Komunikasi via jejaring sosial saat ini telah banyak dilakukan orang. Sarana jejaring sosial yang saat ini cukup populer di Indonesia adalah Facebook (FB). Fasilitas yang tersedia di FB cukup beragam mulai dari sarana posting status lengkap dengan komentar, upload foto, chatting, permainan dan lain-lain. Saat ini di FB juga tersedia fasilitas kelompok diskusi dalam bentuk grup yang dapat dibuat dan dikelola dengan mudah. Grup ini dapat digunakan sebagai sarana berinteraksi dengan sesama anggotanya.

Tentu saja setiap ada aktivitas maka selain dapat mengambil manfaat maka terkadang juga ada efek yang mengganggu anggota. Dalam grup ini juga terjadi hal demikian. Grup dapat digunakan sebagai sarana diskusi, tukar pendapat ataupun interaksi lain. Apabila topik yang didiskusikan ini menarik minat kita maka hal ini akan bersifat menyenangkan, akan tetapi bila topik yang ada bukan menjadi minat kita maka akan menjadi hal yang cukup mengganggu atau minimal tidak memancing perhatian kita. Fasilitas dalam FB ini adalah keberadaan notification atau pemberitahuan untuk setiap masukan komentar yang muncul. Pemberitahuan ini akan disampaikan ke email atau juga lewat pemberitahuan di dalam FB itu sendiri. Apabila diskusi yang terjadi cukup intens maka tentu saja pemberitahuan ini akan muncul berulang kali.

Aktivitas FB dapat menjadi kecanduan.

Aktivitas FB dapat menjadi kecanduan.

Satu hal yang cukup menimbulkan efek negatif adalah seringnya pemberitahuan komentar pada perangkat internet mobile yang dimiliki para penggunanya. Perangkat seperti Blackberry, PDA atau handphone pintar yang tersambungkan online secara 24 jam akan dapat memberitahukan pada pemegangnya untuk setiap pemberitahuan ini. Pemberitahuan ini dapat diatur berupa bunyi-bunyian tertentu atau sekedar kode lain. Kembali ke masalah topik di atas, maka pemberitahuan yang cukup sering akan dirasa mengganggu jika isi yang bergulir tidak menarik minat pengguna.

Saya belum lama ini mengalami dua kasus dimana keberadaan grup ini mulai mengganggu beberapa anggota dan menyebabkan yang bersangkutan mengajukan komplain. Kasus pertama adalah di grup komunitas bloger lokal dan yang kedua adalah di grup alumni almamater.

Kasus pertama

Untuk kasus ini terjadi pada grup alumni kimia yang pada awalnya ditujukan untuk merangkul para alumni. Namun dalam perkembangannya juga melingkupi dosen dan para mahasiswa yang masih aktif. Keberadaan grup ini cukup bermanfaat untuk sarana diskusi berbagai macam topik baik yang serius seperti pemberitahuan even atau beasiswa, bahkan yang santai sekedar obrolan atau curahan perasaan saja.

Dari grup ini kemudian juga berkembang untuk dilaksanakan acara temu darat para alumni. Tentu saja tidak semua anggota bisa langsung ikut dalam acara tersebut. Dalam lanjutannya, acara dan dokumentasi acara tersebut juga ditampilkan di diskusi grup ini. Salah satu yang dipostingkan adalah dalam bentuk foto-foto peserta yang hadir yang kemudian mengundang diskusi dalam postingan tersebut.

Ternyata postingan seperti ini membuat lalu lintas postingan dan komentar menjadi sangat tinggi. Tentu saja akan membuat banyak pemberitahuan secara otomatis bagi para anggotanya. Hal ini membuat sebagian anggota merasa tidak nyaman dan kemudian mengajukan keberatan.

Kasus kedua

Untuk kasus kedua ini terjadi saat saya baru saja mendaftar di group facebook yang dibentuk sebagai kumpulan dari para blogger lokal dari daerah saya dalam wadah komunitas blogger. Sesuai dengan namanya maka bayangan saya para anggota yang tergabung adalah para blogger yang memiliki blog masing-masing. Meskipun tidak ada ketentuan tertulis yang jelas untuk para anggota yang dapat memberi informasi tujuan, persyaratan atau informasi lain, maka saya tetap mendaftar dan menyimak dulu.

Kalau tadinya saya mengira para blogger dari daerah saya ini juga akan berkomunikasi dengan memuat artikel-artikel kedaerahan, tetapi ternyata setelah saya amati kebanyakan artikel memuat hal yang lebih pada komputer atau bahkan tentang seluk beluk blog itu sendiri seperti SEO optimization, teknis website dan lain-lain. Saya sadari itulah trend para blogger yang salah satunya memang untuk menghasilkan uang dari kunjungan ke blog mereka atau pengunjung yang mengklik dari iklan yang tertera di situs mereka. Bagi saya yang membuat blog hanya untuk sekedar pelampiasan ide dan unek-unek dalam kepala, tentu saja mungkin berbeda dalam hal tujuan ini. Tetapi tentu saja tidak menjadi masalah karena saat ini memang banyak orang yang berharap mendapatkan penghasilan yang relatif mencukupi dari model iklan yang terpampang di blog mereka.

