Judul di atas mungkin mengusik, tapi ya mungkin ada benarnya juga. Tapi fatwa ini hanya berlaku bagi anak-anak di Tunisia, Mesir, Libya atau beberapa negara lain yang saat ini telah dan sedang bergolak. Lha mau bagaimana lagi karena untuk orang dewasa saja haram, maka untuk anak-anak juga jelas haram. Soal tulisan ini sih agak berbeda dengan yang dimuat dalam judul tadi.

Cover majalah anak-anak yang memuat fenomena facebook.

Cover majalah anak-anak yang memuat fenomena facebook.

Saya memperoleh satu gambar cover majalah anak-anak yang memuat ulasan tentang Facebook. Media jejaring sosial satu ini memang sangat fenomenal saat ini. Popularitas media jejaring ini memang meroket cukup pesat merambah berbagai kalangan baik dari orang dewasa, remaja sampai kanak-kanak. Untuk anak-anak ini terbukti dari keberadaan majalah anak ini yang diperuntukkan bagi pangsa pembaca di bawah umur 12 tahun. Namun siapa sangka bahwa majalah ini pun membahas Facebook. Satu hal yang menurut saya agak bersifat kontradiktif.

Untuk diketahui bahwa dunia internet itu ibarat hutan belantara. Di sana jelas terdapat rantai makanan yang melibatkan para pemangsa dan korban yang siap dimangsa. Tentu saja konteks makanan ini tidak dalam arti harfiah, bisa saja dalam hal informasi. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah berupa penyalahgunaan dan pencurian informasi untuk kemudian digunakan pada aksi yang tidak bertanggungjawab. Facebook yang pada dasarnya menyediakan fasilitas koneksi dan berbagi informasi untuk menjalin komunikasi kemudian menyebabkan dampak negatif oleh ulah orang-orang nakal bahkan dapat masuk kategori kriminal. Saat ini telah banyak terjadi kasus yang tadinya diawali dengan perkenalan dan komunikasi lewat jejaring Facebook yang kemudian berlanjut dengan penculikan, penipuan uang, dan lain-lain.

Facebook merambah kemana-mana...

Facebook merambah kemana-mana...

Satu hal yang juga terkait dengan hukum informasi dalam internet adalah dengan tidak diperkenankannya informasi anak-anak di bawah umur tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Oleh karena itu di internet tidak diperkenankan kepemilikan akoun baik itu email, situs jejaring sosial, ataupun game oleh anak-anak di bawah umur tanpa sepengawasan orang tua. Hal ini juga mencegah dari aksi ulah oknum kriminal dalam hal pornografi anak-anak.

Namun dalam kenyataannya saat ini banyak sekali anak di bawah umur 13 tahun yang sudah memiliki akoun Facebook sendiri. Mereka juga sudah terbiasa menggunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Fasilitas tersebut meliputi komunikasi lewat penulisan status dan saling berkomentar, chatting, pemasangan foto, permainan game, dan lain-lain. Dengan pergaulan antar sesama dengan teman sebaya maka kemampuan ini akan menyebar dan meningkat. Bahkan bisa jadi terdapat orang tua yang tidak memiliki akoun tetapi anak-anak mereka sudah memiliki dan terbiasa menggunakan media jejaring ini.

Anak-anak harus didampingi saat berselancar di internet.

Anak-anak harus didampingi saat berselancar di internet.

Seperti halnya aturan pembatasan penonton film baik di bioskop atau pun di televisi, ternyata aturan ini sering dilanggar begitu saja. Saat ini banyak film yang mestinya untuk penonton di atas 13 atau 17 tahun tetapi disiarkan di televisi pada jam tayang anak-anak masih aktif. Dengan demikian siapa yang bisa mencegah akses mereka untuk menonton tayangan tersebut. Pada kasus Facebook hal ini juga bisa berlaku sama.

Pihak Facebook sendiri sudah mensyaratkan kriteria batasan pengguna Facebook adalah minimal 13 tahun. Meski tidak secara ketat, Facebook juga memperbolehkan pengguna di bawah umur 13 tahun ini dengan kontrol oleh pihak orang tua.

Kontrol pada batasan umur ini tentu dilakukan dengan menggunakan tanggal lahir yang harus diisikan. Data yang mestinya harus diisikan secara benar, dalam kenyataannya dapat dimanipulasi dengan mudah karena tidak ada verifikasi secara otentik. Sebenarnya juga ada filter yang bertingkat yakni bahwa pendaftaran Facebook dipersyaratkan harus memiliki akoun email tertentu. Untuk dapat mendaftarkan email ini maka pengguna juga harus mendaftar dan di sini juga harus mengisikan data yang salah satunya adalah tanggal lahir. Ada beberapa penyedia email yang mensyaratkan secara ketat bahwa anak di bawah usia 13 tahun tidak diperkenankan mendaftar. Namun seperti telah diterangkan di atas bahwa hal ini dapat dimanipulasi secara mudah karena tidak ada verifikasi tadi.

Facebook dalam kontrak persetujuan dengan pengguna juga menyebutkan untuk tidak memuat data atau informasi spesifik personal untuk anak-anak yang di bawah umur 13 tahun. Pihak Facebook menuliskan akan menghapus semua data tertentu jika diketahui data tersebut milik anak di bawah umur 13 tahun. Facebook juga menyarankan pengguna untuk melaporkan jika menemukan data tentang anak di bawah umur 13 tahun ini. Dalam prakteknya ternyata hal ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saya jumpai masih banyak akoun-akoun Facebook milik anak-anak yang saya ketahui di bawah umur 13 tahun.

Pihak Facebook juga mengharapkan partisipasi orang tua dalam pengawasan akoun oleh anak-anak. Dalam hal ini orang tua diharapkan selalu memantau penulisan informasi yang dipasang di Facebook. Demikian juga harus ada pengawasan pada aktivitas yang dilakukan.

Jadi dengan booming penggunaan Facebook sebagai jejaring sosial di masyarakat kita, maka tidak dapat dicegah sedemikian rupa sehingga penyebarannya mencapai pengguna anak-anak. Langkah pencegahan terbaik adalah dengan melalui pendampingan dan pemantauan secara terus menerus yang diharapkan akan dapat menekan penyalahgunaan data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Peran orang tua aktif untuk mendampingi anak berinternet.

Peran orang tua aktif untuk mendampingi anak berinternet.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s