Satu oleh-oleh yang khas dari daerah Dieng atau Wonosobo adalah Kacang Koro. Kacang yang berwarna kuning ini memiliki rasa renyah dan asin karena dibubuh bumbu garam. Produk ini merupakan satu pilihan oleh-oleh yang perlu dibeli baik untuk dimakan sendiri atau untuk diberikan kepada keluarga dan teman lain.

Produk kacang koro ini tersedia dua macam. Ada satu produk kacang koro yang berwarna kuning dan terlihat bersih. Produk yang satu lagi adalah kacang koro yang masih memiliki kulit ari berwarna coklat gelap.  Untuk yang ini, sebenarnya kulit ari juga dapat dimakan begitu saja, namun ada juga orang yang memakan dengan membuang kulit ari ini.

Oleh-oleh kacang koro dari Dieng.

Oleh-oleh kacang koro dari Dieng.

Kacang koro tersedia dalam kemasan 100 gram dan 250 gram dengan isi yang relatif cukup untuk cemilan. Harganya pun relatif terjangkau dan tidak begitu mahal khususnya dibandingkan dengan kacang mete atau emping melinjo. Untuk kacang koro yang masih membawa kulit ari, maka harganya lebih murah.

Kacang ini dibuat dari kacang polong serupa kacang panjang, hanya lebih pendek dan besar. Tanaman ini termasuk jenis tanaman merambat dan menghasilkan buah kacang yang dapat dipetik secara berterusan.  Didunia Internasional tanaman ini dikenal dengan nama JACK BEAN atau HORSE BEAN, sedangkan di Indonesia dikenal sebagai tanaman ; Kacang Mekah, Koro Bedog, Koro Pedang ( Jawa Barat ), koro Bendo ( Jawa Tengah ), Koro Wedung ( Madura ) dan di daerah Sumatra Barat sering disebut Kacang Kayu. Di ladang penduduk, tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman yang ditumbuhkan sebagai tanaman pagar atau di pematang. Buah yang telah matang dapat dipetik untuk kemudian dijemur kering. Biji dapat dikupas untuk dijual dan diolah lebih lanjut menjadi produk kacang koro kering ini.

Tempe benguk dari bahan kacang koro.

Tempe benguk dari bahan kacang koro.

Dibandingkan nasib kacang mete yang sudah go internasional, maka nasib kacang koro ini masih minder. Produk ini hanya dikenal oleh penduduk dan wisatawan lokal saja. Mungkin dalam hal ini perlu dicari terobosan lain yang bersifat inovatif agar kacang koro ini lebih dapat dijual dan dapat diterima pada selera pasar internasional.

Tanaman kacang koro.

Tanaman kacang koro.

Pemanfaatan kacang koro selain untuk dijual sebagai kacang koro goreng, ternyata ada penggunaan lain. Di daerah Bantul, kacang koro juga digunakan untuk bahan baku pembuatan tempe dan biasa dikenal sebagai produk tempe koro benguk. Dengan ukuran biji yang besar-besar maka tempe koro benguk ini juga memiliki tampilan yang berbeda dengan tempe kedele. Mungkin karena melihat tampilan yang aneh ini banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk mengkonsumsi tempe koro ini. Padahal dari sisi rasa tidak jauh berbeda. Dari sisi lain dari kandungan gizi, tempe koro ini dinilai lebih kaya akan kandungan gizi yang terdapat di dalamnya.

Dari sisi rasa, maka kacang koro goreng yang tersedia di pasaran saat ini adalah dominan dengan rasa asin. Hal ini disebabkan karena penggunaan bumbu garam yang ditambahkan pada saat pengolahannya. Rasa asli kacang koro menjadi kurang begitu tampak. Memang perlu hal ini dicari alternatif komposisi bumbu yang mampu menghasilkan rasa yang karakteristik dan enak untuk kacang koro ini.

Dari sisi tekstur dan kekerasan, maka kacang koro goreng perlu dibuat lebih lunak. Sekarang ini sebenarnya sudah tidak begitu keras karena orang dapat menggigit dan mengunyahnya dengan mudah. Akan tetapi kalau menginginkan kacang mete sebagai perbandingan, maka hal ini masih perlu diolah secara khusus lagi untuk menghasilkan tekstur dan kekerasan menyerupai kacang mete tersebut.

Apabila dua hal ini dapat dicapai oleh para produsen kacang koro goreng, maka pemasaran produk ini dapat diperluas. Terlebih jika nantinya produsen menerapkan proses produksi dengan standar hieginis sehingga produk ini dapat diekspor.

Menjemur buah kacang koro agar kering.

Menjemur buah kacang koro agar kering.

Biji kacang koro yang sudah dikupas.

Biji kacang koro yang sudah dikupas.

Kacang koro yang enak.

Kacang koro yang enak.

Iqmal Tahir

ps. Informasi soal budidaya dan tanaman kacang koro dapat di baca di web ini atau web ini. Baca juga artikel terkait di link ini.