Dalam perkembangan berikutnya saya amati banyak anggota yang memberikan informasi blog masing-masing dengan jalan share link alamat blog mereka. Termasuk juga banyak yang memberikan share link postingan artikel-artikel yang mereka buat. Akhirnya saya juga mendaftarkan diri di database informasi blog para anggota. Selanjutnya juga memberi pesan di wall berupa keberadaan blog pribadi saya untuk dapat dikenal para anggota lain.

Ternyata pola seperti ini juga banyak dilakukan para anggota lain yang memasang informasi di wall untuk menunjukkan keberadaan blog pribadi mereka. Hal ini kemudian ternyata menjadikan traffic pesan menjadi meningkat memenuhi wall para anggotanya. Situasi berlanjut saat kemudian ada anggota yang merasa terganggu dan menganggap sudah sebagai suatu spam yang tidak berguna, maka dia merespon yang menurut saya cukup berlebihan. Saya sendiri tidak tahu persisnya apakah yang bersangkutan itu anggota senior, blogger berpengalaman atau malah anggota yang tersasar masuk grup komunitas ini, tapi dari tulisan perkataannya yang sampai membawa nama anggota satwa karnivora menunjukkan satu ironi tersendiri.

Kesadaran Anggota

Selain ikut mengikuti grup komunitas blogger ini, saya juga aktif bergabung dengan grup komunitas lain baik yang sama-sama di FB ataupun di grup milis. Selain itu berkecimpung juga di citizen journalism Kompasiana dan aktif di Yahoo Answer. Dari pengalaman ini memang saya mendapatkan pemahaman tentang banyak perbedaan latar belakang para anggota yang terlibat. Dari sini hendaknya malah digunakan untuk menerima perbedaan dengan baik. Tetapi yang membuat saya kaget saat di komunitas ini adalah jika penggunaan kata yang relatif kasar dan menjadi situasi tidak nyaman. Hal yang seharusnya terjadi adalah setiap anggota harus dapat menempatkan diri pada situasi yang terjadi.

Perangkat mobile untuk akses FB

Perangkat mobile untuk akses FB

Penyelesaian masalah ini sebenarnya dapat dipermudah oleh berbagai pihak. Terutama pihak moderator atau inisiator grup yang memberikan peringatan kepada para anggotanya untuk tidak membuat informasi di wall grup yang berkesan sebagai spam. Bagi para anggotanya sendiri, yang sebagai seorang blogger dan terbiasa dengan teknologi internet, tentunya punya pengetahuan untuk mengatur setting akoun pribadi di grup tersebut. Dengan demikian jika dia merasa terganggu dapat memutuskan keluar mengundurkan diri dari grup atau tetap bertahan sebagai anggota dengan mengatur setting untuk tidak menampilkan pemberitahuan otomatis. Jika ingin memberitahukan masalah ini, mungkin dapat dilakukan dengan baik. Saya yakin sebagai seorang blogger maka penyampaian komunikasi seperti ini adalah hal yang sangat mudah.

Saya juga punya pengalaman diajak masuk dalam suatu grup tentang informasi ibadah haji. Mengingat saya mengenal inisiator dan juga merasa hal ini cukup bermanfaat maka saya bergabung dalam grup ini. Dalam perkembangannya ternyata status membanjiri inbox berupa detail dan segala informasi yang terkait. Bagi saya hal seperti ini malah menjadi informasi yang tidak berguna lagi karena dapat saya peroleh dari sumber lain. Akhirnya karena merasa terganggu, saya setting sendiri untuk tidak menerima status dari grup ini tanpa harus keluar sebagai anggotanya.

Klik Edit Setting

Klik Edit Setting

Hapus centang pada isian pemberitahuan (notification)

Hapus centang pada isian pemberitahuan (notification)

Cara pengaturan di atas tadi kalau memang masih belum memuaskan maka penyelesaian akhir yang mudah adalah dengan cara mengundurkan diri dari grup tersebut.

Jadi memang dimana-mana, kita harus selalu bisa membawa diri dan untuk selalu menjaga tenggang rasa.  Tetapi memang perlu diingat bahwa peran aktif anggota tetap diperlukan, misalnya dengan memberitahukan ke moderator soal anggota yang ‘nakal’ atau soal postingan yang bertentangan dengan peraturan dari tujuan grup. Kedewasaan para anggota sendiri yang menentukan pertimbangan-pertimbangan ini.

Salam FB.

Iklan

2 responses »

  1. Daplun berkata:

    blog saya tentang daerah kok, Pak..
    meski pun bukan dr otak sndr, tp hanya ambil berita sana sini.. hehe..
    mengenai notifikasi, smg sdh paham smw ny.. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s