Berbagai jenis produk sehari-hari yang dijumpai di sekitar kita pada dasarnya memiliki potensi bahaya tertentu. Memang hal itu sudah diminimalisir dengan berbagai faktor dan batasan tertentu sehingga dapat digunakan pada dosis tertentu. Bahaya ini tentu saja muncul karena penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai penyusun komposisi produk akhir tersebut. Risiko bahaya ini dapat diketahui dari dokumen Material Safety Data Sheet untuk bahan kimia atau produk tersebut.

Baru-baru ini saya membaca satu email di mailing list yang mempermasalahkan penggunaan solven yang digunakan pada produk obat nyamuk semprot. Pada email ini diungkapkan secara hiperbolik atau berlebihan tentang kasus kecelakaan kebakaran akibat penggunaan kaleng obat nyamuk yang terbakar. Dari kasus ini kemudian diungkap oleh penulis tentang penggunaan pelarut yang digunakan dalam obat nyamuk bakar itu adalah gas butana. Tulisan ini menyajikan bahwa gas butana adalah gas yang dianalogikan sebagai gas elpiji sebagai bahan bakar yang biasa digunakan sehari-hari di dapur. Dengan demikian konsumen harus waspada untuk memperlakukan obat nyamuk semprot ini supaya tidak terjadi kebakaran.

Memang kalau membaca pesan yang tersirat maka hal itu cukup baik. Hal ini menyampaikan pesan kepada kita untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan produk obat nyamuk semprot ini. Hanya saja pesan yang disampaikan itu terlalu berlebihan untuk satu permasalahan bahwa bahan akan dapat terbakar.

Macam-macam produk obat nyamuk semprot di pasaran Indonesia.

Macam-macam produk obat nyamuk semprot di pasaran Indonesia.

Untuk diketahui kalau soal pelarut dan desain produk seperti itu selain untuk obat nyamuk semprot , ternyata juga digunakan untuk pengharum ruangan semprot, deodorant atau parfum, dan beberapa produk lainnya. Tentu saja potensi kebakaran dan ledakan yang sama juga dapat dijumpai untuk produk-produk tersebut.

Soal bahan bantu untuk pelarut bahan aktif dan penyemprot, dalam industri biasa digunakan aerosol. Kalau untuk obat nyamuk cair biasa digunakan minyak tanah untuk pelarutnya. Untuk aerosol sendiri pada awalnya digunakan CFC, tetapi karena alasan tidak ramah lingkungan maka bahan ini banyak dihindari. Akhirnya diganti dengan bahan -bahan campuran senyawa hidrokarbon seperti propana, n-butana dan isobutana,  dimethyl ether (DME) dan methyl ethyl ether. Bahan hidrokarbon ini secara alamiah memang berupa gas yang mudah terbakar.

Kembali pada email yang saya baca yang mengaitkan hal ini dengan kewaspadaan bahaya terbakar seperti elpiji, maka hal ini ada benarnya walaupun sudah saya sebutkan peringatan yang tertulis adalah sangat berlebihan. Untuk elpiji, komposisi bahan yang terkandung di dalamnya  berupa gas-gas hasil penyulingan minyak bumi yang terutama adalah berupa propana dan butana. Jadi memang mirip dengan komposisi penyusun aerosol itu. Tentu saja memang berupa bahan kimia mudah terbakar. Hal ini tentu saja sudah dipahami oleh konsumen sehingga membuat desain produk dan komposisi yang memenuhi keamanan dalam batas tertentu.

Dari sini produsen obat nyamuk ini akan memberikan peringatan bahaya kebakaran ini, petunjuk penggunaan dan larangan perlakuan produk ini. Larangan ini antara lain adalah untuk selalu menyimpan produk dalam ruangan yang tidak boleh melebihi 49 derajat celcius, jauhkan produk dari api atau panas, jangan diletakkan di dekat kompor, jangan membuang kaleng bekas ke dalam api dan peringatan larangan lain. Peringatan ini memang dibuat karena memang ada potensi terbakar atau bahkan meledak dari produk ini. Dari sisi bahan pelarut bahan aktif obat nyamuk ini memang memiliki karakteristik mudah terbakar karena sifat sebagai pelarut organik yang umumnya seperti itu. Selain itu juga karena produk didesain untuk disemprot sehingga dibuat dalam kaleng bertekanan tinggi.

