Bukan apa-apa kalau pikiran sedang stress dan setelah baca berita terus punya ide yang ngoyoworo. Tapi malah disyukuri kalau ini katanya pertanda otak masih jalan. Kayak yang satu ini setelah baca berita di detik.com (2/2/2012) soal ditemukannya banyak sampah di sungai-sungai ibukota. Pikiran pun mengembara kemana-mana.

Diberitakan kalau pembersihan sampah di sungai Ciliwung harus selalu dilakukan terus menerus. Salah satu titik pengangkatan sampah yang terbawa di sungai ini adalah di di pintu air Manggarai. Di lokasi ini ada juga pemulung yang bekerja mengumpulkan sampah walaupun hanya sampah jenis tertentu yang dapat dijual kembali. Para pemulung ini terutama mengumpulkan sampah plastik yang mengambang dan hanyut sampai di pintu air.

Selain sampah plastik, ternyata banyak juga dijumpai sampah lain yang dibuang oleh orang-orang yang tidak peduli lingkungan. Salah satunya dijumpai berupa boneka sisa permainan anak. Dari foto yang dipasang di situs berita online ini disajikan puluhan boneka yang dipungut dari dalam sungai. Boneka-boneka tersebut berasal dari sampah yang hanyut di sungai Ciliwung dan tersangkut di pintu air Manggarai. Puluhan boneka ini selanjutnya oleh para pemulung dipajang di pagar sepanjang pintu air.

Boneka sampah sebagai pajangan di pagar pintu Manggarai.

Boneka sampah sebagai pajangan di pagar pintu Manggarai.



Pengerukan sampah di pintu air Manggarai.

Pengerukan sampah di pintu air Manggarai.


Sampah boneka dikumpulkan dan dibersihkan untuk dipajang di pagar.

Sampah boneka dikumpulkan dan dibersihkan untuk dipajang di pagar.


Berbagai jenis boneka telah terpasang.

Berbagai jenis boneka telah terpasang.


Pemasangan boneka-boneka sampah ini tentunya dapat menarik perhatian orang yang melihatnya. Jika terkumpul banyak dan dipasang secara lebih artistik hal ini mungkin malah dapat menyedot perhatian orang. Boleh jadi hal ini dapat digunakan sebagai atraksi untuk tempat wisata baru di Jakarta.

Siapa yang meragukan hal ini, karena tempat wisata semacam ini sudah ada yang eksis dan telah berlangsung di belahan bumi yang lain. Tepatnya di wilayah kota Xochimilco, Mexico, dimana di sana terdapat area wisata Doll´s Island (Isla de las Muñecas) . Meskipun riwayat perintisannya berbeda tetapi bisa saja dicoba. Kalau di dalam wilayah Jakarta sudah kesulitan lahan, dapat saja dipilih satu wilayah pulau kecil di kawasan pulau Seribu. Tentu saja yang penting adalah akses ke lokasi ini juga masih mudah dijangkau.

Sedikit mengulas tentang pulau boneka yang berada di Meksiko ini, mungkin uraian yang disarikan dari beberapa website dapat membantu. Saya pasangkan juga beberapa foto pulau boneka itu untuk gambaran.

Pulau Boneka di Meksiko bukan pulau di tengah laut, tepatnya adalah berada di kanal Xochimico. Awal berdirinya adalah dari kisah ada tiga anak gadis yang bermain di sana dan hilang tenggelam tidak ditemukan. Kemudian sekitar tahun 1950-an, Julián Santana Barrera mengumpulkan banyak boneka dari berbagai buangan untuk dikumpulkan di pulau kecil ini dengan tujuan memberikan semangat bagi ketiga roh anak kecil yang hilang tersebut agar tetap bahagia. Setelah selama beberapa tahun terlupakan, pada tahun 1990 pulau ini ditata kembali dan ditambah dengan fasilitas taman, selain jumlah boneka yang ada di sana ditambahkan kembali. Pulau ini kemudian dijadikan tempat wisata baru dengan fasilitas penyediaan perahu penyeberangan.

Suasana di Pulau Boneka di Meksiko

Suasana di Pulau Boneka di Meksiko


Sosok salah satu boneka yang terdapat di pulau Boneka.

Sosok salah satu boneka yang terdapat di pulau Boneka.


Boneka sampah yang terdapat di pulau Boneka.

Boneka sampah yang terdapat di pulau Boneka.


BIkin seram suasana memang.

BIkin seram suasana memang.


Kesannya angker....

Kesannya angker....


Bisa untuk lokai uji nyali.

Bisa untuk lokai uji nyali.


Taman tetap tertata rapi.

Taman tetap tertata rapi.


Fasilitas perahu untuk sarana transportasi pengunjung ke pulau.

Fasilitas perahu untuk sarana transportasi pengunjung ke pulau.


Memang terkesan menakutkan, tetapi dengan suguhan khusus boneka-boneka bekas tadi menjadikan orang untuk tertarik datang ke pulau ini. Keunikan dan keangkeran kawasan wisata ini dijaga dengan penempatan banyak boneka bekas, tidak ada penyediaan fasilitas listrik atau aktivitas komersial seperti warung, sinyal telepon terbatas dan kondisi unik lain. Dengan demikian pengunjung merasakan suasana yang berbeda saat di kawasan wisata ini.

Dengan meniru obyek wisata seperti ini mungkin dapat menjadikan wisata alternatif bagi banyak orang di Jakarta. Boneka yang dibuang sebagai sampah dapat dimanfaatkan sebagai ornamen untuk dipasang di kawasan ini. Boneka dapat diperoleh dari sumbangan banyak orang dengan sistem jemput bola sehingga tidak perlu dibuang ke tempat sampah dahulu.

Ide menarik kan…. Sampah berkurang, ada tempat rekreasi baru, ada aktivitas ekonomi baru muncul….

Iklan

6 responses »

  1. winjava berkata:

    menyeramkan pak bonekanya hehehe

  2. winjava berkata:

    menyeramkan pak bonekanya heheh

    • Iqmal berkata:

      Hehe… mau dipasang boneka yang khusus lagi apa ya biar tidak menyeramkan… tapi boneka yang jenis itu sih jelas tidak bakalan dibuang sama pemiliknya, mesti disimpan khusus juga….

    • Iqmal berkata:

      Ya besok diperbanyak saja yang boneka barbie saja….dijamin banyak menarik orang

  3. eko susilo berkata:

    Iya pak medeni boneka2 itu, bisa2 jadi tmpt wisata angker 😀

    • Iqmal berkata:

      Lha yang di meksiko itu memang tempat wisata khusus, bahkan termasuk the most creepy tourism area…. Yang di Jakarta kalau mau menarik ya banyak-banyak dipasang boneka barbie saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s