Di Detikhealth baru-baru ini saya membaca berita unik. Gara-gara kepengin tampil bergaya malah jadinya konyol, hanya karena ketidaktahuan akan bahan yang digunakan. Ceritanya memang unik sih.

Diceritakan untuk pesta Hallowen memang sudah menjadi biasa untuk menggunakan asesoris antik dan berkesan nyeleneh, serta tentu saja berunsur horor. Untuk keperluan ini, jika ada yang berkeinginan hadir pada suatu pesta Hallowen, maka yang bersangkutan harus mempersiapkan diri dengan dandanan unik dan mengenakan asesoris yang sesuai. Untuk kasus yang saya kutipkan dari Detik ini diceritakan seorang laki-laki di Inggris yang ingin terlihat gaya dan unik dengan topi mungil yang menempel di kepalanya. Tapi setelah acara usai ia menjadi konyol karena topi tidak bisa dilepas sampai-sampai perlu dibawa ke UGD rumah sakit.

Pria ini sengaja menempelkan topi kecil di kepalanya agar tampil unik dalam pesta Halloween. Biasanya topi semacam ini disematkan dengan jepit rambut, namun karena saat itu kepalanya botak maka ia mengelemnya dengan superglue. Pertama kali dicoba ditempelkan dengan menggunakan lem kayu yang bisa dicuci dengan air, tapi ternyata kurang lengket. Akhirnya kemudian digunakan lem superglue yang menggunakan bahan utama polimer polycyanoakrilat.

Lem superglue digunakan untuk perekat di kulit kepala.

Lem superglue digunakan untuk perekat di kulit kepala.

Dengan penampilan yang unik ini memang sepanjang pesta berlangsung, dia berhasil mencuri perhatian para pengunjung di acara tersebut dengan topi mungil di kepala botaknya. Namun betapa paniknya dia ketika topi itu tidak bisa dilepas hingga pagi harinya ketika pesta sudah berakhir. Akhirnya yang bersangkutan terpaksa harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat di sebuah rumah sakit terdekat, dokter juga tak bisa berbuat apa-apa selain memotong bagian topi yang tidak lengket. Dokter hanya menyarankan untuk pulang dan bersabar hingga sisa topi yang masih lengket itu lepas sendiri dalam beberapa hari. Jadi inilah korban ketidaktahuan akan penggunaan bahan sehari-hari untuk keperluan di luar yang semestinya.

Jenis polimer yang digunakan untuk lem superglue ini adalah polycyanoakrilat. Bahan ini termasuk jenis polimer termosetting yang segera setelah terpolimerisasi akan mengeras kuat. Apabila masih dalam kemasannya, bahan ini masih berbentuk cair. Begitu terbuka terkena udara maka polimer ini akan berubah menjadi keras. Mengingat sifat termoset inilah maka polimer ini memiliki kemampuan merekatkan dua permukaan dengan kuat dan kemudian mengeras. Bahan ini tidak mudah larut dalam air biasa, sehingga untuk membersihkan dari kulit juga relatif susah harus dengan bahan lain berupa pelarut organik seperti aseton.

Struktur poly cyano akrilik (gambar kiri : struktur monomer; gambar kanan : model polimer)

Struktur poly cyano akrilik (gambar kiri : struktur monomer; gambar kanan : model polimer)

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melepaskan lem jenis ini. Seperti dikutip dari eHow, cara untuk melepaskan superglue yang lengket di kulit sebenarnya tidak terlalu sulit. Beberapa langkah yang bisa diikuti adalah sebagai berikut.

  •  Rendam kulit yang lengket dengan air sabun sesegera mungkin setelah kontak dengan lem superglue. Jika perlu, tambahkan asam cuka (vinegar). Ramuan ini bisa melunakkan lem super lengket tersebut.
  •  Gunakan pembersih cat kuku berbahan aseton, sebab bahan ini bisa bereaksi dengan cyanoacrylate dalam lem superglue sehingga bisa menjadi lunak.
  •  Jika lem superglue mengenai bagian kulit yang sensitif atau sedang mengalami luka, jangan gunakan aseton tetapi ganti dengan margarin. Gosokkan margarin perlahan-lahan di sekitar kulit yang lengket.
  •   Jika tidak merekat dengan benda lain, bekas lem yang mengeras bisa juga dihilangkan dengan kikir yang biasa dipakai untuk meratakan kuku (nail emery board).
  •  Lem superglue yang lengket di kulit juga bisa lepas sendiri bersama dengan terkelupasnya permukaan kulit. Sebelum mengelupas, kulit terlebih dahulu akan memutih meski tidak berbahaya.

Jadi kesimpulannya kalau mau gaya, tetap jangan sampai melupakan informasi dan risiko bahaya dari suatu produk atau bahan kimia tertentu. Informasi seperti ini secara lebih lengkap tertuang dalam dokumen Material Safety data Sheet. Untuk bahan-bahan produk konsumsi, hal ini juga dapat dibaca secara ringkas di label kemasan atau selebaran yang harusnya disertakan dalam kemasan produk tersebut. Kalau sudah tahu akan bahaya bahan tersebut maka mestinya kita mematuhi untuk tidak menggunakan bahan kimia tersebut secara sembarangan.

Iqmal Tahir

7 responses »

  1. Adi Prasetya mengatakan:

    Mau Tanya Gan Kalau Lem Superglue Nempel di LCD Monitor solusi nya gimana kalau pake aseton bisa merusak layar LCD gak ya

    • Iqmal mengatakan:

      nempel di kaca lcd atau di plastik tepi nya ? mending dikerok manual saja pelan2, tapi hati2 supaya tidak tergores… jangan pakai aseton, superglue biasanya tidak larut lagi dalam kebanyakan pelarut termasuk aseton ini…

  2. wisnukamal mengatakan:

    mas tau ga lem yg bisa senyawa antara nilon, kaca, cat besi, sama bensin..

  3. wisnukamal mengatakan:

    lem yg bisa nyampur sama premium/bensin mas..

    • wisnukamal mengatakan:

      Sy pengrajin gelasan.. Tolong info nya mas…

      • Iqmal mengatakan:

        saya kurang tahu persisnya mas…
        yang jelas lem itu kan ada yang pelarutnya berbasis air (polar) dan yang berbasis minyak (non polar). jadi kalau ditanyakan yang larut dalam bensin, itu berarti lem yang berbasis minyak, seperti lem “kuning” itu merk A*C* A*B*N, F*X atau C*ST*L.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s