Pagi hari sudah biasa dilakukan dengan minum teh pahit sambil menikmati bacaan surat kabar langganan. Aktivitas multi tasking ini berlangsung sambil telinga (dan sesekali mata) mengikuti berita pagi di televisi. Biasanya setelah berita di surat kabar habis dipelototi langsung ambil ballpoint untuk asah otak dengan mengisi kolom teka teki silang mini atau sudoku.

Hal ini sudah sering dilakukan saat di rumah. Akan tetapi hari-hari ini ada sesuatu yang kurang. Ternyata hal ini karena koran terbitan ibukota yang dilanggan tidak bisa datang pada pagi hari. Loper koran yang biasanya mengantar (tepatnya melempar) koran di depan pintu sekitar pukul 6 pagi, sekarang hanya lewat saja. Pada jam itu, loper koran ini masih mengantar koran ke beberapa rumah dan melewatkan rumah kami. Ternyata loper ini hanya mengantar koran terbitan lokal saja.

Koran langganan di pagi hari.

Koran langganan di pagi hari.

Koran yang kami langgan baru diantar siang sekitar pukul 8 bahkan lebih sampai pernah hamper pukul 10 pagi. Kejadian keterlambatan surat kabar terlambat ini sudah berlangsung beberapa kali dalam dua minggu ini. Tentu saja ada rutinitas yang berbeda kalau sudah seperti ini.

Setelah ditanyakan pada sang pengantar, hal ini ternyata karena keterlambatan ekspedisi surat kabar itu sampai di tingkat pengecer. Surat kabar nasional yang tadinya dicetak jauh dengan memiliki percetakan di beberapa tempat, ternyata harus memproses ulang penerbitan yang beredar hari itu. Untuk diketahui sekarang surat kabar nasional tidak diperbolehkan lagi menerbitkan koran terbitan lokal, jadi harus sama untuk seluruh wilayah. Termasuk untuk koran yang dilanggan di tempat kami yang harus menyesuaikan.

Kalau sudah seperti ini, tanggung jawab yang seharusnya ada pada penerbit akan berakibat pada banyak orang. Dalam hal ini termasuk para armada ekspedisi yang membawa bundelan dari percetakan ke banyak daerah. Bagi loper koran juga ikut terkena getahnya, mereka harus bekerja dua kali.

Para loper koran tentu saja menyediakan jasa pengantaran koran berlangganan bagi para konsumennya tidak hanya satu koran saja. Mereka menawarkan berbagai koran baik lokal maupun nasional yang dilanggan oleh para konsumennya. Untuk koran pagi biasanya akan dibawa dan diedarkan sekaligus sesuai dengan rute para pelanggannya. Koran ini umumnya sampai ke tangan loper pada waktu yang hampir bersamaan sehingga dapat diedarkan sekaligus. Akan tetapi jika ada satu koran yang terlambat, maka koran ini akan ditinggal dulu. Loper koran tidak akan menunggu koran ini untuk kemudian pergi berkeliling, karena akan lebih banyak pelanggan yang terganggu. Konsekuensi hal ini adalah loper koran akan kembali mengambil koran yang terlambat untuk kemudian diedarkan berkeliling kembali. Dengan kejadian seperti ini jelas akan ada waktu tambahan, demikian juga diperlukan biaya bahan bakar untuk motor karena harus berkeliling kembali.

Kalau untuk para agen koran yang berjualan di kios maka mereka tidak begitu terpengaruh. Satu pengaruh yang mungkin adalah jika ada pembeli yang memerlukan koran tersebut saat koran belum sampai, maka hal ini dapat mengurangi jumlah pembeli di kios tersebut.

Bagi pelanggan, pengaruh yang jelas adalah harus menyesuaikan waktu bacaan. Seperti saya saat ini yang terbiasa membaca koran di pagi hari, tentu saja akan hilang acara akses berita cetak seperti ini. Saya terbiasa membaca berita koran sekitar jam 6 pagi, jadi akan ada hal yang hilang kalau sudah seperti ini. Dahulu saya berlangganan koran yang sama melalui loper yang berbeda, namun pernah ada satu waktu dimana hampir dua minggu berturut-turut loper koran tersebut datang agak siang. Ternyata yang bersangkutan mengubah jadwal rute sehingga tempat saya diberikan di akhir rute. Akhirnya saya putuskan untuk ganti loper koran yang bisa datang dan mengantar koran lebih pagi. Melihat kasus di atas dimana koran terlambat karena pihak penerbit, maka jangan-jangan saya perlu berpikir ulang untuk ganti langganan koran dengan penerbit yang lain.

Aktivitas baca koran sudah jadi kebutuhan siapa saja.

Aktivitas baca koran sudah jadi kebutuhan siapa saja.

Saat kejadian Koran terlambat seperti ini biasanya ada aktivitas lain yang bisa dilakukan juga. Acara minum teh dan mendengarkan berita televise, khususnya acara berita sepakbola tetap dilakukan. Alternatif lain kalau menginginkan akses berita lain adalah dengan membuka internet untuk mengakses portal berita online.

Alternatif lain adalah mengisi waktu dengan menulis artikel tidak berguna kayak artikel ini. Jadi mohon maaf kalau pembaca hari ini membaca postingan gak jelas kayak ini. Harap maklum, kalau mau menuntut, silakan saja tuntut penerbit koran yang terlambat itu.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s