31 responses »

  1. Koro Pedang mengatakan:

    sangat menarik info produknya,emang skr lgi pengembangan dan penanaman koro pedang terutama di sulsel

  2. fifah mengatakan:

    gmn caranya supaya tekstur koro jadi lbh lunak,,selain perebusan ada perlakuan lain or penambahan bhn lain g?

    • Iqmal mengatakan:

      wah ni harus dijawab oleh ahli teknologi pengolahan bahan pangan nih…. maaf mba, terus terang saya tidak menguasai bidang ini…..memang kalau dirasakan kacang koro itu agak keras ya saat digigit….

  3. maria mengatakan:

    mas menjual kacang koro pedang ?
    lokasi dmna ?

    • Iqmal mengatakan:

      saya itu bukan wiraswasta/petani kacang koro, hanya senang mengajar, meneliti dan menulis saja… jadi bukan atau belum bergerak langsung dengan emproduksinya… tapi yang jelas di tulisan ini banyak memancing para penggiat petani/produsen kacang koro, masing-mas9ing ada emailnya yang bisa dic ek di link dalam nama penulisnya…. silakan….

  4. Dani MD mengatakan:

    Lanjutkan Bos…Kebetulan kami dari DPP Gerakan Ekonomi Rakyat Mandiri/GERAM, sedang mengusung program Budidaya dan Tata Niaga Koro pedang sejak tahun 2008

  5. Eko Yunianto mengatakan:

    aku punya banyak bila ada yg membutuhkan bisa hubungi di 085641681607 & 081326809115

  6. rhalim mengatakan:

    kami sudah menanam dan panen bagi yang berminat menbeli bisa hubungi kami :081387734492

    • Iqmal mengatakan:

      mantap…. hehe… blog ini lumayan jadi tempat sarana tukar menukar informasi jualan ya, tidak masalah… semoga bermanfaat semuanya….statistik untuk artikel ini juga tinggi kok jadi mungkin transaksi bisa langsung pada masing-masing pihak ya…

  7. muji mengatakan:

    diulas cara bikin kue ato kacang koronya donk. Kbtulan aku jg pny sdkt koro pedang dirumah nich.

    • Iqmal mengatakan:

      hehe… dicari sendiri di internet ya yang mengulas soal itu, kalau sudah dipraktekkan dan jangan lupa dikirim sampelnya ke saya….

  8. ferdy mengatakan:

    kmi pelasana dan pembina kacang koro pedang disulawesi merasa prihatin pada petani koro atas anjloknya haraga kacang koro dan tidak mendapat perhatian dri pemerintah, sebagian para pedagang asal pulau jawa dengan seenaknya membeli hasil petani dengan harga murah,bahkan ada yg membeli dibawah harga 2000 bahkan ada yg mengatakan klo kcang kooro gk laku lagi; kasian petani kan?
    yg butuh informasi koro sulawesi silahkan hub.0813 4636 4663

  9. ferdi mengatakan:

    kami siap kerja sama kacang koro pedang bagi yg berbisnis di bidang ini kami siap 100 ton per bulan haga 4000 di gudang kami di sidrap sulsel, hub,081346364663

  10. roro nawang wulan mengatakan:

    Mas, bisa di share kah cara pembibitan kacang koro, saya tertarik untuk membudidayakannya. matur nuwun

  11. ferdy mengatakan:

    askum, ne saya mau tawarkan koro pedang lagi ne skarang saya ada stok 200 ton baru panen di klompok tani kami bagi yg minat ne silahkan telpon aja yah harga bisa nego langsung ne nope saya 081346364663. tks

  12. cucu ki penjawi mengatakan:

    Banyak lahan “tidur” alias nganggur kethekur…saya punya lahan 800 m2, saya tanami ketela pohon dan koro benguk. Untuk benguknya baru dua kali panen. Hitung-2 satu biji bibit bisa hasilkan 300 lipat lho! tahun pertama aku panen 20 kg, harga pas bagus Rp.8.500/kg dibeli pembuat tempe, tahun ke dua ini dari biji yg jatuh tumbuh sendiri panen 26 kg. Nah mari kita manfaatkan lahan tidur agar produktif, menghasilkan uang, dan samben kegiatan sebagai pns untuk hiburan di hari libur Sabtu, Minggu.

  13. abijan64 mengatakan:

    Dalam teks dinyatakan koro sebagai tanaman merambat, namun gambar memperlihatkan jenis tanaman tegak bersifat perdu. Koro yang merambat merupakan koro dengan nama Canavalia Gladiata, sedangkan yang tipe tegak adalah Canavalia ensiformis. Untuk membuat 500 g koro goreng yang renyah dan gurih maka koro sebelum digoreng, bijinya direndam dengan air dingin selama 3 jam lalu ditiris sekitar 5 menit Selanjutnya direndam lagi dalam air panas (baru mendidih dengan diberi backing powder 20 g dan dibiarkan hingga airnya dingin lalu ditiris sekitar 5 menit. Selanjutnya dimasukan dalam baskom dan diberi irisan bawang putih dan garam secukupnya, dibiarkan sekitar 10-15 menit sblm digoreng. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s