Ada satu pemandangan yang biasa dijumpai di berbagai daerah di negeri jiran ini yang menurut saya tergolong unik. Seringkali saya bepergian ke banyak tempat, kemudian di beberapa tempat saya lihat terdapat mobil yang diparkir di tepi jalan dan di atas atap mobil itu diletakkan jerigen oli. Terkadang jumlah mobil itu cukup banyak dan berderet-deret. Baru tahu arti dari hal itu setelah beberapa waktu, yakni mobil itu hendak dijual.

Ada jerigen di atap, tanda mobil dijual.

Ada jerigen di atap, tanda mobil dijual.

Orang sini memang cukup kuat dan cenderung lebih suka menggunakan mobil daripada motor. Mobil atau di sini disebut sebagai kereta, memang cukup mudah untuk dibeli oleh masyarakat. Bagi yang sudah bekerja tetap, terlebih untuk seorang pegawai pemerintah (pegawai kerajaan) maka akan mendapat kemudahan untuk kredit di bank, termasuk kredit untuk pembelian mobil. Kredit mobil baru dapat dilakukan melalui banyak bank dengan jaminan gaji tadi. Pembelian melalui kredit ini dapat dilakukan dengan ringan, hal ini karena kredit yang diajukan dapat sampai jangka panjang 5-9 tahun. Suku bunga yang diberikan pun relatif masih rendah. Jadi siapa saja sangat pmenyukai pola pembelian mobil seperti ini. Bahkan banyak pegawai yang baru masuk pun, biasanya sudah tertarik untuk membeli mobil baru.

Bagi keluarga menengah pun ada pilihan untuk membeli mobil produksi nasional mereka seperti Proton dan Perodua. Konsep mobil nasional seperti ini yang menghasilkan produk untuk dijual dengan harga relatif terjangkau juga mengakibatkan tingkat pembelian mobil oleh masyarakat menjadi tinggi.

Konsekuensinya adalah dapat dilihat di berbagai keseharian. Kita boleh melihat pada satu rumah, di halaman terpajang mobil. Bukan hal yang aneh lagi jika di dalam halaman itu terdapat lebih dari satu mobil yang ada.

Dari sini dapat dipahami bahwa aktivitas jual beli mobil bekas pun akan sangat tinggi. Mobil bekas atau disebut juga kereta terpakai, tentu saja akan memiliki pangsa pasar tersendiri. Pelaku penjualan mobil bekas juga biasanya dikelola secara khusus menjadikan bisnis tersendiri melalui usaha jual beli mobil bekas. Kalau sudah seperti ini tentu saja mereka akan memiliki show room untuk memajang dan menempatkan mobil bekas yang akan dijual. Pembeli tinggal datang dan mencari mobil yang diinginkan sesuai dengan selera dan kemampuan finansial mereka.

Cara lain dari orang untuk menjual mobil bekas mereka adalah dengan memasang iklan di surat kabar atau di situs internet khusus tentang jual beli mobil bekas. Pembeli yang biasanya tertarik tentunya akan mengunjungi dan membaca informasi jenis mobil yang ditawarkan. Jika tertarik barulah yang bersangkutan menghubungi nomor kontak yang tertera untuk kemudian dapat melihat barangnya.

Jerigen penanda mobil dijual.

Jerigen penanda mobil dijual.

Bagi orang yang menginginkan menjual mobil bekas secara perorangan tanpa harus melalui jasa agen, maka dia dapat langsung menawarkan hal ini. Caranya adalah tadi dengan memarkir mobil di tepi jalan, kemudian meletakkan jerigen minyak di atap mobil. Kalau ada orang yang tertarik maka dia akan berhenti kemudian mencari orang yang di dekatnya. Dari situ terus terjadi kontak mengenai informasi kondisi mobil dan harga yang diminta. Kalau setuju maka dapat terjadi persetujuan untuk memberikan uang muka dan kemudian dapat diselesaikan segera.

Alasan digunakan jerigen minyak atau bensin untuk ditaruh di atap mobil itu baru aku peroleh setelah tanya dengan kawan yang orang lokal sini. Alasannya adalah mobil itu di tangkinya tidak ada bensinnya, sehingga jika ada orang ingin menggunakannya tentu harus membeli dan mengisi bensin dulu dengan menggunakan jerigen yang telah disediakan. Jadi itulah mengapa di atap mobil itu disediakan jerigen bensin. Tentu saja sekarang bukan berarti hal itu diartikan secara harfiah, di dalam tangkinya masih tersedia bensin hanya memang dalam jumlah sedikit saja.

Bursa jual beli mobil bekas di halaman TVRI Yogya setiap hari Minggu.

Bursa jual beli mobil bekas di halaman TVRI Yogya setiap hari Minggu.

Kalau di Yogyakarta, bisnis jual beli mobil bekas juga marak. Banyak showroom yang memajang mobil bekas untuk dibeli. Model lain adalah sekarang melalui bursa jual beli mobil yang berlangsung pada hari minggu seperti di halaman TVRI atau di JEC. Tentu saja di sana di atap mobil tidak dipasang jerigen oli. Informasi bahwa mobil dijual di sana lebih bagus, karena di kaca ditempel informasi mobil, tahun produksi, harga penawaran dan no kontak yang dapat dihubungi. Pembeli bisa langsung mengetahui informasi awal dan dapat memperkirakan kemampuannya untuk membeli mobil tersebut.

Tapi memang lain ladang lain belalang, lain jiran lain showroomnya….
Iqmal Tahir

Iklan

3 responses »

  1. Ban king berkata:

    .Mobil memang tidak bisa dimiliki oleh semua orang hanya orang-orang yang memiliki lebih yang bisa membelinya…Hal tersebut dikarenakan mobil memiliki harga yang lebih mahal dibanding beberapa pribadi lainnya seperti motor.

  2. Jim berkata:

    is good artikel Thank you so much ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s