Teman makan di mana saja yang paling cocok adalah segelas air minum. Air dikonsumsi oleh banyak orang untuk pelepas dahaga dan tentunya untuk menjaga kebutuhan pasokan air di dalam tubuh. Saat makan, air minum sering digunakan untuk mendorong makanan masuk dalam sistem pencernaan sehingga lebih cepat dicerna atau istilahnya biar tidak seret.

Kalau orang melakukan aktivitas makan di tempat makan atau warung di luar rumah, maka pesanan harus lengkap antara makanan dan minuman pendampingnya. Soal minuman ini ternyata sering jadi satu item yang diandalkan para pemilik warung makan. Jadi untuk diketahui para pembaca bahwa keuntungan penjualan minuman dapat mencapai 100 % lebih. Nilai keuntungan ini ternyata jauh lebih besar dari margin keuntungan penjualan makanan itu sendiri.

Tulisan ini sih bukan menceritakan tentang keuntungan hasil penjualan minuman, melainkan soal lain yakni soal air putih. Jadi kalau di warung makan, umumnya mereka menyediakan minuman standar adalah air teh dan air jeruk. Variasi dari minuman ini adalah minuman panas atau minuman dingin yang ke dalam gelasnya ditambahkan es batu. Selain itu juga ada minuman lain seperti kopi, jus buah-buahan atau minuman tradisional seperti asam, wedang jahe, wedang uwuh, susu dan lain-lain. Biasanya minuman-minuman ini dibuat mereka sendiri atau ada juga yang menyediakan minuman buatan dari pabrik seperti teh dalam kemasan, softdrink atau minuman sari buah. Satu jenis minuman yang tidak ketinggalan adalah air putih.

Soal air putih ini sebenarnya merupakan air matang yang siap minum tanpa ada tambahan bahan perasa atau pewarna lainnya. Jadi air dimasak sampai matang dan didinginkan maka sudah siap minum.

Air putih bagi orang sehat sangat dianjurkan karena dapat diserap tubuh secara cepat. Bahkan ada saran untuk setiap harinya mengkonsumsi air putih minimal dua liter. Bagi orang yang menderita diabetes, pilihan air putih adalah yang paling baik karena tidak mengandung gula.

Satu lagi, air putih juga cocok bagi orang yang berhemat jika sering makan di warung. Kalau di warung-warung di Yogya dan daerah Banyumas, para pemilik warung makan sering menyediakan teko dan gelas untuk pengunjungnya yang berisi air putih secara gratis. Maksudnya yang gratis adalah air putihnya. Kalau pemilik warung makan yang tidak menyediakan hal seperti ini maka pengunjung juga dapat memesan air putih. Harga segelas air putih ini tentu saja akan lebih murah daripada minuman teh atau jeruk.

Minum air putih apa air jernih ya ?

Minum air putih apa air jernih ya ?


Tulisan ini asli hasil pikiran : Iqmal Tahir

Penamaan air putih ini menurut saya kadang lucu. Walaupun sekarang sudah terbiasa akibatnya sudah tidak dianggap aneh lagi. Air minuman yang disiapkan tanpa ada tambahan bahan lain ini sebenarnya berwarna jernih. Ini berbeda dengan minuman lain yang memiliki warna karena kandungan bahan-bahan tambahan, seperti minuman teh yang berwarna coklat, minuman jeruk yang berwarna kuning atau minuman kopi yang berwarna hitam. Ada satu jenis minuman lain yang malah justru nyata berwarna putih yakni susu. Jadi kalau yang lebih tepat disebut dengan air putih adalah minuman susu ini. Kalau sebutan air putih ini sebenarnya lebih tepat lagi adalah air bening. Hal ini karena memang airnya bening atau jernih.

Waktu saya masih kecil, air putih ini disiapkan dalam kendil tanah besar. Jadi air putih ini juga disebut air kendil. Padahal seiring waktu, kendil ini kemudian diganti dengan menggunakan bahan dari plastik, tetapi sebutan air kendil ini tetap berlaku. Sering juga air putih ini disebut air gogok, karena air dalam kendil ini sering diminum dengan cara di-‘gogok’ langsung ke mulut tanpa menggunakan gelas.

Sekarang juga banyak dijual air minum dalam kemasan atau istilah AMDK dalam wadah seperti gelas, botol atau kemasan galonan. Kalau sudah seperti ini istilah air putih ini ganti lagi menjadi satu nama merek pioner produsen AMDK ini. Satu istilah yang lebih netral adalah penggunaan istilah air mineral. Saya sendiri tidak yakin dengan standarisasi air minuman yang diklaim mengandung banyak mineral ini karena pada dasarnya air di alam sudah mengandung mineral secara alami.

Sebutan air putih kalau di Malaysia berbeda lagi yakni dengan istilah air kosong atau air suam. Air suam adalah istilah air putih yang hangat, sedangkan air kosong adalah air putih yang diberi es batu. Sebutan ini kadang juga terasa aneh karena minuman yang disajikan hangat biasanya juga tidak hanya air putih saja. Untuk air kosong malah lebih aneh lagi, harusnya kosong malah berisi es batu. Mungkin yang pertama kali memberi julukan air kosong ini dulu seorang ahli kimia. Es batu dan air kan sama-sama merupakan molekul air yang hanya berbeda fasanya saja, jadi diberi nama dengan istilah air kosong tidak masalah.

Segelas air bening yang menyegarkan.

Segelas air bening yang menyegarkan.

Air kosong tapi ada tidak kosong karena ada es batunya.

Air kosong tapi ada tidak kosong karena ada es batunya.

Ok jadi yang penting kalau mau pesan minuman pakai istilah air putih, air bening atau air kosong, silakan saja. Yang penting disesuaikan dengan tempat dimana warung makan itu berada, asal jangan pesan gelas kosong saja, nanti malah keseretan.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s