Orang berkendara di jalan raya selalu harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain dari terjadinya kecelakaan. Dari sini kemudian muncul peraturan dan tata tertib dalam menggunakan jalan. Termasuk dalam hal ini adalah ketentuan dan penggunaan asesoris kendaraan yang harus digunakan saat berkendara di jalan raya.

Untuk setiap produsen kendaraan selalu melengkapi setiap kendaraan yang dibuatnya dengan asesoris wajib yang harus ada. Sebagai contoh adalah isyarat lampu rem yang harus berfungsi untuk menandakan bahwa kendaraan itu melambat. Isyarat bunyi klakson untuk memberi isyarat atau perhatian bagi pengguna jalan yang berada di depan. Termasuk juga hal ini adalah isyarat lampu untuk berbelok yakni lampu sign yang digunakan sebagai penunjuk kendaraan akan berbelok, baik belok ke kanan maupun ke kiri. Asesoris yang terdapat pada kendaraan ini masih tersedia yang lain misal untuk kaca spion untuk melihat bagian belakang, lampu dekat dan lampu jauh, dan asesoris standar lainnya.

Untuk berbelok tentu saja pengguna harus menggunakan isyarat lampu sign yang ada. Jika berbelok kanan maka harus ada isyarat lampu ini yang standarnya adalah berwarna kuning dan menyala secara periodik. Demikian juga untuk isyarat berbelok ke arah kiri. Lampu signini terletak di bagian depan dan belakang kendaraan sehingga setiap pengguna jalan dapat melihat dengan jelas isyarat tersebut dan langsung mengetahui bahwa kendaraan itu akan berbelok. Dengan demikian pengguna jalan yang lain dapat menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi tersebut.

Lampu isyarat belok di bagian depan motor.

Lampu isyarat belok di bagian depan motor.

Asesoris lampu berbelok adalah wajib di setiap kendaraan.

Lampu isyarat belok di bagian belakang motor.

Segera setelah kendaraan berbelok maka mestinya isyarat lampu dimatikan kembali sehingga tidak membingungkan pengguna jalan yang lain. Untuk lampu isyarat berbelok pada mobil, maka langkah mematikan ini biasanya telah diset otomatis segera setelah posisi setir kemudi normal kembali. Tetapi untuk sepeda motor maka isyarat lampu harus dimatikan sendiri oleh pengemudi. Jika terlupa maka akan sering membingungkan pengguna jalan lain khususnya bagi pengendara yang berada di belakangnya. Hal ini dapat mengganggu misal menjadi situasi ragu-ragu untuk menyalip dan keraguan lainnya.

Isyarat berbelok ini seringkali dapat dilakukan tidak hanya menggunakan lampu isyarat. Hal ini seringkali terjadi karena kondisi lampu isyarat yang rusak atau karena pengendara ingin memastikan langkah membelok bisa berlangsung lebih aman. Ternyata isyarat berbelok yang ada dan banyak dipraktekkan para pengguna jalan ini sering dijumpai cukup banyak dan bermacam-macam.

Ada beberapa isyarat yang ternyata biasa dilakukan orang untuk berbelok ini. Satu isyarat yang paling banyak dilakukan adalah dengan menggunakan tangan. Tentu saja jika ingin berbelok ke kanan maka menggunakan tangan kanan dan jika ingin berbelok ke kiori menggunakan tangan kiri. Tangan dilambai-lambaikan untuk memberi isyarat bagi pengendara di belakang dan depan supaya mengetahui dan memberi kesempatan untuk berbelok. Variasi yang sering terjadi adalah tangan menunjuk atau tangan bergoyang-goyang naik turun. Posisi tangan jelas bukan posisi tegak lurus ke arah samping karena dapat terserempet kendaraan lain yang melaju.

Berbelok dengan isyarat tangan.

Berbelok dengan isyarat tangan.

Satu hal yang unik adalah jika berbelok ke kanan maka tangan harus melepas dari gas. Saya pernah menjumpai juga pengemudi yang berbelok ke kanan dengan menggunakan isyarat memakai tangan kiri yang diacungkan ke kanan. Kemungkinan adalah karena tangan kanan tetap harus difungsikan untuk memutar setelah gas.

Paling lucu lagi adalah cara berbelok oleh teman saya. Lampu isyarat motor yang digunakan memang tidak berfungsi. Oleh karena itu dia harus menggunakan anggota badannya untuk digunakan sebagai tanda isyarat berbelok ini. Namun dia bukan menggunakan tangan, melainkan kaki yang diangkat dan dijulurkan untuk penanda. Jadi kalau akan berbelok ke kanan, dia akan mengangkat kaki kanan dan dijulurkan berayun-ayun ke samping kanan sebagai isyarat. Demikian juga kalau berbelok ke arah sebaliknya. Cukup nyeleneh juga hal yang dilakukannya. Hal ini kadang memancing senyum juga, walaupun kalau dipikir hal ini juga memancing risiko terserempet.

Soal berbelok dengan isyarat menggunakan kaki ini, saya menemukan satu tulisan yang lucu. Baca saja langsung di blog yang bersangkutan di sini.

Kaki untuk isyarat belok ? Kalau dalam touring untuk menunjukkan ada lubang di sisi kanan.

Kaki untuk isyarat belok ? Kalau dalam touring untuk menunjukkan ada lubang di sisi kanan.

Ini gambar isyarat kaki bahwa Valentino Rossi mau belok apa ya ?

Ini gambar isyarat kaki bahwa Valentino Rossi mau belok apa ya ?

Hal yang jelas pokoknya kalau anda akan berbelok tetap harus memberikan isyarat berbelok sehingga pengguna jalan yang lain dapat mengetahui. Jangan sampai berbelok tiba-tiba tanpa ada isyarat apapun. Jika rombongan bebek saja yang akan berbelok ada tanda, maka pengguna jalan yang mestinya lulus ujian mengemudi juga harus memberi isyarat.

Dari sisi hukum, aturan memberi tanda isyarat akan berbelok juga diatur.  Undang-undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang merupakan pengganti UU Nomor 14 Tahun 1992, mengatur soal ini. Bagi pengemudi yang tidak memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan ketika akan membelok atau berbalik arah, mereka akan dikenakan Pasal 294 jo Pasal 112 (1). Polisi akan mendenda mereka sampai Rp 250.000.

Jadi mau ingin selamat dan terhindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan, tentu saja, sebelum harus memberi isyarat. Isyarat yang benar tentu saja menggunakan lampu isyarat yang standar. Jangan lagi pakai tangan, apalagi pakai kaki.

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s