Buah durian memiliki nama yang khas dan ternyata di dalam bahasa Inggris pun disebut dengan bahasa Indonesia asli dengan tidak memiliki terjemahan lain yakni tetap dengan sebutan nama durian. Nama ini tentu saja mengacu pada permukaan kulit buah yang memiliki banyak duri sehingga disebut dengan nama durian. Penamaan yang mirip adalah pada buah rambutan yang memiliki sebutan itu karena di kulitnya banyak memiliki rambut. Hanya saja kalau rambutan memiliki nama dalam bahasa Inggris yaitu loongkang. Jadi kalau buah durian itu tentunya selalu dicirikan dengan kulit buah yang berduri.

Akan tetapi dalam kenyataannya di alam ada juga buah durian yang tidak berduri. Mengingat jenis tumbuhan, tampilan warna dan rasa daging buah tetap mirip durian asli, maka buah tidak berduri ini tetap disebut sebagai durian. Mungkin untuk tepatnya dapat disebut sebagai durian gundul. Jangan-jangan kalau durian ini gundul sampai mengkilat, maka julukan buah ini berubah lagi menjadi durian kojak.

Gambar untuk durian gundul ini saya peroleh dari internet sebagai berikut. Nah betul kan terlihat kalau buah durian ini sama sekali tidak berduri.

Buah durian gundul tanpa duri.

Buah durian gundul tanpa duri.

Isi buah persis durian biasa.

Isi buah persis durian biasa.

Mungkin kalau ada yang membudidayakan kebun durian ini secara khusus dapat saja langsung memberikan nama durian kojak saja yang lebih menjual. Hal ini mengingatkan kasus jenis pepaya lokal hasil temuan profesor di institut ternama di Indonesia yang seorang ibu pakar pertanian dan berasal dari Yogyakarta. Nama pepaya asli itu adalah jenis pepaya calina, namun kemudian di pasaran berubah dengan nama yang lebih menjual yakni pepaya california. Jadi kalau durian gundul ini kemudian dipasarkan dengan nama durian kojak maka dapat saja diterima.

Beberapa orang yang nasionalis kadang menyayangkan pemberian nama buah lokal dengan nama yang bersifat keasing-asingan. Kalau buah durian gundul dirasa sayang dengan sebutan durian kojak, maka muncul pikiran iseng untuk menyebut dengan buah gundulan.

Permasalahannya adalah sudah lazimnya orang mengenal durian sebagai buah berduri, tentu saja ingatan orang langsung ingat pada kulit buah yang keras dan berduri. Jadi kalau nanti muncul banyak di pasaran jenis buah durian gundul, maka mungkin tidak semua orang bisa menyukainya. Kecuali tentu saja kalau harga buah durian gundul ini jadi jauh lebih murah daripada harga durian asli yang berduri.

Soal duri yang terdapat pada kulit buah durian ini maka terdapat beberapa anekdot di masyarakat. Contoh yang pertama adalah soal keinginan pembeli yang bermaksud memperoleh harga durian yang murah. Penjualnya yang merasa kesal, maka menawarkan kepada pembelinya untuk datang sendiri ke kebun durian supaya dapat memperoleh harga yang murah. Tetapi tentu saja ada syaratnya yakni pembeli harus menangkap sendiri dengan tangan kosong buah durian yang dijatuhkan dari atas pohon. Hayo siapa yang mau durian murah dengan cara seperti ini ??

Konon gajah liar di hutan juga sering makan buah durian yang berukuran kecil untuk ditelan secara bulat-bulat. Kabarnya hal ini digunakan untuk membantu sistem pencernaan dalam tubuh hewan besar ini. Buah durian ini ditelan utuh bukan untuk dikonsumsi karena terbukti buah ini juga tetap keluar bercampur dengan kotoran gajah. Hal yang lebih mencengangkan lagi adalah buah durian yang dikeluarkan sebagai kotoran gajah ini ternyata memiliki rasa yang sangat enak. Mirip dengan kopi luwak yang dikeluarkan bersama dengan kotoran hewan luwak. Banyak masyarakat pedalaman yang mencari dan memakan buah durian yang bercampur dengan kotoran gajah ini.

Jadi kalau kopi luwak sudah ada yang melakukan aktivitas produksi dengan teknik budidaya khusus, maka bisa jadi hal ini juga bisa dikembangkan secara serupa. Produk durian gajah ini saya yakin akan bisa sangat terkenal untuk menyaingi durian monthong produk negeri tetangga. Saya sendiri tidak bisa membayangkan cara membersihkan permukaan durian dari kotoran yang mengotori duri-duri kulit buah ini. Sepertinya perlu sikat khusus untuk keperluan ini.

Omong-omong soal durian gundul ini, saya juga pernah punya pengalaman menarik. Ada teman penelitian yang bekerja satu laboratorium dengan saya. Dia berasal dari daerah lain yang ternyata memiliki kebun durian. Saat musim buah durian tiba, yang bersangkutan mendapat kiriman buah durian dari kebunnya itu. Buah durian yang dikirimkan itu juga dibawa ke lab untuk dimakan bersama-sama. Buah ini ternyata berbentuk semi gundul, karena bagian duri-duri buahnya sudah dipotongi dengan menggunakan pisau.

Kalau ini buah durian habis digunduli.

Kalau ini buah durian habis digunduli.

Kulit buah tersebut sudah tidak memiliki ujung duri lagi yang tajam. Memang buah tidak bisa gundul rata, tetapi yang jelas sudah tidak mengganggu lagi kalau dipegang dengan tangan kosong. Rupanya buah durian ini dikepras bagian duri-durinya supaya mudah masuk karung dan dibawa dalam mobil. Mungkin juga kalau sudah tidak berduri, buah durian ini dapat dimuat lebih banyak lagi karena tidak ada ruang untuk duri tersebut.

Kalau saya sih tidak masalah mau durian yang berduri atau yang gundul termasuk yang digunduli. Pokoknya yang penting makan durian enak dan lebih baik harganya murah atau bahkan gratis. Hehe….

4 responses »

  1. Nico M. mengatakan:

    Yth, Sdr Iqmal Tahir.
    Terima kasih dengan tulisan di blog anda ini. Hampir semua yang saya lihat sangat menarik, dan yang paling menarik adalah zeolit untuk hidroponik dan durian gundul. Mohon kiranya dapat diberikan informasi mengenai : 1. Dimana letak zeolit yang ada fotonya (dipinggir kali) itu ? 2. Dimana saya bisa lihat kebun durian gundul dimaksud ? He he . . . . Bikin penasaran aja nih. Mohon reply ya ? Trims.
    Regards,
    Nico M.

    • Iqmal mengatakan:

      1. Yang foto tambang zeolit itu di bukit sebenarnya bukan di tepi sungai, tetapi memang di lokasi sana ada juga yang di tepi sungai. Lokasinya yang di blog saya adalah di daerah Gedangsari Gunung Kidul DIY.
      2. Yang ekbun durian gundul malah gak tahu persisnya wong saya ambil dari internet, tulisan saya itu lebih pada durian yang duri-durinya dipangkasi jadi gundul. Ini hasil kreativitas ortu teman saya di Kelantan Malaysia.

  2. awan mengatakan:

    Aq di jogja pnya bibit durennya 087839145118

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s