Kebiasaan orang untuk buang air, baik air kecil maupun air besar biasa dilakukan di kamar kecil. Di toilet jelas harus ada fasilitas toilet untuk tempat melaksanakan hajat penting ini. Saat ini secara praktis tersedia dua macam toilet yakni jenis toilet jongkok dan toilet duduk. Bagi orang timur jelas lebih umum menggunakan toilet jongkok. Mungkin hal ini karena adaptasi kebiasaan turun temurun orang untuk melaksanakan hajat buang ini dengan menggunakan lubang di tanah atau di sungai. Kalau untuk toilet duduk adalah merupakan kebiasaan bagi orang barat yang kemudian dibawa menyebar ke seluruh dunia.

Secara teknis bentuk toilet jongkok merupakan dudukan lubang dimana orang dapat jongkok di atas lubang tersebut. Lubang ini kalau di daerah pelosok, biasanya toilet berada di atas bak penampungan tinja sehingga kotoran manusia yang keluar langsung jatuh masuk ke dalam bak. Desain seperti ini tentu saja menimbulkan efek bau yang menyebar dan kurang hieginis. Dalam perkembangannya bak penampungan tinja dilakukan terpisah berupa septictank yang terhubung melalui sambungan pipa. Toilet jongkok yang digunakan pun menyesuaikan berupa toilet dengan desain model leher angsa. Desain ini menyebabkan kotoran tertampung dalam lekukan pipa yang berisi air. Pada keadaan kosong, keberadaan air ini dapat menghambat bau yang keluar dari septictank. Kalau di Indonesia sudah banyak, toilet model ini berbentuk lubang yang rendah dari jarak kaki orang di atasnya. Kalau di negeri jiran, lubang toilet jenis ini termasuk berukuran cukup dalam dengan kedalaman lubang hampir setengah meter dari atas.

Stiker anjuran penggunaan toilet duduk yang benar.

Stiker anjuran penggunaan toilet duduk yang benar.

Toilet model duduk ini didesain untuk orang melaksanakan hajat dalam posisi menduduki toilet. Desain toilet ini jelas harus kokoh untuk menahan orang yang berada di atasnya. Ukuran toilet ini juga terletak tinggi seukuran kursi sehingga orang yang menggunakannya dapat duduk nyaman di atas lubang toilet.

Dalam kenyataannya orang untuk melaksanakan hajat ini dipengaruhi jenis toilet yang selama ini digunakan sehari-hari. Orang yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok mungkin akan tidak terbiasa untuk menggunakan kamar kecil yang berisi toilet duduk. Demikian juga sebaliknya. Bagi orang yang tidak terbiasa ini mungkin akan menyebabkan aksi buang hajat menjadi kurang nyaman. Bahkan bagi beberapa orang akan menjadi buang hajat ini tidak dapat berlangsung.

Untuk orang yang terbiasa menggunakan toilet jongkok, jika kemudian menemui toilet duduk, maka biasanya akan melakukan aksi terlarang berupa jongkok di atas toilet duduk. Mengingat aksi ini dilakukan di kamar kecil tanpa sepengetahuan orang lain yang berada di dalamnya, maka jelas hal ini tidak akan diketahui orang lain. Tentu saja hal ini sebenarnya tidak dianjurkan karena memang toilet tidak didesain untuk tempat jongkok. Kaki orang yang berjongkok di atasnya jelas akan berpijak pada sisi yang kecil sehingga menjadikan posisi jongkok kurang stabil dan harus berpegangan supaya tidak jatuh. Selain itu tentu saja akan menyebabkan daerah tepi toilet menjadi kotor karena terinjak kaki.

Untuk mencegah orang melakukan buang air dengan jalan berjongkok di atas toilet duduk, maka biasanya di dalam kamar kecil itu dipasangi stiker larangan. Tetapi tentu saja larangan ini tidak efektif, karena di dalam orang bisa saja melanggar larangan ini tanpa ketahuan.

Baru-baru ini saya memperoleh satu gambar di halaman FB teman yang memajang foto fasilitas toilet yang mampu mengatasi masalah seperti ini. Gambarnya adalah seperti terpasang berikut ini. Toilet ini infonya adalah terdapat di masjid di daerah Blitar.

Toilet duduk yang bisa untuk orang jongkok...

Toilet duduk yang bisa untuk orang jongkok...

Toilet yang digunakan aslinya adalah toilet duduk. Namun di sekeliling pinggiran toilet ini dimodifikasi dengan dicor semen dan dilapisi keramik, sehingga orang dapat juga berjongkok di atas lubang toilet duduk ini dengan nyaman.

Pertama kali melihat gambar ini, saya langsung tertawa sebagai respon atas kreativitas pengelola kamar kecil tersebut. Jadi toilet ini bisa berfungsi ganda alias mode dual on (ini sih meniru istilah handphone sekarang yang bisa untuk dua macam kartu provider). Jadi orang mau jongkok, silakan. Mau duduk, silakan. Saya yakin orang yang jongkok pasti memilih meletakkan kaki-kakinya di atas keramik, bukan di atas pinggiran toilet yang biasanya untuk duduk ini.

Iqmal Tahir

2 responses »

  1. Eko Setyobudi mengatakan:

    ….jongkok boleh…duduk boleh….asal jangan berdiri to pak..:) hem….legaaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s