Inflasi di suatu negara banyak ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Inflasi adalah keadaan penurunan nilai uang kartal yang berlaku di suatu negara relatif dibandingkan dengan komoditi standar seperti harga emas atau kurs mata uang asing tertentu. Inflasi harus dijaga kestabilannya dan jika mungkin mencapai ukuran yang seminimal mungkin. Tugas menjaga kestabilan ini dipegang oleh otoritas keuangan di suatu negara termasuk menteri keuangan, menteri perekonomian dan perdagangan, bank sentral dan instansi terkait lainnya.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada inflasi ini di masyarakat sering diukur dengan kemampuan masyarakat untuk membeli suatu produk penting seperti sektor pangan atau bahan bakar. Tingkat inflasi di suatu negara pun bisa berbeda-beda di suatu wilayah tergantung dari keadaan dan situasi wilayah tersebut. Untuk selanjutnya inflasi nasional diukur dari rata-rata inflasi daerah. Kembali masalah faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat inflasi itu, maka di tiap daerah itu bisa berbeda faktor yang mempengaruhi inflasi tersebut.

Faktor dalam bidang pangan yang umum digunakan untuk mempengaruhi inflasi antara lain adalah beras, minyak goreng atau gula. Ketiga jenis komoditi inilah yang sangat penting dan selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu pasokan dan ketersediaan komoditi ini harus dijaga agar tidak membuat kelangkaan barang dan memberi konsekuensi harga menjadi tinggi. Kalau sudah terjadi kenaikan harga yang relatif sangat tinggi maka tingkat inflasi akan naik secara signifikan.

Jualan Cabe di pasar tradisional.

Jualan Cabe di pasar tradisional.


Soal kenaikan inflasi di Indonesia dapat juga termasuk sebagai satu hal yang aneh. Jika di banyak tempat jenis komoditi yang berpengaruh pada laju inflasi ini sudah jelas. Di Indonesia ternyata ada satu komoditi yang di luar kebiasaan ternyata juga memberikan pengaruh kenaikan inflasi. Komoditi ini adalahberupa cabe, baik cabe besar maupun cabe rawit. Umumnya harga berbagai jenis cabai ini akan selalu setara, jika satu naik maka jenis lainnya juga akan naik.

 

Di sinilah uniknya sehingga cabe pun berpengaruh pada laju inflasi di Indonesia. Padahal diketahui bahwa cabe bukan makanan pokok bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi memang cabe ini berpengaruh secara signifikan khususnya pada waktu-waktu tertentu dimana terjadi kegagalan panen cabe atau pada hari raya tertentu seperti lebaran.

Bagi sebagian besar rakyat Indonesia konsumsi cabe memang menjadi sangat penting. Sebagai bumbu yang memberikan sensasi rasa pedas, cabe banyak dibeli untuk digunakan sebagai salah satu bumbu masakan. Hampir kebanyakan masakan di Nusantara ini harus diimbuhi dengan cabe sebagai salah satu komponen bumbu yang digunakan. Terlebih bagi masyarakat suku Padang, dimana setiap masakan akan selalu mengandung cabe. Pokoknya kalau tidak ada cabe, maka masakannya dijamin tidak maknyussss…..

Jadi begitulah mengapa cabe pun berpengaruh pada laju inflasi nasional negara kita….

Tumpukan cabe merah siap jual.

Tumpukan cabe merah siap jual.

Mengatasi soal pasokan harga cabe, terkadang ada ironi tersendiri. Negeri kita yang relatif sangat subur tidak memiliki pengaturan pola cocok tanam cabe yang baik. Panen kadang berlangsung secara serentak sehingga harga jual cabe oleh petani menjadi anjlok karena pasokan melimpah. Namun di sisi lain, terkadang pasokan menjadi minim karena tidak banyak petani yang menanam cabe. Dengan pengaturan musim cabe sebenarnya akan dapat diatur pasokan cabe di pasaran setiap saat.

Selain itu jika terjadi saat dimana harga cabe anjlok karena pasokan melimpah. Petani atau dinas terkait mungkin dapat memanfaatkan momen ini dengan menyimpan stok ini. Cabe jelas berbeda dengan beras yang dapat disimpan relatif lama. Di Indonesia cabe umumnya dikonsumsi dalam kondisi segar. Untuk dapat melakukan pengawetan cabe maka harus dilakukan pengolahan menjadi produk lain seperti cabe kering atau saos cabe. Teknologi untuk pengolahan cabe ini sebenarnya sudah tersedia, hanya saja harus ada pihak yang menginisiasi pelaksanaan program ini. Dengan demikian diharapkan pada saat harga cabe meningkat maka produk ini dapat digunakan sebagai alternatif. Informasi soal alat pengering cabe ini dapat diakses di website iptek.net (klik link ini).

Produk cabe kering, tidak kalah pedasnya dengan cabe segar...

Produk cabe kering, tidak kalah pedasnya dengan cabe segar...

 

Gambar skema alat pengering cabe.

Gambar skema alat pengering cabe.

Kalau langkah seperti ini dapat terwujud, saya membayangkan bahwa keunikan inflasi di Indonesia akan hilang. Mungkin bisa dibilang satu-satunya negara dimana cabe ikut berpengaruh pada tingkat inflasi. Kalau sudah seperti ini saya gatal juga untuk tidak menyebutkan soal harga cabe di negeri jiran. Untuk diketahui bahwa tanah di semenanjung Malaysia kurang subur sehingga tidak banyak orang bercocok tanam cabe. Pasokan cabe kebanyakan diimpor dari negeri tetangga Thailand dan termasuk dari negara kita. Akan tetapi harga cabe di negeri ini relatif stabil tidak pernah naik terlalu tinggi dan juga tidak pernah anjlok. Selain itu di pasaran juga tersedia banyak produk cabe kering dengan harga yang relatif stabil juga.

 

Saya pernah bertemu orang Indonesia yang pulang ke tanah air karena kontrak kerjanya sudah habis. Pada waktu itu harga cabe di tanah air sedang tinggi-tingginya dan menjadi kehebohan besar. Dengan bangganya kawan kita satu ini bercerita bahwa dia membawa oleh-oleh khusus yang bermanfaat bagi sanak keluarganya berupa cabe kering. Hopo tumon ???

Ada satu selingan lagi soal cabe ini. Ada tebakan mengapa harga cabe bisa melonjak tinggi ? Ternyata jawabannya di luar dugaan bahwa cabe juga ikut-ikutan trend modern saat ini. Jadi saat ini banyak orang berambut ikal yang pergi ke salon untuk meluruskan rambutnya dengan teknik rebonding, maka cabe pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Cabe keriting banyak yang melakukan rebonding. Jadi kenaikan harga cabe ini salah satunya digunakan untuk biaya rebonding ini. Hopo tumon maning ???

Iqmal Tahir

Iklan

3 responses »

  1. Afif Niki berkata:

    kalau cabai kering persentasi kepedasan.ny brkurang brp dari cabai segar ?

    • Iqmal berkata:

      wah coba kontak orang teknologi pengolahan hasil pertanian saja ya mbak (atau mas nih)….yang jelas jumlah molekul capsaicin (senyawa penghasil rasa pedas dalam cabe itu tidak berubah jumlahnya, hanya jumlah air dalam cabe yang akan berkurang banyak. Kalau soal ukuran kepedasannya ini yang harus diuji, berarti dengan uji sensorik nih, makanya silakan yang kompeten soal ini mungkin bisa menambahkan….

  2. YUSUF berkata:

    SAYA TERTARIK DG ALAT PENGERING NYA, HARGA KISARAN BERAPA YAA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s