Menjelang datangnya bulan puasa, selalu ada kesibukan tersendiri buat umat Islam atau tradisi orang di Jawa yang melakukan aktivitas ziarah ke makam keluarga atau kerabat lain. Saat melakukan ziarah ini tentunya sudah jamak untuk dilakukan dengan membawa bunga tabur sehingga kemudian muncul istilah nyekar di makam (yang berasal dari kata sekar atau bunga). Tentu saja dalam situasi seperti ini mendorong tingginya aktivitas jual beli bunga tabur, termasuk ramainya warung makan roh halus (baca tulisan terkait di sini).

Bunga tabur yang banyak digunakan umumnya adalah dari jenis bunga mawar warna merah (keunguan) atau putih, selain bunga melati, kanthil, sedap malam atau selasih. Memang bunga mawar yang relatif dominan untuk ditaburkan karena ada unsur kombinasi warna yang menarik serta bau yang harum.

Pasokan bunga ini tentu saja dihasilkan dari sentra kebun mawar yang umumnya berada di daerah-daerah tertentu. Sebagai contoh untuk Jawa Tengah, sentra kebun mawar ini berada di Bandungan, Semarang atau di Pakis, Magelang. Belum lama ini saya harus bepergian ke Salatiga melewati daerah sentra kebun mawar ini di Pakis. Memang saat itu sudah terlalu siang jadi tidak dapat melihat aktivitas pasar mawar yang umumnya berlangsung di pagi hari. Jadi waktu itu hanya lewat saja sambil berhenti sebentar menikmati kebun milik penduduk setempat yang banyak ditanami pohon mawar ini.

Keberadaan pohon mawar di kebun setempat umumnya mampu membawa rezeki tambahan bagi petani bunga mawar. Mereka sebenarnya menanam kebun ini secara tumpang sari dengan berbagai jenis tanaman sayuran lain. Pohon mawar ditanam umumnya di bagian tepi-tepi kebun atau di sepanjang lorong petak kebun. Jadi petak kebun utama tetap dapat ditanami sayuran.

Untuk diketahui memang harga bunga mawar ini sangat fluktuatif. Harga yang bagus hanya pada musim-musim tertentu seperti menjelang syura dan saat bulan nyadran menjelang puasa sekarang ini. Di hari-hari yang lain, harga bunga mawar relatif cukup rendah. Kalau sudah seperti ini petani bunga mawar lebih mengandalkan pada hasil dari sayuran yang ditanam di kebun yang sama. Memang pada saat musim ramai tersebut, hasil dari penjualan produksi bunga mawar ini relatif mencukupi.

Pohon mawar yang tumbuh di lahan kebun.

Pohon mawar yang tumbuh di lahan kebun.

Tumpang sari pohon mawar dengan tanaman cabe.

Tumpang sari pohon mawar dengan tanaman cabe.

Petani bunga mawar warga Pakis setiap menjelang bulan suci Ramadan, umumnya selalu kewalahan memenuhi pesananan dari beberapa pedagang bunga tabur langganannya. Selain omzet mereka juga cukup senang karena harganya bisa berlipat sepuluh kali dari harga biasanya. Kalau hari biasa hanya Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per keranjang kecil, pada waktu nyadran seperti ini bisa mencapai Rp 35 hingga Rp 40 ribu per keranjang kecil. Untuk keranjang besar, bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu dari hanya Rp 25 – Rp 30 ribu per keranjang besar.

Penduduk sekitar bahkan tidak hanya sekedar menunggu pembeli yang datang untuk memborong bunga hasil produksinya. Terkadang mereka pun mau untuk membawa dan menjual sendiri bunga mawar mereka ke kota-kota lain seperti Magelang, Yogyakarta, Solo karena pasti laku. Di Kecamatan Pakis seperti dikutip dari Suara Merdeka Online, relatif pantas disebut sebagai sentra pengembangan tanaman bunga mawar di Kabupaten Magelang. Di wilayah ini, para petani mengembangkan bunga mawar di atas lahan 58 hektar dengan jumlah tanaman sampai mencapai 35 ribu batang. Bunga mawar ini tidak hanya dijual di sekitar Kota Magelang dan Muntilan saja namun sudah merambah pasar Wonosobo, Yogyakarta, Kebumen, Semarang, Solo, Ambarawa. Setiap pekan puluhan kwintal bunga mawar dikirim ke kota-kota tersebut. Ada lima desa yang menjadi sentra pengembangan mawar di Pakis yakni Desa Gumelem, Desa Pakis, Desa Kuning Warangan, Desa Banyusidi, dan Desa Kaponan. Mengingat besarnya keuntungan berkebun mawar saat ini pemerintah juga mulai mengembangkan ke desa lain seperti Desa Kajangkoso dan Gejagan.

Bunga mawar ini relatif mudah ditanam di lokasi tanah setempat karena iklim yang sejuk, kesuburan tanah yang baik, walaupun jumlah air kadang sulit. Tanaman ini dapat diperbanyak secara mudah dengan jalan setek batang jadi tidak memerlukan pengadaan bibit secara khusus. Perawatan tanaman relatif juga mudah seperti pemangkasan secara rutin untuk memperbanyak cabang ranting sebagai tempat keluarnya bunga. Di kebun, tanaman pohon mawar tidak perlu ditanam secara khusus, tanaman ini dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain yang umumnya berupa tanaman sayuran seperti kol, tomat, wortel, bahkan tembakau.

