Pelat nomor kendaraan digunakan sebagai identifikasi suatu kendaraan sehingga memudahkan orang mengenali secara pasti kendaraan tersebut. Dalam hal ini setiap negara sudah memberlakukan kewajiban pemasangan nomor kendaraan itu dengan aturan tertentu dan telah diberlakukan secara lama.

Pemasangan nomor kendaraan baik untuk semua kendaraan harus mengikuti aturan yang telah diberlakukan. Pemilik kendaraan tidak boleh melanggar ketentuan akan standar pembuatan pelat nomor ini seperti ukuran, warna, jenis huruf dan informasi yang tertera dalam pelat nomor tersebut. Tentu saja jika ketentuan ini tidak berlaku maka mestinya polisi berhak untuk memberi sanksi bagi pemilik kendaraan yang menggunakan pelat nomor tidak semestinya.

Contoh pelat nomor yang tidak jelas, akibat plastik penutup yang kusam.

Contoh pelat nomor yang tidak jelas, akibat plastik penutup yang kusam.

Modifikasi pelat nomor kendaraan dilarang dan sudah secara spesifik tertulis pada pasal 280 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan : “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan kurungan 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000 (Lima ratus ribu rupiah)“. Selain itu hal itu juga melanggar ketentuan bahwa penggunaan pelat kendaraan harus resmi dan dibuat seragam sesuai dengan bunyi Pasal 68 ayat (4) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Pasal tersebut berbunyi, “Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.”

Pelat nomor yang baik seharusnya  tampak dari kejauhan sehingga informasi nomor yang tertera dapat terbaca mudah. Dalam trend sekarang ini karena alasan gaul atau alasan tertentu ternyata banyak pemilik kendaraan yang memodifikasi pelat nomor kendaraan menjadi persyaratan mudah terbaca itu hilang. Orang tidak lagi mudah membaca informasi nomor yang tertera.

Salah satu modifikasi pelat nomor ini adalah dengan penggunaan jenis huruf dan angka yang tidak standar. Saat ini dengan ketersediaan tukang pembuat pelat nomor maka hal seperti ini mudah saja. Orang tinggal memesan pelat nomor sesuai dengan yang diinginkan, termasuk juga dengan memilih jenis font yang tidak standar. Variasi jenis font ini tidak hanya berupa jenis huruf tetapi juga berupa tampilan tiga dimensi dari huruf yang ada berupa alur tiga dimensi yang digunakan.

Contoh pelanggaran pelat nomor yang tidak standar.

Contoh pelanggaran pelat nomor yang tidak standar.

Ini modifikasi plat nomor dengan bahan akrilik.

Ini modifikasi plat nomor dengan bahan akrilik.

Cara lain yang dilakukan pemilik kendaraan adalah dengan membuat tampilan warna pelat yang berbeda. Satu contoh adalah penggunaan warna putih metalik pada huruf yang tertera. Tampilan ini memang dari dekat memberi kesan yang menarik dan cantik, tapi dari sisi fungsi kalau dilihat dari jauh menjadi tidak jelas lagi karena ada efek menyilaukan.

Modifikasi warna pelat nomor yang lain adalah dengan menggunakan cat khusus untuk pemberi warna dasar pada pelat. Sebagai contoh untuk kendaraan pribadi yang menggunakan warna dasar hitam, maka dengan cat khusus ini sekilas dari dekat berupa warna hitam. Tetapi jika pelat ini dilihat dari kejauhan, akan tampak berbeda. Cat khusus ini memberikan efek keperakan yang cenderung putih, dengan demikian sekilas warna dasar pelat nomor ini tampak putih seperti warna standar untuk pelat nomor kendaraan baru. Efek hal ini juga tidak memudahkan orang membaca informasi nomor yang tertera dalam kendaran itu.

Saat ini juga ada tampilan modifikasi pelat nomor dengan menggunakan asesoris penutup dari plastik. Pada saat awal maka hal ini memang mempercantik tampilan, karena pelat nomor terbungkus rapi sehingga tidak mudah kotor. Namun dalam hal perkembangannya maka hal ini merugikan. Plastik pembungkus yang mungkin karena kualitas tidak begitu bagus sehingga seiring waktu berubah kusam dan banyak tergores. Akibatnya adalah plastik memang tetap membungkus namun sekaligus menutupi informasi nomor pelat karena berubah menjadi kusam dan tidak transparan lagi.

Penertiban akan pelanggaran bentuk dan ukuran pelat nomor kendaraan mestinya terus dilakukan. Jadi kalau diketahui ada  kendaraan yang menggunakan pelat nomor tidak standar atau penggunaan asesoris tertentu yang berakibat nomor kendaraan tidak mudah terbaca, mestinya harus langsung ditindak. Polisi harus tegas akan soal hal ini.

Pemilik kendaraan yang mengaburkan informasi nomor kendaraan secara disengaja biasanya memiliki tujuan tertentu. Pertama yang banyak terjadi, pemilik diindikasikan akan memiliki tujuan kriminal atau niat kurang baik lainnya. Dengan demikian penertiban nomor kendaraan dapat meminimalisir atau mencegah hal-hal negatif yang dimungkinkan akan terjadi.

Kalau ini jelas pelanggaran tanpa pelat nomor.

Kalau ini jelas pelanggaran tanpa pelat nomor.

Iqmal Tahir

Iklan

4 responses »

  1. motorku pake yang akrilik kayaknya keren tuh, hehe
    selamat siang, Pak

    • Iqmal berkata:

      pasang di Purbalingga banyak tuh di bengkel asesoris, yang penting informasinya tetap terlihat… tapi ya itu jadinya gak standar lagi….

  2. andi berkata:

    ah orang sirik aj tuh.. aparat aja bayak pake plat variasi.. rahasia umum itu …

    • Iqmal berkata:

      sirik tanda tak punya, hehehe…..
      ya memang harus konsisten, mau menegakkan aturan ya harus memmberi contoh yang baik….
      yang jelas, kalau kita sudah tahu itu, apa ya kita terus ikut-ikutan pasang plat variasi juga nih ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s