Orang yang menjadi korban kecelakaan biasanya adalah orang yang diberi kompensasi atas hal ini. Namun siapa sangka jika pihak korban dari suatu kecelakaan kemudian mendapat tuntutan dan dijadikan tersangka pada kecelakaan itu, dapat dikatakan sebagi satu musibah yang besar. Peribahasa yang tepat untuk hal ini adalah sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Kejadian yang terkait hal ini terjadi pada kejadian kecelakaan seorang bocah yang terperosok di dalam eskalator. Seperti diberitakan pada situs berita online, pada bulan Mei tahun 2009 lalu,  seorang anak dan pamannya sedang turun eskalator di bilangan pusat perbelanjaan di daerah Jakarta. Saat itu kaki bocah kecil itu ternyata  masuk ke eskalator karena sebab yang belum diketahui. Kejadian ini berakibat fatal  hingga menghancurkan betis kanan. Diduga kuat hal tersebut disebabkan pecahnya anak tangga eskalator. Atas kejadian itu, keluarga korban sudah melakukan upaya hukum perdata untuk minta ganti rugi kepada pengelola mal tapi hal ini kemudian ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Peristiwa ini kemudian malah berbalik karena pihak keluarga korban malah bak mendapat ‘serangan balik’ dengan ditetapkannya paman korban sebagai tersangka. Paman korban ini dinilai polisi bertanggungjawab atas masuknya kaki Rio ke dalam eskalator.

Di dalam gedung untuk umum baik berupa mal, bioskop, bandara atau bangunan bertingkat lain, keberadaan lift atau eskalator sudah jamak diadakan oleh pengelola. Hal ini guna memudahkan pengunjung di dalam berpindah dari satu lantai ke lantai lain. Fasilitas seperti ini menjadi salah satu kemudahan yang dapat dinikmati pengunjung.

Eskalator lokasi kejadian.

Eskalator lokasi kejadian.

Baik lift atau eskalator yang dibangun dalam pelaksanaannya tentunya telah diuji secara fisik dari sisi fungsi dan keamanannya. Demikian pula selama beroperasi harus dilakukan pemeriksaan secara rutin  untuk memastikan tidak ada perubahan yang berlangsung. Dengan demikian setelah itu diharapkan pengunjung dapat menggunakan fasilitas tersebut secara normal dan aman. Fungsi fasilitas lift dan eskalator akan tetap berlangsung dengan standar keamanan tinggi.

Apabila terjadi kecelakaan memang menjadi hal yang sangat kecil kemungkinannya. Untuk lift peluang kecelakaan adalah saat lift macet atau kabel penarik putus. Kemungkinan lain adalah seseorang dapat terjepit pintu lift. Kalau eskalator, maka kemungkinan kecelakaan berupa kaki terjepit.  Namun mestinya soal-soal risiko kecelakaan seperti ini harus dicegah oleh pengelola dengan jalan menjaga kondisi fasilitas sebaik mungkin dengan pemeriksaan fisik secara periodik. Bagi pengguna juga hendaknya mematuhi penggunaan fasilitas dengan benar dan wajar.

Kalau terjadi kecelakaan, pihak pengelola perlu bertanggungjawab dalam hal pemberian penanganan darurat atau mengantar ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Jika perlu pihak pengelola mengeluarkan asuransi untuk kemudian memperoleh santunan yang diberikan kepada korban.

Dengan demikian apabila terjadi kecelakaan yang terkait penggunaan fasilitas lift atau eskalator dalam arti wajar tentunya adalah tanggung jawab dari pihak pengelola. Untuk kasus yang dialami korban seperti yang saya tuliskan di awal ini tentunya berupa kecelakaan di eskalator ini perlu mendapat perhatian yang serius. Jika sampai terjadi kecelakaan berbuntut sampai maju ke pengadilan mestinya ada sesuatu yang tidak berjalan normal. Pihak korban diduga tidak puas dengan kompensasi atau tanggung jawab yang diberikan oleh pengelola eskalator, sehingga kemudian berlanjut dengan tuntutan di meja hukum.

Kalau sudah terjadi penyelesaian di meja hukum tentunya harus ada pembuktian kejadian kecelakaan. Jika ada rekaman kejadian mungkin dapat dimudahkan. Keberadaan saksi berupa paman korban inilah yang dapat menjadi merekonstruksi peristiwa yang terjadi. Untuk diketahui hampir pada banyak fasilitas eskalator tidak ada petugas yang khusus mengawasi eskalator ini. Dengan demikian tidak banyak orang yang akan melihat situasi dan kejadian bagaimana terjadinya suatu kecelakaan di eskalator ini.

Konstruksi eskalator mungkin didesain secara khusus dan bersifat aman bagi kebanyakan orang. Namun bagi anak kecil tetap harus ada pengawasan khusus dan pendampingan dari orang tua. Jika memang anak kecil sendirian mestinya tidak diperbolehkan naik eskalator. Pada kasus kecelakaan yang terjadi di mal di atas maka memang sudah ada pendampingan dari orang dewasa yakni paman korban. Dalam hal ini memang peran orang dewasa untuk menjamin keselamatan anak kecil. Jadi apabila terjadi kecelakaan yang terjadi tidak berarti orang dewasa sebagai pendampingnya terus menjadi tersangka. Saya yakin tidak mungkin ada orang yang sengaja menjerumuskan seseorang supaya celaka saat naik eskalator ini. Dengan demikian tanggung jawab pihak pengelola tetap harus diupayakan untuk hal ini.

Dalam hal ini bantuan untuk memperoleh penanganan perawatan darurat harus diberikan, demikian juga santunan atas korban  apabila terjadi luka permanen, minimal disesuaikan dengan santunan asuransi.

Belajar dari kasus ini maka kita dapat mengambil hikmah untuk selalu menjaga kegiatan kita agar selalu berhati-hati dan terhindar dari kecelakaan dimana pun. Apabila ada anak kecil maka hendaknya untuk selalu mendapat pengawasan secara terus menerus. Bagi pengelola fasilitas eskalator pun hendaknya selalu memberikan perawatan rutin dan pengawasan terhadap fasilitas yang dimilikinya. Semoga ke depan tidak terulang lagi hal-hal seperti ini.

Iqmal Tahir

bonus :
1. Gunakan eskalator seperlunya tidak untuk bermain ski apalagi untuk lokasi ajang narsis.

Main ski di eskalator.

Main ski di eskalator.

Narsis di eskalator.

Narsis di eskalator.

2. Eskalator untuk iklan yang menarik.

Eskalator untuk iklan.

Eskalator untuk iklan.

Eskalator untuk iklan rambut.

Eskalator untuk iklan rambut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s