Kalau berburu masakan yang enak, salah satu pilihan yang dituju adalah makanan seafood. Untuk makanan seafood ini selain udang, cumi atau ikan maka yang paling menarik adalah kepiting. Di pasaran kepiting terdapat dalam dua jenis yaitu kepiting hijau dan rajungan. Kepiting dapat dimasak dengan jalan tumis asam atau dibuat sop.

Kepiting hijau dikenal sebagai kepiting bakau, karena memang hidup di daerah air rawa atau kawasan pohon bakau di tepi pantai. Kepiting ini hidup di perairan yang ditumbuhi banyak pepohonan bakau dengan akar yang saling menggantung. Dengan berlindung dari sistem perakaran pohon bakau dan semak-semak maka kepiting ini dapat aman berkembang biak an tumbuh besar. Kepiting ini dapat ditangkap dengan jalan dipancing khusus atau diburu dengan jalan diperangkap. Setelah ditangkap kepiting ini masih tetap hidup di udara karena memang tahan. Kepiting ini tetap bergerak aktif, karena itu kaki-kaki kepiting diikat kuat dengan menggunakan tali atau pelepah daun pisang. Kalau kepiting banyak bergerak maka daging yang ada di bagian capit dan kakinya akan menyusut.

Rajungan adalah jenis kepiting atau ketam yang hidup di dalam air laut. Setiap saat rajungan hidup di dalam air dan tidak tahan untuk dibawa ke udara terbuka. Kalau diangkat dari air maka rajungan sebentar saja akan mati. Rajungan terdapat dalam beberapa jenis yakni yang berwarna putih terang, ada yang berwarna coklat kehijauan dan ada yang berwarna abu-abu.

Kepiting bakau siap jual.

Kepiting bakau siap jual.

Gambar kepiting bakau

Gambar kepiting bakau atau kepiting hijau yang diragukan kehalalannya.

Kepiting rajungan.

Kepiting rajungan. Kalau uang ini sudah pasti halal.

Kepiting dan rajungan memiliki cangkang yang berbeda warnanya. Namun kalau direbus maka cangkang ini semua berubah menjadi merah oranye. Hal ini karena terdapat kandungan khitin yang berada di dalam cangkangnya yang keras itu.

Sebenarnya yang ingin saya tuliskan dalam artikel ini adalah terkait dengan status kehalalan binatang ini. Bagi umat Islam untuk binatang yang hidup di dua alam maka akan diharamkan untuk dimakan. Jadi hewan seperti katak, buaya atau hewan amfibi lainnya dilarang untuk dimakan.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa antara kepiting dan rajungan ternyata berbeda. Rajungan begitu diangkat dari air akan cepat mati, sehingga dianggap sebagai hewan air. Namun untuk kepiting bakau akan berbeda, hewan ini masih dapat bertahan hidup sampai jangka waktu lama. Lagipula hewan ini di alam juga sering dijumpai berada di daratan dekat pepohonan bakau. Dari alasan ini sering orang berpandangan juga bahwa kepiting hijau adalah termasuk hewan amfibi. Oleh karena itu kepiting juga termasuk hewan yang diharamkan.

Perspektif kepiting sebagai binatang air.

Perspektif kepiting sebagai binatang air.

Pembahasan seperti ini baru lebih akurat jika disampaikan oleh ahlinya. Untuk hewan maka para biologis inilah yang perlu menentukan pendapatnya. Dari beberapa biologis yang mengungkapkan hal ini ternyata menyatakan bahwa kepiting hijau itu adalah tergolong pada hewan air, dengan beberapa ciri-ciri yang terdapat di hewan itu. Binatang ini tetap memiliki insang dan ciri lain sebagai hewan air.

Kalau saya ikut mengamini soal hal ini untuk cenderung bahwa kita tetap diperbolehkan untuk makan kepiting hijau ini. Lagipula kalau kita melihat misal untuk hewan lain adalah kerang. Kerang itu adalah hewan air, tetapi hewan ini juga tahan kalau diangkat dari dalam air. Saya kebetulan punya langganan penjual kepiting ini di Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta. Tepatnya adalah di belakang halte bis Trans Jogja depan BRI Cik Di Tiro. Penjual kepiting ini selalu juga menjual kerang. Hewan-hewanini dijual dengan jalan ditumpuk di atas nampan di udara terbuka. Namun hewan-hewan itu tetap hidup, penjualnya hanya sesekali saja menciprat-cipratkan air ke atas tumpukan hewan itu mungkin untuk menjaga kelembabannya.

Jadi menurut anda tetap halal atau haram nih ? Kepiting itu baru dikatakan haram kalau anda memperolehnya bukan dengan jalan membeli, namun dari mencuri, hehe….

Kepiting bangau besar.

Hati-hati lho dengan kepiting, bisa menggigit kuat dengan capitnya.

Iqmal Tahir

3 responses »

  1. alim mengatakan:

    Pak, yang menurut orang yang hidup di dua alam itu seperti katak yang waktu lahirnya jadi kecebong dia harus hidup di air kalau keluar air maka mati, setelah dewasa dia bisa hidup di darat. Itu mungkin yang dimaksud hidup di 2 alam.
    kalau buaya haram kemungkinan karena termasuk binatang bertaring , buas dan berkuku tajam. dia waktu netas tidak harus hidup di air.
    Kalau kepiting hijau seperti katak, yang setelah netas dia harus di air terus maka itu haram,

    • Iqmal mengatakan:

      Kepiting menurut ahli biologi adalah hewan air, salah satu ciri utamanya adalah memiliki insang…. jadi menurut keyakinan saya, masih diperbolehkan. Tetapi kalau memang dirasa tetap tidak yakin, silakan ditinggalkan. Yang penting jangan banyak2 makan kepiting, rajungan, udang atau lobster, hehe…. kholesterol tinggi !

  2. […] juga tulisan lain soal Kepiting : Status Kehalalan Kepiting Hijau Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s