Mengingat berkebun mawar sangat menguntungkan, kadang banyak juga penduduk setempat yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk tempat berkebun mawar juga. Dengan modal lahan sedikit dan modal kecil seorang petani sudah bisa memulai usaha budidaya mawar. Setiap satu batang pohon mawar bisa menghasilkan 200 bunga mawar dalam satu musim. Jadi jika ada yang memiliki 2 ribu batang pohon, cukup banyak bunga mawar yang bisa dihasilkan dari kebun yang dikelolanya.

Tanaman mawar di antara taludan tanaman sayur.

Tanaman mawar di antara taludan tanaman sayur.

Tanaman habis dipetik.

Tanaman habis dipetik.

Tanaman mawar yang subur dan rajin berbunga.

Tanaman mawar yang subur dan rajin berbunga.

Di daerah sana juga saat ini telah mulai bermunculan kelompok-kelompok tani bunga mawar. Tujuan pembentukan paguyuban agar para petani bisa saling berbagi pengalaman dalam membudidayakan mawar. Keberadaan paguyuban ini juga membuat transaksi jual beli menjadi lebih lancar. Kalau pagi di desa setempat juga terdapat sebuah pasar mawar dimana di pasar itu hanya ada transaksi bunga mawar. Pembeli mawar di pasar tersebut adalah para penjual atau pedagang yang akan membawa hasil mawar ke kota lain, sedangkan orang yang menjual mawar adalah petani setempat yang merupakan petani bunga mawar itu sendiri. Setiap pagi, setiap orang yang di Desa Pakis dan sekitarnya banyak yang melakukan aktivitas sebagai pemetik bunga mawar. Hasil yang diperoleh segera harus dibawa ke pasar tersebut. Pasar pagi ini berlangsung sangat singkat tidak lebih dari dua jam, hal ini karena para penjual harus segera membawa pergi mawar ini sebelum cepat layu. Kalau sudah layu tentunya tidak bisa dijual ke pembeli.

Bunga mawar ini biasanya diperjualbelikan dalam wadah keranjang bambu berukuran kecil. Dengan demikian ada juga orang yang membuat keranjang bambu untuk tempat wadah bunga tabur ini. Para pengrajin memanfaatkan bahan baku bambu lokal untuk pembuatan wadah bugna tabur ini.

Pemetikan bunga mawar.

Pemetikan bunga mawar.

Suasana jual beli bunga mawar untuk nyekar.

Suasana jual beli bunga mawar untuk nyekar.

Ke depan bisa saja daerah kecamatan Pakis ini dijadikan desa wisata sentra bunga tabur. Hal ini sangat mungkin dikembangkan karena lokasi alam yang indah dan sejuk, selain unsur keberadaan kebun mawar ini yang dijadikan daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke lokasi ini. Bunga mawar yang indah berwarna-warni bergelantungan di pohon dapat memuaskan mata para pengunjung. Jika ada investor yang berminat mungkin bisa saja mendirikan pusat spa herbal dengan aromaterapi menggunakan bunga mawar.

Selamat berkunjung ke sentra mawar di Pakis, Magelang.

Iqmal Tahir

6 responses »

  1. Bunda Rayyan mengatakan:

    Salam kenal pak. Menarik sekali artikelnya. Boleh yanya sedikit kah? Apakah Bapak ada kenalan di daerah Pakis yang melayani penujalan bibit mawar tabur ini ke luar pakis? Saya suka sekali mawar seperti ini karena baunya harum tapi kesulitan mendapatkan bibit. Atas infonya, saya ucapkan terima kasih.

    • Iqmal mengatakan:

      Bibit mawar merah/putih yang untuk keperluan nyekar atau diambil minyak atsiri seperti ini dapat mudah diperoleh, dengan jalan setek batang yang sudah cukup keras. Batang yang dipilih dapat dilihat dari warnanya yang sudah tidak berwarna hijau lagi atau terliaht keras. Dengan setek batang ini, bibit dapat diperoleh dalam jumlah cukup banyak. Ibu kalau di Jawa Tengah dapat pergi ke sentra mawar di Pakis Magelang atau Bandungan Semarang. Kalau menginginkan bibit yang sudah siap tanam di polibag dengan telah bertunas atau memiliki perakaran maka harus pesan terlebih dahulu. Di daerah Malang untuk penghasil tanaman mawar hias biasa menggunakan mawar tabur ini untuk batang bawah, mungkin ibu dapat juga menghubungi petani di Malang itu….

  2. fery mengatakan:

    ma’af numpang tanya,untuk lahan 1 hektar bisa di tanami berapa pohon bunga mawar?

  3. Danang mengatakan:

    maaf pak saya dari pakis, mau ngoreksi aja itu Munengwarangan desa saya bukan Kuning warangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s