Tulisan inflasi sebelumnya adalah terkait dengan faktor cabe (baca tulisan ini). Kalau yang ini, percaya tidak percaya, ternyata inflasi juga ditentukan oleh kerupuk. Baca tulisan ini secara lengkap kalau tidak percaya.

Kerupuk adalah makanan ringan yang menjadi kudapan sehari-hari. Namun bagi sebagian orang, kerupuk pun menjadi makanan lauk pendamping saat makan nasi. Bahkan ada sebagian kalangan orang yang menggunakan kerupuk sebagai menu harian. Ibaratnya hari belum dihadapi secara sempurna jika hari itu belum makan kerupuk.

Kerupuk tersedia di pasaran dengan berbagai macam variasinya. Dari sisi bahan bakunya memang kerupuk terbuat dari bahan tepung aci, tepung aren, tepung sagu atau tepung beras. Untuk variasi rasa maka kerupuk ini banyak tersedia menggunakan bahan baku udang atau berbagai jenis ikan. Bentuk kerupuk pun tersedia berbagai ragam dan ukuran. Pokoknya produk kerupuk ini sangat lengkap dijumpai di pasaran. Konsumen tinggal mencari kerupuk yang sudah siap makan maupun produk kerupuk mentah yang harus digoreng terlebih dahulu.

Sekaleng kerupuk sedap, nyam...nyam...

Sekaleng kerupuk sedap, nyam...nyam...


Dari pengamatan saya yang iseng saja, diketahui ternyata kerupuk itupun berpengaruh terhadap inflasi nasional. Pengaruh ini agak tersamar melalui modifikasi bentuk dan ukuran kerupuk yang tersedia di pasaran. Melalui gambar-gambar berikut mungkin dapat dibayangkan pengaruh inflasi terhadap ukuran kerupuk yang terjadi.

Kerupuk raksasa di rumah makan Blabak Magelang.

Kerupuk raksasa di rumah makan Blabak Magelang.

 

Kerupuk unyil, ukurannya kecil banget, dua kali lahapan sudah habis.

Kerupuk unyil, ukurannya kecil banget, dua kali lahapan sudah habis.

Gambar pertama menunjukkan ukuran kerupuk raksasa seharga delapan ribu rupiah. Gambar ini saya ambil tahun 2006 di satu rumah makan di daerah Blabak Magelang. Ukuran diameter kerupuk ini mencapai sekitar 50 cm atau setengah meter. Hebat kan ? Tentu saja kerupuk ini bukan untuk dimakan harian. Satu kerupuk bisa untuk dimakan lima orang. Kalau ada seseorang yang nekat makan kerupuk itu sendirian mungkin bisa mabuk.

 

Kalau kerupuk yang biasa dikonsumsi harian pada asalnya berukuran standar. Besar kerupuk kotak yang seharga lima ratus rupiah adalah sekitar 8-12 cm. Namun sekarang ukuran kerupuk bertambah kecil dengan harga yang sama. Sekarang kerupuk banyak dibuat kecil-kecil paling besar ukuran 10 cm. Bahkan ada juga jenis kerupuk mini yang dibuat berbentuk lingkaran spiral dengan diameter kecil-kecil. Pokoknya mantap lah kreasi produsen kerupuk untuk mensiasati kenaikan harga bahan baku dengan tetap mempertahankan harga jual.

OK jadi yakin lah sekarang bahwa kerupuk pun ikut berpengaruh pada inflasi Indonesia.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s