Soal tukang tambal ban menjadi dewa penolong kadang-kadang memang sangat diharapkan. Kalau mobil mengalami ban kempes maka masih bisa berharap dari ban serep. Hal yang sama bisa juga untuk kendaraan vespa yang memiliki ban serep. Tapi kalau untuk sepeda motor biasa, kalau ban kempes maka harapan satu-satunya adalah tukang tambal ban.

Kalau di Indonesia, di kebanyakan kota banyak juga jasa tambal ban yang buka selama 24 jam. Namun saat saya di negeri jiran ini khususnya di pelosok, jangan harap menemukan jasa seperti ini. Kalau mengalami masalah ban kempes maka larinya adalah ke bengkel motor, karena di sini tidak ada tukang tambal ban. Di bengkel motor atau kedai tayar ini ban yang kempes bukannya ditambal tapi diganti dengan ban yang baru. Jadi memang boros lah.

Ini soal pengalaman yang saya alami tadi malam. Saat malam habis hujan lebat turun padahal siangnya sangat panas, kombinasi ini membuat perut terasa lapar. Di rumah walaupun masih ada nasi tapi malas untuk membuat lauknya walau sekedar mi rebus, akhirnya pilihannya adalah keluar mencari makan di luar sambil rencana mengambil hp yang sedang diservis. Akhirnya perjalanan berbuah tragedi oleh dua orang menjomblo (saya dan Amri) dimulai  malam itu.

Suasana komplek pasaraya Arau malam hari.

Suasana komplek pasaraya Arau malam hari.

Perjalanan malam itu dimulai dengan banyak pertimbangan. Mulai dari rumah, mau pakai jaket atau tidak. Akhirnya pilih tidak pakai jaket. Di pintu keluar, mau pakai motor RXZ atau yang bebek. Akhirnya pilih pakai yang bebek. Di jalan, rencana makan di warung makan dekat Arau tetapi akhirnya berubah ingin mencoba menu char kwee tiaw. Di sini baru duduk, pelayannya bilang kalau pesanan sangat banyak. Akhirnya kami pesan saja dua bungkus untuk dimakan setelah kami datang 1 jam lagi.

Setelah perjalanan yang memakan waktu lama, soalnya terasa lambat sekali waktu itu, kami pun sampai di komplek pertokoan Arau. Di depan sudah ada gangguan sendiri, lihat tempat makan yang jadi rencana awal kami itu ternyata buka, jadilah rencana berubah lagi. Kami pun singgah dan makan dulu di situ. Nasi goreng tom yam dan nasi goreng ikan masin jadi pilihan kami masing-masing. Makan sambil ngobrol banyak hal.

Dari sini barulah kami pindah ke supermarket tempat ada satu kounter penjualan hp. Di situ kami mengambil hp yang sedang diservis karena speakernya rusak. Setelah beres urusan, kami pun turun ke tempat parkiran. Tapi sebelumnya singgah juga ke toko sepatu, sayangnya tidak ada yang bagus. Cuma Amri saja yang membeli semir sepatu.

Salah satu kios hp di dalam pasaraya.

Salah satu kios hp di dalam pasaraya.

Pintu gerbang pasaraya.

Pintu gerbang pasaraya.

Motor pun berjalan menyusuri komplek parkiran yang padat. Jalan menjadi  macet lokal karena mobil banyak berderet-deret, akhirnya saya coba belokkan ke jalan alternatif. Malah ketemu komplek pasar malam, baru sekali ini menjumpai soal pasar malam Arau nih. Jalan banyak berkubang dan gelap lagi karena habis hujan, pilihannya mencari jalan yang bagus malah memaksa kami kembali ke jalan yang awal tadi. Akhirnya masuk kembali menembus ke deretan mobil yang berjalan perlahan. Di sinilah kemudian terjadi tragedi bencana malam jumat itu.

Ternyata terasa laju kendaraan menjadi oleng. Waktu itu saya yakin ini pasti ban kempes. Akhirnya berhenti dan turun sebentar memeriksa. Sepertinya sih bukan kempes tertusuk paku karena waktu ban diperiksa tidak ada paku yang tertinggal. Memang positif kempes. Waduh…. Sudah hampir jam 10 malam. Jelas tidak ada bengkel yang masih buka.

Pikir punya pikir. Rencana yang terbaik adalah salah satu harus pulang dan yang satu menunggu dijemput dengan motor lain dari rumah. Bisa makan waktu satu jam proses ini. Kemudian terpikir untuk menelpon Mokhzani kawan lain yang tadi juga keluar rumah bersamaan. Ternyata dia malah sedang berada di supermarket itu juga. Kebetulan banget, hanya saja harus menunggu dia selesai belanja dulu sekitar 20 menitan. Ya sudah acara ngobrol lagi dimulai kembali.

Setelah selesai belanja, dia muncul. Kemudian disepakati aku yang bawa motor. Harusnya yang paling ringan bobotnya yang bawa motor supaya ban tidak terbebani. Tapi ya sudahlah. Motor dicoba dipompa dulu dengan jalan pergi ke spbu Castrol yang masih buka. Setelah dicoba cipompa penuh tapi terus bocor lagi, akhirnya memang dipastikan harus pulang dengan ban kempes.

Mengisi angin gratis di spbu.

Mengisi angin gratis di spbu.


Dimulailah perjalanan yang tidak enak itu. Sepeda motor berjalan sepoyongan karena roda belakang tidak stabil. Perjalanan harus dilakukan dengan kecepatan rendah, akibatnya lampu kendaraan juga tidak menyala terang. Beberapa kali harus menabrak lubang kecil. Apalagi kalau menepi pas di garis putih pembatas jalur, ternyata baru tahu kalau garis itu juga memiliki ketebalan sendiri sehingga menyebabkan motor goyah juga. Kaki yang panjang ini terpaksa harus menekuk tajam karena posisi duduk harus di bagian depan jok supaya beban ban belakang tidak terlalu berat.

Kalau mau mendekati lampu traffic light, biasanya saat lampu kuning menyala, kita bisa mempercepat laju kendaraan, maka dengan kondisi sepeda motor seperti ini hanya bisa membiarkan saja yang akhirnya dapat lampu merah dan terpaksa harus menunggu. Saat naik flyover jalan kereta api, terpaksa harus menahan nafas supaya motor tetap kuat sampai di tanjakan atas. Perjalanan yang normalnya harus ditempuh kurang dari 15 menit itu pun terasa sangat lama sekali.

Akhirnya perjalanan malam yang terasa sangat lama sekali itu pun sepertinya akan berakhir melegakan. Hal ini karena ujung gang perumahan tempat tinggal sudah terlihat. Waktu lihat warung kios eceran masih buka, sempat singgah dulu sebentar beli beberapa bumbu dapur dan minuman. Waktu sampai rumah tragedi itu masih berlanjut. Saya ternyata tidak membawa kunci rumah. Jadi terpaksa harus menunggu Amri dan Mokhzani lagi yang ternyata singgah dulu menunggu pesanan kwee tiaw yang tadi dipesan.

Akhirnya waktu setelah semua normal kembali, bisalah beristirahat. Rasanya punggung terasa pegal sekali karena posisi tubuh waktu mengendarai motor tadi yang kurang nyaman. Terakhir pokoknya tidur saja lagi, mumpung besok libur….

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s