Keberadaan calo di suatu terminal sering menjadi masalah tersendiri bagi pengelola terminal sekaligus juga mengurangi kenyamanan para penumpang. Kalau di tanah air, calo banyak dijumpai di banyak terminal. Ternyata di negeri jiran, keberadaaan calo tiket ini juga ada khususnya di terminal-terminal kota besar seperti Kualalumpur dan Penang. Seperti halnya dahulu sewaktu terminal bis masih di hentian Puduraya, keberadaan calo ini sangat marak di sana. Sekarang saat terminal ini sedang direnovasi dan sementara dipindah ke hentian sementara di Bukit Jalil, calo-calo ini pun ikut berpindah mengadu untung di sana.

Untuk diketahui bahwa pembelian tiket bis selalu dilakukan di dalam kounter bis yang telah disediakan pengelola. Jadi penumpang tidak lagi langsung naik bis dan membayar di dalam bis. Dengan konsep seperti ini maka tarif bis akan standar tidak ada lagi unsur kondektur seenaknya menaikkan harga. Penumpang yang akan bepergian harus pergi ke kaunter tiket untuk kemudian membeli tiket sesuai tujuan, nama bis dan jadwal keberangkatan. Dari sini penumpang dapat menunggu di ruang tunggu yang disediakan dan kira-kira sepuluh menit sebelum jadwal dapat pergi menuju lokasi bis sesuai dengan nomor platform yang tertera.

Peta posisi hentian bis Bukitjalil.

Peta posisi hentian bis Bukitjalil.

Tempat ruang tunggu dan kaunter tiket.

Tempat ruang tunggu dan kaunter tiket.

Suasana penumpang yang menunggu bis.

Suasana penumpang yang menunggu bis.

Hilir mudik arus bis di hentian Bukitjalil.

Hilir mudik arus bis di hentian Bukitjalil.

Seperti halnya calo di mana-mana, calo di terminal bis di Bukit Jalil ini juga rajin mencari mangsa penumpang. Mereka selalu memburu orang yang baru datang ke terminal ini untuk ditanya tujuan kepergian. Setelah itu mereka akan mengajak calon penumpang tersebut menuju kaunter tempat jaringan mereka untuk mendapatkan tiket sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Memang harga tiket yang tertera selalu standar. Hanya saja jadi tidak dapat memilih bis yang diinginkan. Mengingat tingkat persaingan yang tinggi serta unsur pemeriksaan bis  oleh pihak pengawas angkutan umum sangat ketat, sebenarnya hampir setiap bis memiliki fasilitas bis yang relatif serupa. Tempat duduk bis model 1-2, dengan pendingin AC yang sejuk, jaminan keamanan yang tinggi, itulah servis yang hampir selalu diberikan pihak pengelola bis. Jadi sebenarnya kita naik bis apa saja tetap relatif terjamin.

Calo-calo ini akan memburu penumpang yang baru masuk. Jadi jika ada kendaraan pribadi masuk ke tempat parkir, maka begitu orang turun terlebih yang membawa tas, dapat dipastikan dia merupakan orang yang akan bepergian, maka calo akan segera menghampirinya. Demikian juga jika taksi masuk dan menurunkan penumpang, maka hal yang sama akan terjadi. Hal yang paling ramai saat bis kota Rapid KL masuk, maka calo-calo ini pun berhamburan mendekati bis yang berhenti menurunkan penumpang.

Kadang calon penumpang jadi merasa tidak nyaman saja, karena tidak bebas memilih bis yang akan ditumpanginya. Meskipun demikian kita dapat bernegosiasi saja untuk memilih bis yang dikehendaki. Kadang calo ini juga membantu untuk memilihkan alternatif bis yang relatif memiliki jadwal paling dekat, sehingga jika penumpang terburu-buru dapat langsung menggunakan jasa bus ini.

