Misalkan kita suatu saat diajak masuk ke dalam suatu gedung megah tetapi terkesan sedikit angker, mungkin akan timbul was-was juga. Kemudian apabila saat sudah di dalam gedung tersebut tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan sesosok hantu yang ada di depan kita. Banyak orang yang akan melakukan tindakan spontan terhadap penampakan hantu ini. Reaksi yang umum adalah menjerit ketakutan, menutup mata, berlari atau menangis. Bagi orang yang punya kemampuan batin tinggi atau beladiri, mungkin akan bereaksi lain seperti berdoa, mengajak berinteraksi atau bahkan berupaya mengusir atau malah mengenyahkan hantu ini. Cara mengenyahkan hantu ini tentunya bermacam-macam tergantung kemampuan orang tersebut, misalkan mengusir dengan mantera atau doa tertentu, atau bahkan mengajak berkelahi.

Akan tetapi sekarang kalau ada hantu, kemudian ada orang yang bertemu hantu tersebut. Yang bersangkutan jangan sampai melakukan tindakan berlebihan sampai menyakiti hantu tersebut. Walaupun orang tersebut sudah dilatih kemampuan bela diri tingkat tinggi, ilmu ini tidak boleh dikenakan pada hantu yang mengganggu. Terlebih jika kita tahu bahwa pemilik gedung berhantu itu adalah orang kaya, ketua organisasi pemuda terkemuka di wilayah itu dan seorang pengusaha dalam berbagai sektor. Siapa tahu pemilik gedung itu malah akan melaporkan ke kepolisian jika hantu di gedung itu diganggu orang. Ilustrasi ini adalah berawal dari kasus suster ngesot yang terjadi bulan November lalu di Bandung.

Untuk diketahui kalau kasus ini berawal dari kejadian tendangan satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit kepada ‘Suster Ngesot’ yang diperagakan Mega Tri Pratiwi. Seperti dikutip dari berita Detik bahwa diketahui aksi berdandan ala ‘Suster Ngesot’ yang diperagakan Mega Tri Pratiwi (20) mesti berakhir di rumah sakit. Mahasiswi tersebut terluka setelah ditendang seorang satpam apartemen tersebut, Sunarya, pada hari Sabtu tanggal 10 November 2011 lalu, sekitar pukul 02.30 WIB.

Profil suster ngesot dalam film.

Profil suster ngesot dalam film.

Profil pemeran suster ngesot di Bandung

Profil pemeran suster ngesot di Bandung

Kejadian itu bermula saat Mega berniat membuat kejutan kepada seorang rekannya yakni Fitra Mahaly yang Sabtu kemarin berulang tahun ke-18. Mega dan Fitra bersama tujuh teman mainnya berada di apartemen yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit itu untuk mengisi liburan di Kota Bandung. Untuk membuat kejutan surprise, korban ditakut-takuti dngan penampakan hantu menggunakan baju putih seperti ‘Suster Ngesot’ dan wajah sengaja tertutup rambut. Mega bersama empat rekannya menunggu di lantai 17, sedangkan kamar Mega berada di lantai 22. Target yang ditakuti saat itu bersama tiga rekan lainnya sebelumnya makan bersama. Usai makan dan bersiap naik, teman Mega yang bersama target yakni Fitra selanjutnya mengontak Mega agar besiap-siap. Target dan rekannya lalu naik lift menuju lantai 17. Di depan pintu lift lantai tersebut, Mega seorang diri sudah menunggu sambil gaya duduk ala ‘Suster Ngesot’.

Ternyata ada situasi yang di luar kendali mereka. Di dalam lift itu juga berisi orang lain yakni satpam yaitu Sunarya dan seorang pegawai Apartemen Galeri Ciumbeluit lainnya. Begitu pintu lift terbuka dan suster ngesot terbuka terdenganr jeritan dari target. Posisi satpam dan pegawai saat di dalam lift berada di belakang rombongan target dan teman Mega, segera maju ke depan.Satpam itu menerobos teman-teman dan langsung menedang. Mungkin karena tendangannya cukup keras, korban sampai setengah tidak sadar dan harus dibawa ke RS Advent.

Dari sini kemudian muncul sikap arogansi keluarga pemeran suster ngesot untuk menuntut sang satpam pengusir hantu. Satpam yang pada dasarnya bertugas menertibkan keamanan di lingkungan apartemen itupun menjadi korban lain dari buntut kasus ini.

Aksi suster ngesot berakhir di rumah sakit.

Aksi suster ngesot berakhir di rumah sakit.

Sosok satpam penjaga keamanan di apartemen.

Sosok satpam penjaga keamanan di apartemen.

