Dari dulu kalau pulang dari luar negeri, salah satu oleh-oleh yang dipesan isteri dan anak-anak adalah coklat. Permen coklat yang dibeli biasanya bervariasi sekali dengan rasa dan isi ornamen yang membuat satu permen coklat berbeda dengan yang lain. Kalau sudah begini semua jenis permen inginnya dicoba dimakan.

Permen coklat isi kacang almond.

Permen coklat isi kacang almond.

Inilah nasib sebagai negara produsen bahan baku coklat yakni biji kakao yang terkemuka, tetapi orang-orangnya masih suka mengkonsumsi coklat dari negara lain. Soalnya memang masih kurang melekat soal kualitas dengan menganggap rendah bagi permen dalam negeri. Padahal kalau dipikir coklat buatan negeri Eropa misalnya sering tidak memenuhi standar halal bagi orang Islam karena faktor salah satu kandungan bahan emulsifier yang digunakan dalam membuat permen coklat itu.

Di negeri sendiri sebenarnya sudah ada pabrik coklat terkemuka. Produk ini sebenarnya sudah dapat diterima juga oleh konsumen di tempat kita, hanya saja membanjirnya produk coklat dari luar negeri tetap membuat kompetisi terus berlangsung. Saat ini juga ada terobosan industri permen coklat dalam negeri dalam skala yang lebih kecil. Hanya saja memang pasar produk ini masih terbatas.

Coklat bar isi kacang mete.

Coklat bar isi kacang mete.

Omong-omong soal permen coklat ini, saat ini tersedia banyak jenis yang dapat kita jumpai di toko atau supermarket. Berbagai jenis coklat dengan isi kacang mete, kacang almond, susu, kismis dan lain-lain. Kacang ini dibuat sebagai salah satu pengisi permen coklat dan hal ini dapat kita lihat ada yang berupa kacang utuh ataupun kacang pecahan. Memang dari sisi produsen hal ini sangat menguntungkan. Selain memberikan varian produk coklat yang dihasilkan, ternyata hal ini juga mengurangi ongkos produksi dalam hal penurunan harga bahan baku.

Pilihan jenis kacang-kacangan tersebut seperti kacang mete dan kacang almond adalah karena rasa gurihnya yang khas. Kacang-kacang ini sendiri sudah diterima oleh konsumen apabila dimakan langsung. Namun saat dikombinasikan sebagai pengisi permen coklat maka hal ini tetap dapat diterima bahkan dapat meningkatkan penjualan produk permen coklat ini.

Saya kadang berpikir untuk mencoba satu inovasi jenis permen coklat dengan menggunakan isi kacang-kacang lokal. Untuk kacang tanah, memang tidak ada permen coklat di pasaran yang dibuat dengan variasi isi jenis kacang ini. Mungkin hal ini karena terpengaruh soal keawetan, karena untuk diketahui kacang tanah sering menyebabkan proses ketengikan cepat berlangsung. Namun jenis kacang-kacang lokal lainnya masih tersedia sangat banyak.

Satu jenis kacang yang mungkin boleh dicoba adalah kacang koro. Kacang yang biasanya hanya digunakan untuk bahan baku tempe benguk atau kacang koro goreng. Dengan sedikit inovasi maka dimungkinkan untuk pembuatan satu produk varian permen coklat dengan isi kacang koro. Hanya saja mungkin kacang koro ini lebih disukai dalam bentuk butiran pecahan karena kalau digunakan dalam bentuk utuh akan berukuran relatif besar.

Kacang koro goreng siap makan.

Kacang koro goreng siap makan.

Kalau kacang mete yang sebenarnya bukan kacang saja bisa digunakan sebagai pengisi permen coklat. Terpikir juga untuk mencoba satu alternatif lain berupa biji melinjo untuk pengisi permen coklat. Melinjo yang memiliki rasa agak sedikit pahit akan memberikan sensasi lain dari rasa permen coklat ini. Hanya saja memang kelemahannya adalah melinjo memiliki efek bagi orang yang membawa bakat penyakit reumatik atau asam urat, sehingga produk ini relatif akan dihindari.

Emping melinjo goreng.

Emping melinjo goreng.

Demikian sekedar curah gagasan saja agar semakin dapat membuat terobosan baru dalam hal pencarian nilai tambah bagi produk alam dari negara kita.

Iqmal Tahir

Iklan

3 responses »

  1. putry1987 berkata:

    maap numpang ya ^^

  2. ibu berkata:

    bapak, kalo budhe mah kagak boleh makan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s