Kalau di Perlis sini, bulan-bulan yang paling menyenangkan adalah bulan-bulan Juli dan Agustus. Di waktu bulan-bulan ini terasa menyenangkan karena merupakan musim buah-buahan lokal. Salah satu buah yang menjadi kegemaran saya adalah durian dan bulan-bulan ini merupakan musim buah durian.

Durian di sini banyak terdapat berupa durian kampung atau durian hybrid (sebutan untuk durian monthong). Durian kampung dihasilkan dari perkebunan rakyat dari daerah Perlis sendiri atau banyak yang datang dari negeri-negeri sebelah seperti Kedah, Perak atau Kelantan. Durian kampung umumnya berukuran bervariasi dengan ciri daging yang relatif tipis dan biji besar. Rasa durian kampung untuk buah yang sudah masak rasanya manis dan aroma yang khas. Durian montong berasal dari negara sebelah yakni Thailand. Negeri Perlis memang berbatasan langsung dengan negara sebelah ini dan jarak tempat tinggal kami dengan perbatasan paling hanya setengah jam perjalanan saja, dengan demikian distribusi durian ke sini cukup terbuka. Kiriman buah durian dari Thailand ini juga tidak hanya durian monthong tetapi juga durian kampung yang dihasilkan di sana.

Buah durian di sini dijual dengan sistem kiloan. Buah durian dikelompokkan berdasarkan jenis dan ukuran buahnya. Penjual menentukan harga buah per kilonya sehingga pembeli dapat memilih buah yang mau dibelinya. Pembeli tinggal memilih buah yang ingin dibeli kemudian ditimbang seluruh buah. Terkadang penjual akan memberikan harga buah di bawah perhitungan harga setelah ditimbang. Seperti umumnya jual beli di pasar, maka jika ada pembeli yang memborong banyak juga akan mendapatkan harga spesial lagi.

Makan durian di tepi jalan.

Makan durian di tepi jalan.



Obralan juga enak.

Obralan juga enak.


Untuk pembeli yang memilih buah dengan harga biasa, maka dapat memperoleh jaminan bahwa buah akan bagus. Jika ada pembeli yang sudah memilih satu buah, maka penjual akan menorehkan lubang ke durian tersebut dengan menggunakan pisau yang cukup tajam. Buah ditoreh dan kemudian dibuka sedikit untuk melihat bentuk isi daging buah yang ada di dalamnya. Jika perlu pembeli dapat menyentuh daging sekalian mencuwil sedikit untuk mengetahui rasanya. Kalau sudah setuju maka durian dapat ditimbang tetapi kalau pembeli tidak setuju maka penjual akan mencarikan buah yang lain. Buah yang telah ditoreh dan tidak disetujui tadi biasanya akan dipajang untuk menarik pembeli yang lain atau jika memang tidak berkualitas akan dicampur ke tumpukan buah yang dijual borongan.

Selain buah yang dijual per kilo tadi, buah durian juga ada yang dijual borongan per keranjang atau per tumpuk. Umumnya buah durian yang dijual seperti ini adalah buah yang sudah retak merekah, buah yang isinya sebagian rusak karena diserang ulat atau telah dimakan tupai, buah yang bentuknya tidak bulat atau buah yang telah dibuka dan tidak jadi dipilih pembeli sebelumnya. Buah durian yang sudah terlalu matang, biasanya akan merekah retak. Buah seperti ini akan cepat menghasilkan daging buah yang berair dan menghasilkan rasa agak masam. Jadi penjual ingin segera buah yang masak seperti ini agar cepat laku. Buah durian di pohon juga sering terkena serangan hama ulat. Terkadang juga ada tupai yang telah memakan durian. Kalau buah durian telah terkena maka akibatnya ada sebagian daging buah yang tidak bisa dimakan lagi dan harus dibuang, walaupun bagian lain tetap dapat dimakan seperti biasa. Demikian juga untuk kasus buah durian yang berbentuk tidak bulat. Buah durian seperti ini dapat terjadi karena pembuahan yang tidak sempurna. Akibatnya lajur dalam buah menjadi tidak sama, ada baris buah yang berisi penuh, tetapi ada baris lain yang hanya berisi satu biji saja atau bahkan tidak berisi sama sekali. Secara fisik dari luar akan terlihat bahwa berukuran tidak bulat seperti berbentuk melengkung dan tidak rata. Terkadang buah yang dimasukkan dalam tumpukan durian ini adalah buah yang berukuran kecil-kecil.

