Pemanasan global atau global warming saat ini menjadi isu tersendiri. Bahkan untuk tokoh penggiat hal ini yang merupakan salah satu mantan calon presiden AS pun mendapatkan hadiah nobel bidang perdamaian atas inisiasi dan kepeloporannya untuk membangkitkan kepedulian masyarakat pada masalah ini. Pada sisi lain ada juga sekelompok masyarakat yang menganggap bahwa isu ini termasuk hoax yang belum jelas akan kebenarannya.

Terlepas dari benar atau tidaknya masalah ini, kita tetap harus peduli akan kelestarian alam. Untuk menjaga dan ikut berpartisipasi pada masalah kelestarian alam ini tidak ada salahnya untuk mempercayai fenomena pemanasan global ini. Dari sini diharapkan kepedulian kita untuk bertindak dan melakukan hal-hal yang diharapkan dapat mencegah atau mengurangi laju pemanasan global ini.

Untuk melakukan kampanye penyadaran masyarakat akan masalah pemanasan global ini maka banyak dilakukan media melalui leaflet, iklan kampanye dan penyuluhan. Pada penyuluhan seringkali digunakan salah satu gambar yang cukup populer terkait dengan masalah pemanasan global ini.

Ukuran celana dalam menyusut seiring dengan laju pemanasan global.

Ukuran celana dalam menyusut seiring dengan laju pemanasan global.

Gambar ini menunjukkan ilustrasi jenis celana dalam yang digunakan oleh para wanita kebanyakan pada periode waktu-waktu selama ini. Pada beberapa tahun yang lampau, para wanita masih mengenakan jenis celana dalam yang lebar dan besar. Namun seiring dengan waktu, jenis celana dalam yang digunakan berubah bentuknya menjadi ukuran yang semakin minimalis. Hal ini disimpulkan bahwa perempuan merasa semakin kepanasan, sehingga perlindungan pada organ dalamnya ini pun mengalami penyusutan untuk menyesuaikan dengan tingkat pemanasan udara.

Kalau yang ini bisa buat sembunyi saat main petak umpet nih....

Kalau yang ini bisa buat sembunyi saat main petak umpet nih....

Kalau yang ini cuma bisa nutup apa ya ???

Kalau yang ini cuma bisa nutup apa ya ???

Tentu saja kesimpulan seperti ini salah besar. Kalau soal penyusutan ukuran penutup ini lebih banyak karena masalah mode. Jadi bukan karena menyesuaikan dengan fenomena pemanasan global yang telah terjadi. Namun sebagai ilustrasi dalam kampanye, maka hal ini sah-sah saja.

Kalau tetap tidak percaya, coba jawab pertanyaan saya berikut. Dengan asumsi yang sama seperti di atas, apakah kita dapat percaya bahwa pada saat jaman purba dahulu, saat manusia tidak mengenakan pakaian maka dunia sudah mengalami cuaca yang sangat panas ??

Hehe… ini sih argumentasi yang berbeda tapi sangat dipaksakan. Jadi kesimpulannya ??

Apakah kalau tidak mengenakan baju, terus membuktikan cuaca saat itu panas ??

Apakah kalau tidak mengenakan baju, terus membuktikan cuaca saat itu panas ??

Sepertinya masa itu sudah mulai sejuk tuh...

Sepertinya masa itu sudah mulai sejuk tuh...

Iqmal Tahir

2 responses »

  1. nungky mengatakan:

    Wkwkwkw…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s