Pelat nomor kendaraan yang terpasang di kendaraan adalah wewenang otoritas kepolisian yang ditunjuk untuk menjalankan tugas pemberian identitas kendaraan di Indonesia. Untuk keperluan ini sudah dibuat satu standar ukuran, bahan, kualitas dan ketentuan pelat nomor lain yang dipergunakan. Dengan demikian sudah seharusnya pihak kepolisian juga lah yang berhak membuat dan mengeluarkan pelat nomor ini untuk digunakan pada seluruh kendaraan bermotor.

Salah satu ciri identitas pelat nomor yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian adalah berupa gravir simbol kepolisian di pelat tersebut. Keberadaan simbol ini menunjukkan keaslian dari pelat nomor tersebut.  Oleh karena itu setiap pelat nomor yang berlaku sudah seharusnya memiliki pelat nomor ini, sebagaimana uang kertas yang beredar itu juga sah jika dikeluarkan oleh bank sentral setempat dengan memiliki ciri-ciri otentifikasi yang khas.

Dalam perkembangannya sering muncul masalah dimana orang perlu untuk membuat sendiri pelat nomor kendaraan ini bukan dari pihak kepolisian dan menggunakannya untuk dipasang di kendaraan. Hal ini dapat terjadi karena alasan rusak, hilang terlepas atau karena alasan lainnya. Dalam prakteknya hal ini tidak dipermasalahkan oleh pihak kepolisian, namun hal ini kemudian mengundang beberapa masalah seperti pelat nomor palsu atau pelat nomor tidak standar. Dalam beberapa kasus pencetakkan pelat nomor ini kemudian digunakan untuk mendukung aksi kriminal yang tidak bertanggungjawab.

Tukang cetak pelat nomor kendaraan.

Tukang cetak pelat nomor kendaraan.

Untuk pembuatan pelat nomor kendaraan ini sekarang merupakan jadi lahan pencaharian tersendiri. Di beberapa tempat tersedia jasa pembuatan pelat nomor kendaraan. Mereka umumnya beroperasi di dekat kantor samsat untuk pengurusan pajak kendaraan dan nomor kendaraan ini. Dengan biaya relatif cukup murah maka mereka dapat melayani konsumen. Peralatan yang diperlukan memang relatif sederhana sehingga dapat mengundang orang untuk menggeluti usaha ini. Mereka hanya memerlukan pelat dengan dipotong pada ukuran standar baik untuk kendaraan roda empat, kendaraan roda dua atau kendaraan besar, serta bahan cat seperti warna putih, hitam, kuning atau merah. Untuk peralatan diperlukan pola huruf dan angka yang sesuai ukuran yang diperlukan, palu, alas, alat semprot cat dan peralatan pendukung lainnya. Dengan membuka kios sekedarnya dan memajang beberapa contoh pelat nomor yang mungkin dapat digunakan konsumen sebagai contoh, maka siap lah mereka beroperasi menunggu dan melayani konsumen. Jasa pembuatan seperti ini dapat dilakukan secara cepat tergantung dari cuaca yang diperlukan untuk proses pengeringan cat.

Konsumen dapat memesan pada tukang cetak ini untuk membuat pelat nomor kendaraan yang diinginkan. Tukang cetak ini langsung membuat tanpa pengecekan surat kendaraan atau bukti kepemilikan lainnya. Berbeda dengan kepolisian yang menghasilkan pelat nomor yang standar, maka pelat nomor ini tentu saja tidak standar. Beberapa pelat nomor memiliki ukuran yang berbeda dengan ukuran standar. Jenis huruf yang digunakan dapat dipesan sesuai dengan selera konsumen, demikian juga warna. Hal ini sering ditawarkan tukang cetak untuk melayani keperluan konsumen yang terlihat ingin tampak gaul, meskipun sebenarnya hal ini melanggar ketentuan.

