Sekarang ini soal rokok menjadi isu kesehatan yang menjadi topik karena dampak yang ditimbulkan terhadap para perokok itu dan bagi para orang di sekitarnya. Orang di sekitar perokok ternyata juga sering menghadapi masalah kesehatan karena mereka secara tidak langsung ikut menghisap asap rokok yang dihembuskan. Orang seperti ini sering disebut juga sebagai perokok pasif.

Para perokok hendaknya cukup arif dan tidak egois untuk tidak melibatkan orang lain menjadi seorang perokok pasif. Di dalam ruang keluarga hendaknya perokok menempatkan diri untuk melakukan aktivitas merokok di tempat khusus saat anggota keluarga lain tidak ada. Di ruang public hendaknya perokok juga selalu memperhatikan lingkungan sekitar untuk mencari ruang khusus yang disediakan untuk merokok. Tempat-tempat umum seperti bis kota, rumah sakit, lobby gedung dan lain-lain hendaknya dipatuhi sebagai tempat yang bebas asap rokok.

Soal kepatuhan untuk tidak merokok ini seringkali sangat tergantung pada sang perokok itu sendiri. Kalau di negara-negara tertentu, terdapat sanksi hukum tersendiri pada perokok yang melanggar aturan ini, tetapi di negara lain termasuk di Indonesia, kepatuhan pada larangan merokok ini sendiri masih rendah.

Bermotor sambil tetap merokok (sumber foto : mygreyzone.blogspot.com)

Bermotor sambil tetap merokok (sumber foto : mygreyzone.blogspot.com)

Pada tulisan ini saya menyoroti aspek kepatuhan larangan merokok di tempat umum termasuk di jalan raya. Meskipun merokok adalah hak seseorang untuk melakukannya, namun jangan lupa masih ada juga hak orang lain untuk menikmati kenyamanan dan tidak terganggu oleh asap rokok. Oleh karena itu hendaknya setiap perokok selalu mengingatkan diri mereka sendiri untuk selalu memilih tempat yang terhindar dari orang lain.

Orang merokok selalu akan menghasilkan buangan asap yang dihembuskan dari sisa hisapan rokok serta dari ujung rokok yang terbakar itu sendiri. Asap rokok ini tentu saja akan terbebas ke udara di sekitar yang bersangkutan. Udara yang digunakan untuk bernafas tentu saja akan mengandung asap rokok ini sehingga udara menjadi tidak segar lagi. Abu rokok juga hendaknya dibuang di asbak yang telah disediakan. Seringkali abu rokok ini juga berceceran dan membuat kotor lantai atau meja yang berada di dekatnya. Kondisi seperti ini tentunya cukup mengganggu orang di ruangan itu.

Perokok yang lebih egois lagi adalah orang yang merokok sambil mengenderai sepeda motor. Saya sering melihat di jalanan ada pengendara motor baik yang di depan ataupun yang membonceng, tetap aktif memegang sebatang rokok yang menyala. Sambil melaju, aktivitas merokok tetap dilakukan dengan asyiknya. Pada dasarnya hal ini juga cukup mengganggu bagi para pengguna jalan lainnya, sama seperti aktivitas merokok di ruangan tertutup yang mengganggu orang di ruangan tersebut.

Merokok sambil bermotor, serasa dunia milik sendiri, mungkin ya.... tidak tahu banyak orang yang terganggu (sumber foto : yamahasumberbarumotor-blogspot.com)

Merokok sambil bermotor, serasa dunia milik sendiri, mungkin ya.... tidak tahu banyak orang yang terganggu (sumber foto : yamahasumberbarumotor-blogspot.com)

Rokok yang dalam kondisi menyala di jalan akan terbakar lebih cepat. Hal ini karena ada tiupan angin selama motor melaju. Pada situasi seperti ini tidak hanya asap rokok yang keluar, melainkan percikan rokok yang keluar. Percikan rokok yang masih menyala ini dapat membakar baju perokok sendiri. Selain itu juga dapat membahayakan sesama pengguna jalan yang berada di belakang motor perokok.

Saya yakin banyak orang yang pernah mengalami pengalaman saya bermotor di belakang seorang pengendara motor yang merokok di jalan. Percikan rokok yang masih menyala sering beterbangan khususnya saat rokok baru saja dihisap oleh yang bersangkutan. Percikan nyala yang beterbangan berwarna merah ini cukup terlihat pada waktu malam hari. Kalau sudah seperti ini paling saya tinggal mengutuk saja dalam hati.

Saya sendiri bukan seorang yang anti rokok sama sekali, karena kadang juga merokok. Di keluarga saya juga terdapat beberapa saudara yang merokok. Tetapi kalau berjumpa orang yang merokok sambil mengendarai sepeda motor seperti ini akan timbul antipati pada orang egois seperti ini.

Sebenarnya cukup mudah saja bagi yang bersangkutan. Orang berkendara tidak mungkin akan memerlukan waktu lama. Jadi sebenarnya aktivitas merokok ini dilakukan sebelum atau sesudah berkendara saja. Seringkali orang merasa sangat tergantung untuk merokok setiap saat, kalau seperti ini hendaknya yang bersangkutan beristirahat sebentar untuk merokok ini.

Analogi yang paling pas adalah kalau anda merasa tidak suka dikentuti orang, maka hendaknya jangan buang angin sembarangan. Hal yang sama adalah tentu saja akan ada orang yang tidak suka terkena asap rokok atau percikan asap rokok dari anda.

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s