok posisi kota Yogya dan Solo ya !

Tengok posisi kota Yogya dan Solo ya !

Kalau dilihat secara sekilas peta yang dibuat memang tidak perlu merujuk ukuran proporsional karena memang hal ini tidak terkait dengan pembuatan gambar peta ini. Peta ini hanya ingin menunjukkan kepada para pembaca tentang informasi jalur penerbangan dari dan ke kota-kota mana saja yang dilayani, baik dalam skala penerbangan nasional maupun penerbangan internasional. Pembaca dengan cepat akan mengetahui kota-kota yang menjadi salah satu jalur trayek penerbangan pesawat ini.

Apabila dilihat dengan jeli, ternyata ada satu kejanggalan yang saya jumpai. Hal ini adalah karena posisi kota-kota tersebut tidak persis berada secara kenyataan yang sesungguhnya apabila dilakukan proyeksi dengan benar. Memang seperti yang saya ulas sebelumnya, faktor ini tidak begitu penting karena tujuan utamanya adalah menunjukkan titik-titik lokasi suatu kota saja. Keberadaan titik yang merujuk posisi suatu kota ini pada suatu ketiga dapat menjadi janggal jika dibandingkan dengan posisi kota di sebelahnya. Pada peta yang saya maksudkan ini kebetulan menjadi salah satu kota tempat tujuan saya menggunakan pesawat ini, yakni posisi kota Yogyakarta.

Dalam kenyataannya posisi kota Yogyakarta adalah berada di posisi arah barat daya dari posisi kota Solo. Jika merujuk pada konvensi pembuatan peta dimana arah utara diatur di bagian atas, maka posisi barat berarti tergambarkan di sebelah kiri. Dengan demikian gambaran di peta mestinya kota Yogyakarta diproyeksikan di sebelah kiri kota Solo. Namun jika dilihat pada peta itu yang terlihat adalah kebalikannya.

Untung saja peta yang salah ini hanya tercantum pada majalah penerbangan itu. Bayangkan saja kalau hal yang salah ini juga tercantum pada peta yang digunakan di kokpit pesawat untuk panduan arah bagi para pilotnya. Kesalahan seperti ini dapat menimbulkan masalah arah penerbangan yang berakibat kekacauan jalur pesawat.

Saya sebenarnya sudah lama mengamati kesalahan posisi pada peta ini. Namun baru sempat menuliskannya pada blog sekarang ini. Majalah yang terbit setiap bulan itu secara terus menerus menyajikan kesalahan tersebut. Mungkin saja yang membuat peta itu belum pernah belajar ilmu geografi dengan benar. Untunglah setiap saya pulang menggunakan pesawat ini belum pernah keliru kota tujuan mau ke Yogyakarta diturunkan di Solo.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s