Pagi hari sering paling enak menikmati tradisi menyeruput teh pahit yang panas. Teh yang diseduh dari teh produksi lokal ini memang cukup enak dengan wangi khusus yang beraroma melati. Secara kimia aroma wangi ini keluar dari komponen minyak atsiri yang terkandung dari bunga melati yang ditambahkan ke dalam teh tersebut yakni senyawa bensil asetat. Bahan ester ini memang memiliki volatilitas yang tinggi dan termasuk bahan aromatis yang bersifat pemberi aroma. Jadi walaupun badan belum mandi terkena sabun, tetapi sudah terhirup aroma wangi dari minuman hangat yang menyegarkan. Satu terapi sehat guna menjernihkan pikiran sehingga siap beraktivitas hari itu.

Teh wangi umumnya diproduksi pabrik di Indonesia saja. Sejak kecil saya terbiasa minum teh kental wangi yang diseduh dari teh tubruk buatan Teh Gopek. Saat ini di pasaran juga banyak dijumpai teh wangi lain produksi lain seperti Sari Wangi, Tong Jie, Tambi dan lain-lain. Meskipun sekarang banyak dijumpai produk teh aneka aroma, namun aroma melati ini relatif yang paling disukai, tentu saja karena berharap dari bonus efek aromaterapinya itu.

Omong-omong soal teh wangi ini, maka sering teringat akan daerah asal saya di Purbalingga sana. Teh wangi ini dibuat dengan memberikan komposisi tertentu yang diberikan akibat percampuran dengan bunga melati. Bunga melati ini juga bukan melati yang sering kita jumpai sehari-hari melainkan bunga melati khusus yang sering disebut sebagai teh melati atau teh gambir.  Di Purbalingga ternyata terdapat satu daerah khusus yang dikenal sebagai sentra budidaya melati teh ini.

Tanaman melati teh.

Tanaman melati teh.

Bunga melati teh atau melati gambir.

Bunga melati teh atau melati gambir.

Kalau anda berkunjung ke Purbalingga, saya kira tidak ada salahnya untuk melihat juga sentra kebun melati teh ini. Daerah yang dapat dikunjungi adalah daerah Kejobong, Bukateja di Purbalingga atau masuk daerah Rakit, Banjarnegara. Daerah itu banyak sekali orang menanam pohon teh gambir ini di lahan sawah yang tersedia. Untuk dapat melihat suasana yang menyenangkan, diperlukan kunjungan seawal mungkin di pagi hari sebelum jam 10 pagi, karena saat itu masih banyak orang yang memetik bunga teh. Kalau sudah siang mungkin hanya bisa melihat kebun saja dengan bunga teh yang tersisa masih kuncup untuk mekar keesokan harinya.

Bunga melati teh berbeda dengan bunga melati untuk rangkaian bunga. Melati gambir atau Jasminum officinale memiliki sosok yang lebih ramping, meskipun keduanya satu famili (oleacege), bahkan juga satu keluarga, Jasminum. Batangnya berkayu dengan percabangan cukup banyak, beruas-ruas dengan panjang antara 25-20 cm, dan memiliki diameter hingga 1 cm. Seperti halnya melati putih, kembang ini juga berwarna putih bila sudah mekar. Hanya, agar aromanya tidak cepat menguap, sebaiknya bunga ini dipetik ketika masih kuncup. Bunga yang masih kuncup ini berukuran sangat mungil, dengan panjang hanya sekira 2 cm. Bunga yang masih kuncup ini berwarna merah menyerupai gambir sehingga hal inilah yang menyebabkan bunga ini dijuluki melati gambir.

Di daerah ini, tersebar banyak kebun melati ini. Penduduknya yang ramah dipastikan akan senang menjumpai pengunjung yang datang. Kita dapat mengobrol dengan mereka. Mereka juga dengan senang hati mempersilakan kita untuk masuk dan melihat kebun melati mereka. Jika mau pengunjung pun dapat membantu memetik kuncup bunga melati teh ini. Hal ini dapat digunakan sebagai sarana rekreasi yang murah meriah bagi para pengunjung. Jika mau pengunjung juga dapat membawa sebagian teh ini guna pengharum, tentu saja akan lebih baik kalau dapat meninggalkan uang bagi pemilik kebun.

Salah satu kebun melati teh di Bukateja, Purbalingga.

Salah satu kebun melati teh di Bukateja, Purbalingga.

Tanaman melati setelah dipanen.

Tanaman melati setelah dipanen.

Hal ini dapat dijadikan sebagai satu agrowisata melati teh seperti halnya agrowisata teh atau agrowisata strawberry. Pemda Kabupaten Purbalingga dapat membantu merintis pengelolaan agrowisata ini melalui promosi dan penataan infrastruktur yang diperlukan. Semoga Purbalingga semakin maju.

Proses pemanenan bunga melati.

Proses pemanenan bunga melati.

Penyiraman tanaman.

Penyiraman tanaman.

Bunga melati siap petik.

Bunga melati siap petik.

Iqmal Tahir

ps. Tulisan ini dibuat, gara-gara teh sariwangi celup terakhir aku nikmati tadi pagi, harusnya bawa lebih dari dua boks nih…. Atau ada yang punya cadangan ?

6 responses »

  1. sutrisno mengatakan:

    Pak Iqmal
    Saya sutrisno, Saya tertarik dengan melati teh. Mohon di bantu contact person yang dapat saya hubungi jika ingin membeli melati teh dari purbalingga
    Terima Kasih

    • Iqmal mengatakan:

      Salam kenal pak… untuk contact person, saya tidak ada kontak person di sana… tetapi kalau datang ke lokasi di kecamatan Bukateja Purbalingga, banyak kok pemilik kebun melati di sana….

  2. trikusmiyati mengatakan:

    Melati Gambir yang saya tahu wangi dan berwarna ungu dan putih;saya tahunya dari pameran bunga di jakarta flora-tapi kehabisan stok–laris manis bunga ini-dimana diperolehnya?konon ada yg warnanya kuning putih–di jatim nah–lagi@nyarinya dimana ya?

    • Iqmal mengatakan:

      Melati gambir itu memiliki warna yang berubah, saat kuncup berwarna putih keunguan, kemudian mekar berubah menjadi putih.
      Kalau sudah mau layu ya berubah lagi menjadi kuning coklat, hehe….
      Di daerah Purbalingga Jawa Tengah, tanaman ini banyak sekali, dapat disetek sendiri. Atau kalau menginginkan bibit dalam polybag dapat dipesan lebih dahulu.

  3. guruhsetianto@gmail.com mengatakan:

    pak iqmal, saya sangat berterima kasih atas artikel diatas.
    ayah saya pengusaha teh melati dari tahun 80’n, bertempat tinggal di kab. purbalingga, bukateja, desa kutawis.
    ayah saya setiap hari mengirim berkuintal-kuintal bunga melati/gambir ke pekalongan, tegal, bahkan ke solo setiap hari. tapi akhir-akhir ini pohon bunga melati sudah jarang berbunga, itu membuat pengiriman tidak sebanyak dulu, dan para petani mulai mengeluh. penyebabnya karena apa itu pak, mohon bantuannya? terima kasih

  4. heri mengatakan:

    waaahhh jadi inget kampung halaman… saya lahir dan besar di bukateja, dulu orang tua saya juga punya kebun melati beberapa petak, kalo libue sekolah biasanya saya ikut memetik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s