Sewaktu usai nyekar di makam bapak di Purbalingga, kami lewat di komplek stadion olahraga baru di kota ini. Stadion yang cukup megah ini merupakan hasil pindahan dari komplek lama yang sudah digunakan untuk areal pasar. Halaman dan tempat parkir di stadion baru ini juga cukup lapang dan bisa dimanfaatkan untuk banyak keperluan. Salah satunya adalah untuk kegiatan pasar malam atau bazar di hari-hari tertentu. Kegiatan pasar malam tentu saja akan mengundang banyak orang datang dan kalau sudah seperti ini tentu banyak masalah yang datang, salah satunya adalah soal sampah. Saya sempat mengambil gambar suasana halaman stadion pada saat pasar malam telah usai, dimana halaman penuh dengan sampah yang berserakan.

Sampah berserakan seusai pasar malam di Purbalingga.

Sampah berserakan seusai pasar malam di Purbalingga.

Pasar malam merupakan arena orang berdagang yang diselenggarkan secara temporer saja. Kalau di daerah biasanya diselenggarakan pada waktu-waktu khusus saja seperti menjelang peringatan hari kemerdekaan, peringatan hari ulang tahun daerah, menjelang lebaran atau tahun baru, serta waktu-waktu khusus lainnya. Pasar malam juga mirip pasar biasa hanya para pedagang umumnya adalah penjual yang berkeliling dan membuka stand di situ dengan jalan menyewa dari pengelola.

Berbeda dengan pasar biasa, maka pasar malam hanya menempati areal terbuka. Stand akan dibuat sekedarnya tergantung dari para penjual. Kebanyakan sekarang adalah dengan menggunakan kendaraan yang dimodifikasi untuk sarana angkutan sekaligus juga tempat untuk berjualan. Selain itu juga menggunakan atap tenda supaya terlindung dari panas atau hujan. Kadang memang ada beberapa pengelola pasar malam yang sekaligus mendirikan stand semi permanen berbentuk tenda dengan dinding dan atap kanvas, yang sebenarnya bersifat bongkar pasang.

Jenis-jenis jualan di pasar malam juga sangat bervariatif. Tentu saja yang jarang ada adalah barang sayur-mayur atau daging karena hal ini sudah banyak dijual di pasar tradisional. Barang yang banyak dijual di pasar malam antara lain adalah sandang atau konveksi baju, sepatu, asesoris perhiasan murah meriah, mainan anak-anak, asesoris handphone, dan lain-lain. Penjual konveksi baju biasanya paling banyak, mulai dari baju fashion untuk berbagai kalangan dari orang dewasa sampai anak-anak. Selain itu berbagai sarana pendukung seperti kerudung, kain, dan lain-lain juga ada. Bahkan konveksi yang dijual tidak hanya baju baru, di pasar malam juga ada penjual baju bekas. Mainan anak-anak sekarang banyak dijual di pasar malam. Tidak hanya mainan anak tradisional yang buatan lokal, sekarang banyak penjual mainan anak berbagai macam bentuk hasil produksi Cina yang murah meriah. Pokoknya lengkap sekali.

Seperti halnya kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah soal makanan, maka di pasar malam juga banyak mengundang orang untuk berjualan makanan dan minuman. Tentu saja orang datang kadang merasa lapar dan haus, untuk itu memang kesempatan besar bagi penjual makanan memperoleh konsumen. Berbagai jenis makanan siap saji dijual dengan tampilan dan aroma yang mengundang orang untuk membeli. Sesuai keperluan tentu saja lebih banyak orang menjual makanan ini dalam kemasan praktis yang memudahkan pembeli membawa makanannya. Banyak makanan dijual dalam bentuk kemasan plastik atau bungkusan lainnya. Pembeli akan memakan sambil berjalan atau di tempat-tempat yang telah disediakan. Hal ini yang merupakan salah satu penghasil sampah di komplek pasar malam.

Kemeriahan pasar malam selain mengundang orang dewasa, ternyata juga mengundang kalangan anak-anak untuk datang. Mereka antusias untuk mengunjungi pasar malam sebagai ajang rekreasi tersendiri. Selain untuk memperoleh barang baru yang dibelikan orangtuanya, ternyata ada sarana khusus yang diminati mereka yakni arena bermain. Sudah umum di pasar malam disediakan sarana hiburan anak-anak, seperti kereta putar mini, arena ketangkasan, kolam bola dan lain-lain. Kalau sudah banyak kunjungan anak-anak tentu saja konsumsi akan soal makanan dan minuman bagi mereka semakin besar. Di komplek mainan inilah kadang menjadi sumber penumpukan sampah di areal pasar malam.

Masalah sampah ini mestinya menjadi kesadaran pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mereka memang umumnya membeli banyak barang yang dibungkus plastik. Jika telah habis maka gunakan saja bungkus plastik itu untuk menyimpan sementara sampah yang telah dihasilkan untuk kemudian dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan. Perlu kesadaran orang dewasa untuk memberi contoh melakukan hal ini bagi orang lain khususnya bagi anak-anak.

Habis bazar terbitlah sampah.

Habis bazar terbitlah sampah.

Masalah yang sering dijumpai adalah keterbatasan jumlah tempat sampah yang disediakan oleh pihak pengelola. Pengunjung sering kesulitan untuk menjumpai tempat sampah yang ada. Kalau sudah seperti ini tidak bisa disalahkan kalau kemudian banyak pengunjung membuang sampah seenaknya. Terlebih jika melihat suasana sudah kotor dengan beberapa sampah yang bertebaran di halaman, maka mereka otomatis akan meniru untuk membuang sampah seenaknya.

Untuk mengatasi masalah sampah yang bertebaran, hendaknya pengelola dapat menambahkan jumlah tong sampah lebih banyak lagi. Selain itu harus ada petugas kebersihan yang aktif untuk berkeliling membersihkan sampah pada saat keramaian berlangsung. Petugas ini bukan bekerja setelah usai pasar malam, tetapi justru pada waktu keramaian ini berlangsung. Petugas diberi arahan untuk melakukan kegiatan menyapu areal setiap saat dan mengosongkan tempat sampah yang berada di seluruh areal.

Tugas menjaga kebersihan ini jadi merupakan tanggung jawab pengelola pasar malam. Untuk pembiayaan hal ini tentu saja akan dibebankan kepada pemilik stand dengan jalan termasuk dalam biaya sewa.

Jika komplek pasar malam terlihat rapi dan bersih maka orang semakin senang datang dan menikmati suasana yang ada. Konsekuensi hal ini juga dapat mendorong orang untuk semakin banyak berbelanja dan semakin memberi keuntungan bagi para penjual. Dari sisi lingkungan juga ketertiban dan kebersihan yang terjaga dapat memberikan faktor positif bagi kesuksesan pasar malam tersebut.

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s