Calo seperti ini tentunya tidak gratis begitu saja. Mungkin bagi penumpang tidak perlu membayar jasa bagi calo tersebut yang telah mengantarkan menuju kaunter tiket dan memilihkan bis yang diinginkan. Mereka tentu saja akan mendapat sedikit tips dari kaunter yang telah dibantu mendapatkan penumpang.

Calo-calo ini juga diduga memainkan praktek untuk selalu bekerja dalam satu jaringan. Mereka sebenarnya masih terikat pada satu kaunter tiket dengan nama bis dan trayek tertentu saja. Namun untuk memperoleh tambahan kadang mereka melayani penumpang jurusan lain dengan membelikan tiket bis tersebut yang sebenarnya kaunter tersebut tidak menjual. Dengan sedikit konfirmasi, maka mereka segera mencarikan tiket asli tersebut dari kaunter lain yang seharusnya menjual tiket dengan trayek tersebut.

Calo-calo ini dapat dijumpai dengan mudah. Mereka selalu hilir mudik antara ruang kaunter dan ruang pemberhentian penumpang. Ciri mereka ini antara lain selalu membawa handy talky, sehingga sering disebut handy talk man. Alat ini digunakan untuk informasi ke petugas kaunter tentang keberadaan calon penumpang, berapa orang, dan tujuan yang diinginkan. Selain itu mereka juga mudah dikenali dari ciri selalu mengenakan tas pinggang. Entah apa isinya, yang jelas mesti mudah digunakan untuk menerima tips uang untuk dimasukkan ke situ, tanpa perlu dilipat rapi kalau menggunakan dompet.

Kalau sudah dapat memperoleh penumpang dan memastikan mereka membayar ke kaunter tersebut maka calo ini segera pergi untuk mencari mangsa lain. Pokoknya aktif sekali mereka ini, karena harus banyak berjalan hilir mudik.

Satu catatan yang menarik adalah keberadaan calo ini tidak dimonopoli oleh para pria. Ternyata banyak juga perempuan muda yang berprofesi juga sebagai calo. Mereka tampil modis juga dengan ciri yang sama, membawa handy talky dan mengenakan tas pinggang. Calo perempuan ini kadang tampil menarik karena harus banyak berjalan hilir  mudik. Mereka tidak banyak yang mengenakan gaun panjang khas Melayu. Tampilan mereka lebih banyak yang mengenakan model celana panjang ketat. Kadang beberapa perempuan muda ini memiliki tubuh yang bongsor jadi terlihat sangat montok. Calo-calo perempuan ini ternyata tidak hanya orang melayu saja karena beberapa orang ternyata berasal dari orang Cina.

Dalam prakteknya mereka selalu beroperasi di dekat ruang pemberhentian bis kota atau tempat parkir taksi. Untuk menuju ke ruang kaunter maka mereka harus berjalan secukupnya dengan melewati ruang tunggu penumpang. Jadi kalau sudah seperti ini maka tampilan mereka menjadi sedikit hiburan untuk para penumpang, khususnya yang laki-laki. Hehe…

Ok  lah tulisan ini hanya iseng saja. Yang penting anda kalau berada di terminal bis seperti ini, hendaknya selalu berhati-hati saja. Jaga barang bawaan, koper dan dompet anda harus selalu diawasi. Di sana juga banyak copet atau penceluk saku yang selalu berkeliaran mencari mangsa juga.

Catatan bahwa hentian bis Bukit Jalil adalah hentian sementara. Jadi kalau terminal bis asli di Puduraya sudah selesai direnovasi sepertiny ini akan ditutup kembali. Jadi para penumpang dari Kangar silakan naik dari terminal Puduraya atau terminal Duta.

Suasana hentian Puduraya sebelum direnovasi.

Suasana hentian Puduraya sebelum direnovasi.

Suasana hentian Duta untuk layanan bis arah utara.

Suasana hentian Duta untuk layanan bis arah utara.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s