Satu hal yang sebenarnya saya ingin tuangkan dalam tulisan ini adalah soal kewaspadaan terhadap bahan aktif obat nyamuk yang digunakan. Kewaspadaan ini yang mestinya jauh lebih diutamakan untuk para konsumen.

Untuk masalah obat nyamuk ini sebenarnya yang jauh lebih diwaspadai adalah bahan aktif untuk insektisidanya ini. Bahan yang umum digunakan pada obat nyamuk saat ini adalah propoxur atau carbamat. Kedua bahan ini banyak digunakan pada obat nyamuk yang kebanyakan di Indonesia. Bahan ini bagi manusia sebenarnya bersifat toksik, jadi berpotensi untuk meracuni dan lebih cepat membunuh.

Selain senyawa-senyawa karbamat masih ada bahan aktif insektisida jenis lain. Bahan ini digunakan untuk obat nyamuk di pasaran Indonesia yang mengklaim produk dengan harga lebih murah. Produk inimengklaim keampuhan membunuh serangga dan memang terbukti lebih ampuh. Bahan aktif yang digunakan untuk produk ini selain carbamat tadi juga ditambahkan dichlorvos. Bahan terakhir ini memang bersifat jauh lebih toksik, sehingga kemampuan membunuh serangga lebih cepat untuk dosis yang sama. Di beberapa negara maju, bahan ini sudah dilarang untuk digunakan.

Tentu saja kedua bahan ini untuk penggunaan sebagai obat nyamuk harus memenuhi ketentuan tidak boleh melebihi dosis yang dipersyaratkan. Jika syarat dosis terpenuhi, tetapi jika penggunaan juga kurang bijaksana  maka akan terjadi akumulasi bahan dalam tubuh manusia. Soal kedua bahan aktif ini mungkin dapat mengingatkan kita kembali akan tragedi Bhopal di India yang memakan korban jiwa sangat besar. Ledakan pabrik insektisidan itu menyebabkan terlepasnya bahan aktif ini dan menyebabkan kontaminasi pada lingkungan sekitar yang kemudian mengenai penduduk sekitar. Akibat sifat toksik dari bahan ini maka langsung menyebabkan kematian secara cepat. Tentu saja kita tidak ingin terjadi kasus serupa pada diri kita secara perlahan-lahan.

Spiderman pun bisa mati kena toksik dari bahan aktif insektisida.

Spiderman pun bisa mati kena toksik dari bahan aktif insektisida.

Untuk mengatasi supaya tubuh tidak terkontaminasi bahan ini dapat dilakukan dengan berbagai tindakan. Langkah-langkah yang dapat diambil misalnya adalah menghindari penggunaan obat nyamuk secara terus menerus, setelah penyemprotan jangan segera masuk ke dalam ruangan yang telah disemprot, dan pilih obat nyamuk yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Langkah pencegahan yang mungkin jauh lebih penting juga dapat dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan sehingga nyamuk tidak dapat hidup dan berkembang biak secara leluasa. Penggunaan ventilasi dan kain strimin yang mencegah nyamuk dapat terbang berkeliaran dengan mudah.

Sebagai penutup soal keselamatan akibat penggunaan obat nyamuk semprot ini, maka penggunaan produk itu harus lebih dipahami betul supaya tidak menyebabkan terjadinya kontaminasi bahan aktif insektisida ke dalam tubuh. Kewaspadaan terhadap penggunaan aerosol ini karena mudah terbakar itu memang perlu, tapi harus jauh lebih berhati-hati terhadap bahan aktif dalam insektisida ini.

Iqmal Tahir

2 responses »

  1. agungsaputro23 mengatakan:

    wah bagus nih infonya, sangat bermanfaat. Saya juga punya info menarik tentang cara mengusir nyamuk yang alami dan aman yang mungkin bisa menambah wawasan kita, ini dia artikelnya http://jendelasehatq.blogspot.com/2014/08/cara-mengusir-nyamuk-yang-alami-dan-aman.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s