Membeli buah dalam tumpukan seperti ini kadang seperti memilih kucing dalam karung. Kita tidak dapat tahu persis seperti apa rupa kucing yang ada di dalamnya, demikian juga kita jadi tidak dapat tahu rasa dan daging buah seperti apa yang terdapat dalam tumpukan durian itu. Saya kadang tetap memilih buah dalam tumpukan seperti ini karena memang harganya jauh lebih murah. Terkadang memang ada buah yang hanya bisa dimakan satu baris saja karena bagian lainnya sudah rusak sama sekali dan tidak mungkin dimakan. Kalau sudah seperti ini jelas tidak mungkin ditukarkan kembali ke penjualnya.

Cara lain untuk mendapatkan buah durian dengan murah adalah dengan membeli saat pasar malam mau habis jadi diobral. Umumnya penjual sudah memperoleh untung banyak dan saat itu masih banyak buah-buah yang segera harus terjual. Buah durian seperti ini akan ditumpuk untuk dijual borongan lagi. Harga yang ditawarkan umumnya masih sama dengan harga tumpukan biasa namun isi tumpukan menjadi lebih banyak, bahkan terkadang setelah disetujui masih ditambahi bonus satu atau dua buah lagi.

Ini dapat obralan durian enak....

Ini dapat obralan durian enak....


Dagingnya warna kuning.

Dagingnya warna kuning.


Beberapa daerah di negeri jiran ini terkenal sebagai penghasil buah durian. Saat musim buah durian ini tentu saja harga menjadi relatif turun banyak. Tetapi dengan kecerdikan pengelola terkait maka hal ini dapat digunakan sebagai ajang wisata khusus. Momen seperti ini dimanfaatkan dalam bentuk pesta makan durian untuk menarik para pelancong berdatangan. Seperti halnya di daerah pulau Penang, maka ada daerah yang bernama Balik Pulau dimana dikenal sebagai penghasil buah durian. Saat musim buah tiba, selalu ada festival tahunan yang disebut sebagai pesta makan durian. Pengunjung dapat masuk ke lokasi ini dengan membayar harga tertentu dan kemudian di dalam maka akan dapat makan buah durian sepuas-puasnya. Tentu saja, buah harus dimakan di lokasi dan tidak boleh dibawa ke luar. Momen seperti ini dapat menyedot pengunjung dalam jumlah besar.

Selain pesta makan durian yang diselenggarakan sebagai ajang wisata khusus, kegiatan serupa juga sering dilakukan saat acara bazaar pertanian. Buah durian ini disediakan pada acara itu untuk menarik pengunjung datang ke lokasi pasar tani tersebut. Di stand yang disediakan maka disediakan buah durian yang dibuka dan dibagikan kepada para pengunjung secara gratis.

Soal makan durian yang gratis lagi, ada satu teman yang cerita pengalaman lain. Saat tarawih di suatu masjid, kemudian setelah selesai tarawih ternyata ada orang yang menyediakan jamuan makan durian gratis. Buah durian ini telah dibuka dari kulitnya dan disediakan dalam wadah untuk diambil dan dimakan para jemaah sholat tarawih. Di sini memang umum ada orang yang menyediakan sedekah makan untuk orang berpuasa yang diberikan usai sholat magrib atau sholat tarawih. Tetapi kalau sedekah dalam bentuk makan durian memang baru sekali itu aku mendengar.

Pesta durian yang paling enak lagi adalah saat pesta makan durian hasil kiriman dari teman. Kalau seperti ini tentu saja paling enak karena tidak perlu berdesak-desakan dan biasanya buahnya juga enak-enak. Hayo siapa lagi yang mau mengirimi durian ? Ditunggu lho…..

Belah durian dulu....

Belah durian dulu....


Enak pokoknya....Lupa sama kholesterol.

Enak pokoknya....Lupa sama kholesterol.

12 responses »

  1. afitsetiadi mengatakan:

    wah yang lagi di negeri jiran, masih hunting durian juga ya pak hehehe… .:D

  2. yeti2010@yahoo.co.kr mengatakan:

    kangen makan durian nih… walaupun gak begitu suka sebenarnya.

  3. hub ato sms ke hp 081397899888. tmptnya dmna?? mengatakan:

    bro.. tempat jualnya dmna..?? bs lsg hub aq di hp 081397899888.. effendy. aq mau minta informasi. tq

  4. hub ato sms ke hp 081397899888. tmptnya dmna?? mengatakan:

    lezat banget… dmna tu..?? hub aq d hp 081397899888

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s