Dengan kemudahan seperti ini maka sangat mudah terjadinya orang memesan pelat nomor yang tidak standar. Penindakan polisi untuk mengatasi hal ini akan lebih mudah jika dilakukan secara preventif dengan melakukan pengontrolan pada tukang pelat nomor ini. Saat ini lebih banyak penindakan dilakukan polisi hanya pada saat operasi pemeriksaan di jalan. Apabila dilakukan secara preventif mungkin pemilik kendaraan  akan jauh lebih tertib dalam hal penggunaan pelat nomor kendaraan ini.

Tukang cetak pelat nomor kendaraan.

Tukang cetak pelat nomor kendaraan.

Selain itu dengan keberadaan tukang cetak pelat nomor ini maka akan memungkin pembuatan pelat nomor palsu. Orang yang membuat pelat nomor palsu ini jelas melanggar hukum baik karena kendaraan tidak dilindungi surat-surat kepemilikan yang sah, misal karena hasil pencurian. Selain itu kendaraan dengan pelat nomor palsu dapat digunakan untuk aksi kejahatan guna penyamaran identitas.

Dengan demikian sebenarnya pihak kepolisan sangat perlu untuk melakukan tindakan penertiban pada tukang pelat nomor kendaraan ini. Dalam hal ini mereka perlu dilakukan pembinaan untuk menjalankan jasa pelayanannya. Kita juga tidak mungkin menutup dan melarang mereka untuk berhenti bekerja karena hal ini juga menjadi satu matapencaharian yang memberikan penghasilan bagi mereka dan keluarganya.

Langkah penertiban adalah dengan mendata para tukang cetak ini seperti melalui program pemberian lisensi atau sertifikasi. Untuk keperluan ini data diri mereka wajib dicatat dan kemudian dikeluarkan semacam kartu atau sertifikat bahwa mereka boleh berusaha jasa ini. Kepada mereka diberikan pengetahuan dan pemahaman untuk ketat dalam memberikan jasa pencetakkan pelat nomor ini.

Teknis pelayanan tukang dalam melayani jasa mencetak pelat nomor kendaraan juga harus diatur. Setiap pencetakkan harus dilakukan dengan menggunakan formulir isian yang di dalamnya mencantumkan nama dan alamat pemesan, nama dan alamat pemilik kendaraan sesuai yang tercantum di stnk dan nomor kendaraan. Jika perlu juga mereka harus menyerahkan fotokopi stnk ini. Jika tidak ada persyaratan ini maka mereka tidak boleh mencetak pelat nomor ini.

Layanan cetak nomor yang di luar ketentuan dan tidak memenuhi standar juga tidak diperbolehkan lagi. Tukang cetak dilarang menyediakan pelat nomor dengan ukuran yang tidak standar dan tidak menyediakan peralatan pembuatan jenis huruf yang tidak standar. Contoh-contoh pelat nomor yang tidak standar juga harus dihilangkan dari tempat pajangan.

Jika perlu maka setiap tukang cetak juga wajib membuat identitas pada pelat nomor ini. Jadi jika kepolisian membuat gravir lambang kepolisian yang tertera pada pelat nomor ini, tukang cetak ini juga wajib menera identitas mereka. Akan lebih baik jika kepolisian juga membuat kode pembuat ini sehingga akan seragam dan teridentifikasi baik. Pemberian kode ini dapat digravir kecil pada bagian belakang pelat nomor ini tanpa mengganggu fungsi dan tampilan pelat nomor itu sendiri.

Kalau apa yang saya tuliskan ini dapat terwujud, mungkin akan ada penertiban nomor kendaraan yang baik. Pemalsuan nomor kendaraan akan dapat ditekan, meskipun diyakini tidak akan dapat menghilangkan seratus persen masalah pemalsuan ini. Tetapi sepertinya langkah ini akan sangat susah karena pihak kepolisian juga sangat mungkin diragukan niatnya. Hal ini karena akan dapat mengurangi peluang tilang akan pelanggaran pelat nomor tidak standar saat operasi lalu lintas.  Hanya jika ada niat sungguh-sungguh dan komitmen yang tinggi maka hal ini dapat terlaksana.

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s