Kasus masalah kisruh kursi penumpang di perjalanan pesawat Lion Air yang melibatkan anggota dewan Roy Suryo memang terkesan tidak ada titik temunya. Masing-masing pihak tidak ada yang mengaku salah dalam kasus tersebut. Jika pun kemudian Roy Suryo sendiri yang kemudian mengatakan mengalah, sepertinya bukan satu ungkapan legawa dari seorang anggota dewan yang terhormat. Hal ini karena dia masih menganggap tidak bersalah, dan yang bersangkutan malah melebarkan kasus intinya dengan mengalihkan opini publik pada sang whistler blower.

Saya sih sebenarnya bukan seorang pakar telematika seperti keahlian sosok ini. Saya hanya seorang berkecimpung dalam bidang kimia, dianggap sebagai seorang pakar juga belum. Memang dalam keseharian sering menggunakan komputer, jadi boleh lah tahu sedikit seluk beluk tentang komputer. Jadi masih bisa juga kalau untuk mengecek soal metadata suatu file, baik file gambar berekstensi jpg maupun file video berekstensi 3gp atau mov. Cuma kalau disuruh komentar di televisi atau di depan wartawan ya nanti dulu, itu bukan kompetensi saya.

Sebelumnya diberitakan anggota Komisi I DPR Roy Suryo mengalami kursi ganda (double seat) pesawat Lion Air sehingga harus berebutan dengan penumpang lain. Namun Lion Air menyatakan jika politisi Partai Demokrat (PD) itu ternyata salah naik pesawat. Oleh pramugari juga disebutkan bahwa Roy Suryo salah masuk pesawat karena tiket yang dipegang merupakan pesawat yang terbang pada jadwal penerbangan berikutnya. Kisruh ini kemudian berlanjut dengan pengungkapan melalui jaringan sosial Twiter, bahkan topik ini menjadi trending topic hari itu.

Bisa juga hal ini menjadi kesalahan pihak penerbangan Lion Air. Kalau pada pemesanan tiket sepertinya tidak mungkin akan ada nomor kursi yang sama karena sistem seperti ini sudah terkomputerisasi. Untuk hal seperti ini dapat dicek dan diuji kembali. Jika pihak Lion Air mengungkapkan bahwa sistem komputer untuk penerbangan saat itu sudah terblock dan tidak bisa diakses kembali saya kira juga mustahil. Sistem data seperti ini dapat dilacak dengan mudah, karena rekaman data kursi penumpang merupakan satu rekaman yang harus disimpan sebagai satu manifesto penerbangan. Apabila data terus hilang sehingga tidak bisa dilacak, mestinya pihak pengawas penerbangan menindak pengelola maskapai ini.

Kesalahan lain dari pihak maskapai ini adalah sistem verifikasi tiket pada saat penumpang hendak masuk ke pesawat (check-in). Kesalahan akibat pemeriksaan yang tidak teliti bisa membuat masalah bagi para penumpang. Keteledoran pemeriksaan tiket pada saat penumpang keluar dari ruang tunggu (boarding room) menuju pintu gerbang keberangkatan sangat mungkin terjadi.

Kalau sudah seperti ini sebenarnya pihak penumpang yang harus memastikan jadwal keberangkatan pesawat sesuai dengan tiket yang dimilikinya. Setiap penumpang akan dapat memeriksa dengan mudah pada lembar tiket meliputi nomor penerbangan, asal dan tujuan penerbangan, jadwal waktu boarding dan waktu terbang, informasi pintu keberangkatan dan nomor kursi. Semua itu selalu tercantum dalam boarding pass. Boarding pass ini dibagikan petugas check in saat penumpang konfirmasi kepastian penerbangan, termasuk pengurusan bagasi. Jadi sangat mudah sekali informasi kebenaran ini dipastikan oleh pihak penumpang.

Terkait soal ini, maka untuk membuktikan bahwa Roy Suryo tidak bersalah sebenarnya yang bersangkutan sangat mudah melakukannya. Apalagi beliau seorang pakar telematika yang mestinya tahu komputer dan sarana pendukungnya. Terlebih beliau seorang anggota DPR periode tahun 2009-2014 yang disediakan fasilitas kerja komputer yang cukup mahal. Caranya mudah sekali. Roy Suryo diminta untuk menscan tiket dan boarding pass yang dipegangnya. Kalau sudah tunjukkan kepada khalayak. Sudah cukup mudah sekali.

Tidak ada alasan lagi untuk beliau untuk tidak melakukan scanning tiket dan boarding pass yang dimilikinya terkait penerbangan waktu itu.

Tunjukkan pada khalayak hasil scanning tiket dan boarding pass yang dimilikinya untuk diketahui khalayak umum. Dari sini saya yakin pihak umum dapat mengetahui kebenaran hal ini. Informasi yang tertera pada lembaran itu dapat memberikan informasi data sesungguhnya. Tidak perlu mengundang keahlian seorang pakar telematika lain untuk menyimpulkan kebenaran hal ini.

Dengan kedekatan seorang Roy Suryo pada dunia berita, saya yakin beliau dapat melakukan jumpa pers dengan mudah untuk klarifikasi hal ini. Beliau tidak usah berpanjang lebar memberikan komentar. Cukup dengan keahlian scanning dua lembar kertas.

Ditunggu keahlian seorang pakar telematika untuk bisa scanning lembar tiket dan boarding pass.

Iqmal Tahir

2 responses »

  1. Mr. Urip mengatakan:

    Enak tidak dibuktikan kang, biar tambah ramai, menguji pihak lain, sehebat dia gak.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s