Perkembangan kasus ini yang ternyata berkembang jauh sampai masuk dalam ranah hukum ini kemudian menjadi soroton publik. Sebenarnya banyak warga Kota Bandung dan penduduk Indonesia yang berharap kasus tersebut tak bergulir ke jalur hukum dan dituntaskan secara damai. Kejadian yang dianggap lucu itu seharusnya tidak berbuntut panjang hingga salah satu pihak melapor kepada polisi. Kejadian ‘Suster Ngesot’ ini dapat hendakya dapat diambil sebagai pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang lagi untuk tidak banyak melakukan kegiatan keisengan yang berlebihan.

Kegiatan iseng ini jelas tidak ada ijin atau koordinasi dengan pihak keamanan setempat. Kalau sudah terjadi seperti itu tentunya terus  jangan ada merasa benar dan salah dalam insiden tersebut. Kejernihan berpikir untuk menilai harus dilakukan terutama dengan melihat situasi yang sebenarnya terjadi dan ini yang sepatutnya dipergunakan untuk meredam kesalahpahaman.

Kalau dilihat lagi dalam rekaman CCTV untuk mengetahui kejadian memang tindakan satpam juga tampak spontan. Rekaman video cctv ini dapat dilihat di Youtube. Jadinya memang terlalu jauh sampai dilaporkan ke kepolisian. Apabila dilihat kasus tersebut secara arif memang pembuat keisengan juga dapat dituntut tersendiri. Dilihat dari aturan tata tertib tinggal di perumahan, biasanya selalu ada larangan untuk membuat keonaran dan keresahan yang mengganggu warga lain. Kegiatan menakut-nakuti orang yang bertempat di fasilitas umum yakni lift atau koridor di apartemen tersebut jelas melanggar aturan tersebut. Seorang satpam dalam bertugas adalah melaksanakan ketertiban dan menjaga keamanan di lingkungan tempat bertugas. Soal keamanan ini tentunya bukan hanya masalah kriminal saja tetapi juga soal keresahan warga tadi, bahkan termasuk dari hal-hal yang mungkin di luar nalar seperti masalah hantu ini.

Jadi jika kemudian terjadi kasus satpam menjumpai sesosok penampakan hantu dan membuat ketakutan beberapa orang yang bertempat di lokasi kerja yang menjadi tanggung jawabnya, maka jelas satpam tersebut harus melakukan tindakan. Soal reaksi spontan dari tanggung jawab memelihara keamanan inilah yang kemudian berbeda-beda. Saat melihat ada hantu yang muncul di depan mereka, maka satpam ini mungkin tetap memiliki keberanian dengan mencoba mengusirnya secara jantan, yakni melakukan tendangan. Aksi ini menjadi bumerang karena ternyata hantu yang dimaksud ternyata bukan hantu sungguhan melainkan diperankan orang. Akan tetapi dalam kondisi yang sesungguhnya atau dalam kondisi dimana orang tidak tahu ada rekaan kejadian, maka tindakan spontan adalah wajar.

Pelajaran dari kasus ini adalah kalau ketemu hantu di suatu tempat maka hantunya perlu ditanya dulu secara baik-baik. Jika perlu diminta menunjukkan kartu identitas terlebih dahulu. Yang penting jangan sampai langsung ditendang. Kalau hantunya masih terlihat cantik maka perlu diusap-usap atau bahkan dicium saja, tetapi juga jangan berlebihan nanti malah itu ternyata hantu betulan.

Pelajaran kedua adalah jangan main-main di dalam atau di lingkungan lift. Itu adalah fasilitas umum, siapapun yang berbuat keonaran di situ, pada dasarnya telah melanggar hukum karena melanggar tata tertib di mana-mana. Peraturan ini pasti ada, tertulis di setiap standar protokol pengelola gedung dengan fasilitas lift. Jadi siapapun itu anak pengusaha, anak tokoh ormas, anak orang kaya, mahasiswa atau mahasiswi, cantik atau jelek, harus mematuhi aturan ini. Tetapi memang ada yang boleh tidak mematuhi aturan ini. Siapa dia ? Hantu ! Hantu sungguhan tidak mungkin baca peraturan ini. Jadi kalau ada hantu yang berbuat keonaran di depan lift, boleh saja dijampi-jampi, disembur air ludah atau bahkan ditendang sekalipun tidak masalah, lha kan namanya hantu.

Kalau mau jadi suster ya jaga kebersihan, jangan ngesot, nanti baju akan terkontaminasi kotoran dan bibit penyakit dari lantai.

Kalau mau jadi suster ya jaga kebersihan, jangan ngesot !! Nanti baju akan terkontaminasi kotoran dan bibit penyakit dari lantai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s