Setiap dua bulan di Malaysia sini sekali saya rutin pergi ke SPBU (eh… sering disebut petrol stasion atau petrol saja). Kalau beli bensin (eh… minyak ding di sini namanya) sih seminggu sekali. Kebetulan di sini jadi pengguna motor non bebek atau motor laki-laki dan mesinnya yang pakai oli samping. Jadi ya itu rutinitas agar motor tetap bisa melaju digeber tiap hari ke lab bolak balik yang berjarak sekitar 8 km. Omong-omong motor yang saya gunakan dapat dibaca di sini ya. Klik saja dulu.

Di SPBU ini biasanya sambil mengisi bensin yang dilaksanakan secara self service maka acaranya sekalian beli oli samping itu. Setiap SPBU biasanya ada fasilitas toko kecil sekaligus bangunan untuk kasir, selain itu ada fasilitas tambahan seperti pompa ban dan isi air, toilet, dan mushola (yang ini tidak semua spbu). Jadi kalau di sini banyak spbu dari berbagai produsen minyak, fasilitas yang tersedia umumnya itu. Di toko itulah selain menjual berbagai makanan ringan dan minuman, produk keperluan rumah tangga, dan termasuk juga minyak untuk mesin. Minyak untuk mesin ini di sini disebut sebagai minyak pelincir, mungkin biar banyak yang tergelincir sih.

Kembali ke soal oli samping untuk motor andalan ini. Motor dengan mesin yang memerlukan oli samping itu harus selalu terjaga tangki olinya ini. Oli yang digunakan adalah jenis oli samping yang tersedia dalam berbagai kualitas. Selain di SPBU, oli ini juga dijual di bengkel motor. Persoalan yang menarik adalah dulu waktu pertama kali beli saat belum tahu namanya. Sebenarnya sudah tahu namanya yakni minyak pelincir motor tadi, tetapi yang belum tahu adalah jenisnya.

Tanya punya tanya ternyata akhirnya ketahuan setelah pelayannya menyebutkan “Minyak Tuti”. Dengan pedenya pun menggeleng sambil menyebutkan untuk motor yang saya tunjukkan parkir di luar. Ternyata memang minyak tuti itu yang saya perlukan. OK-lah saya kemudian dibawa ke rak tempat botol-botol minyak ini berada.

Motor dengan mesin 2 tak yang sekarang jadi andalan hilir mudik. Asli bukan mak rempit lho..

Motor dengan mesin 2 tak yang sekarang jadi andalan hilir mudik. Asli bukan mak rempit lho..

Setelah terpegang dan mengamati label kemasan minyak itu barulah ngeh kalau minyak tuti itu minyak 2T. Minyak ini untuk mesin 2 tax bukan yang 4 tax, atau di sini minyak untuk enjin 2 lejang atau enjin 4 lejang. Sebutan tuti tadi ternyata ejaan 2T dalam bahasa melayu yang menggunakan ejaan versi english. Ejaan ini menyebut lafal alfabet dengan e, bi, si, di, i,ef, gi, ej, ai…dan seterusnya. Kalau untuk angka sih memang dieja benar satu, dua, tiga… dan seterusnya. Tapi dalam kasus ini malah kombinasi, yakni minyak (bahasa melayu) + two (english) + T (bahasa melayu/english sama saja ejaannya).

Contoh minyak tuti yang ada di pasaran.

Contoh minyak tuti yang ada di pasaran.

Owalah….. kesimpulannya itu minyak tuti ya, bukan minyak untuk mbak Tuti toh….

(jadi ingat ada satu tulisan cerita dengan semua katanya diawali dengan huruf T, baca di sini).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s