Saya sering untuk keperluan penggandaan dokumen atau jurnal harus pergi ke toko fotokopi. Biasanya tempat yang sering yang saya tuju adalah yang berada di jalur perjalanan rumah ke kampus, karena alasan kepraktisan saja. Sewaktu menunggu biasanya tentu harus menunggu giliran untuk dilayani atau menunggu layanan sedang diproses, saat inilah biasanya sering digunakan untuk berbagai aktivitas membuang waktu semampunya. Termasuk dalam hal ini adalah menjadi pengamat sosial yang terjadi di sekitar lokasi.

Satu yang menarik adalah saat melakukan transaksi fotokopi di satu tempat yang berlokasi di dekat kampus besar di Yogyakarta. Toko fotokopi biasanya juga menyediakan layanan lain selain jasa fotokopi tersebut. Layanan yang paling umum adalah penjilidan atau penjualan alat-alat tulis. Kalau toko yang juga menyediakan alat-alat tulis tentunya menyediakan rak untuk display barang-barang yang dijual tersebut. Untuk jenis barang yang dijual dalam kategori ini yang umum adalah ballpoint, pensil, kertas, tip ex, cd, amplop, buku dan barang lain sejenisnya. Namun untuk toko yang saya sebut ini ternyata juga menjual kondom. Kalau yang ini sih jelas bukan alat tulis, namun alat untuk aktivis di tempat khusus bersama si manis.

Tidak percaya, tengok saja gambar berikut yang saya ambil pakai handphone.

Etalase barang yang dijual pada toko fotokopi di satu lokasi Yogyakarta

Etalase barang yang dijual pada toko fotokopi di satu lokasi Yogyakarta

Ada berbagai merk kondom yang dijual di etalase ini.

Ada berbagai merk kondom yang dijual di etalase ini.

Sekilas mungkin tidak ada yang aneh. Tetapi kalau dipikir lebih lanjut, akan sangat aneh, ada toko fotokopi kok menjual kondom. Sesuatu yang jelas tidak berhubungan. Kondom biasa dijual di apotik atau toko khusus untuk konsumen orang dewasa. Barang ini dipergunakan sebagai alat kontrasepsi untuk pencegah kehamilan atau juga untuk mencegah penularan penyakit seksual menular saat melakukan hubungan seks. Tentu saja tidak ada hubungannya sama sekali dengan jasa fotokopi.

Kalau dipikir siapa sih konsumen pembelinya ? Konsumen pengguna kondom tentunya adalah para orang dewasa yang sudah berkeluarga dalam hal pelaksanaan program keluarga berencana. Tetapi dalam kehidupan sosial modern sekarang ini, hal yang tabu sudah agak ditolerir lagi dan sikap permisif masyarakat semakin meluas, maka kondom sudah banyak digunakan lebih banyak orang lagi. Termasuk dalam hal ini adalah bagi mereka yang belum berkeluarga tetapi melakukan aktivitas seks bebas. Untuk keperluan ini maka mereka pun termasuk menjadi salah satu pengguna dan konsumen barang ini. Tentu saja daerah dekat kalangan ini ikut menjadi daerah penjualan barang ini.

Kondom pada awalnya dijual hanya di apotik atau toko kesehatan saja. Namun seiring dengan perkembangan waktu, banyak toko dan supermarket yang menjual barang ini. Bahkan kalau di Eropa atau di Jepang, kondom dijual melalui mesin otomatis khusus yang disediakan di berbagai tempat umum. Namun kalau ada toko fotokopi yang menjual kondom akan menjadi hal yang tidak biasa.

Rupaya untuk toko ini ada kisah sebelumnya. Pemilik toko fotokopi ini tadinya memiliki dua toko bersebelahan. Satu toko untuk usaha fotokopi ini dan satu toko lagi untuk toko eceran barang sehari-hari. Untuk toko eceran ini menjual berbagai barang keperluan sehari-hari jadi mirip mini market. Dalam perkembangannya kemudian mini market ini tidak memberikan keuntungan yang besar dan kemudian ditutup. Barang-barang yang ada kemudian diobral dan untuk barang tertentu oleh pemiliknya dijual di toko fotokopi ini, seperti alat-alat tulis dan kertas. Hanya saja ada barang lain yang ikut dijual di lemari display toko fotokopi ini yakni kondom tersebut.

Hayo siapa yang tertarik beli kondom di toko fotokopi ? Saran saja, walaupun mungkin harganya bisa lebih murah karena diobral, jangan lupa untuk melihat tanggal kedaluwarsanya. Bukan apa-apa, saya memberikan anjuran ini. Kalau soal bocor atau tidaknya sih, sepertinya tidak bocor asal masih dalam segel yang rapat. Urusan kedaluwarsa ini terkait dengan efektivitas spermisida yang terdapat dalam pelumas kondom itu.

Iqmal Tahir

Iklan

6 responses »

  1. urip berkata:

    Pengamatan yg bagus… Mungkin akan ada toko bangunan atau bahkan PKL yg turut menjual barang seperti itu.

  2. sonny berkata:

    wah sangar tuh tempat fotokopi jual kondom, nanti ga lama lagi jual vibrator sekalian hahahahah….salam kenal gan 🙂

  3. Kondom Online berkata:

    Wah baru tahu kalo di foto kopi ada yg jual kondom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s