Kami pernah punya pengalaman yang benar-benar menyebalkan yakni saat berkunjung di kawasan wisata Rowo Jombor di Klaten. Kami kalau datang ke lokasi ini hanya untuk makan bersama di rumah makan terapung yang banyak didirikan di atas perairan rawa. Tetapi mengingat jumlah warung makan yang ada semakin banyak maka persaingan untuk merebut konsumen pun menjadi sangat tinggi. Berbagai cara dilakukan untuk menggaet konsumen untuk singgah di warung makan mereka. Hal inilah yang ingin saya ceritakan di tulisan ini.

Seperti pada waktu itu kami beramai-ramai ingin mengisi hari libur untuk rekreasi dan makan di luar. Kami pergi beramai-ramai dengan mengendarai dua buah mobil menuju lokasi wisata ini. Saat itu kami berencana akan singgah dan mencoba warung makan baru yang terletak agak ke ujung. Tempat yang mau dituju ini diperoleh berdasarkan rekomendasi teman yang mengatakan masakan lebih enak dan harganya pun lebih murah.ย  Jadilah dari rumah disepakati untuk pergi ke warung makan tersebut. Beriringan kami pergi dengan dua mobil kijang, satu kijang inova warna hitam milik kakak dan satu mobil kijang merah milik kami. Waktu itu tepatnya kami pergi bersebelas orang Kakak saya yang lebih mengetahui lokasi tepatnya berada di mobil depan.

Perjalanan dari rumah sebenarnya lancar. Akan tetapi yang menyebalkan adalah tatkala sudah sampai di lokasi. Kami sendiri yang berada di mobil belakang tadinya tidak begitu mengetahui situasi yang terjadi di mobil depan. Tapi yang jelas waktu itu dari belakang tampak setiap di depan satu warung makan maka mobil berhenti dan kemudian berjalan perlahan seperti tertahan. Mobil kami pun yang berjalan mepet di belakang mobil depan harus mengikuti irama seperti itu. Hal ini terjadi sampai beberapa kali dalam menuju ke warung makan yang akan tertuju.

Suasana di Rowo Jombor.

Suasana di Rowo Jombor.

Setelah beberapa kali ternyata baru diketahui ada orang yang berhenti mencegat di tengah jalan untuk mengarahkan parkir di tempat mereka. Hal ini terbukti ada orang yang kemudian melakukan hal tersebut dengan menyetop pada mobil kami. Ternyata orang-orang ini adalah tukang parkir yang bertugas di masing-masing areal itu. Tukang parkir ini bekerjasama dengan pemilik warung makan yang berada di depan areal parkir mereka. Untuk diketahui di tepian rawa ini telah dibangun jalanan aspal yang berfungsi pula sebagai batas rawa. Di sebelah kanan kiri jalan aspal ini didirikan bangunan non permanen yang diberi atap dan difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan baik untuk mobil atau sepeda motor. Masing-masing ternyata memiliki petugas sebagai tukang parkir. Dalam prakteknya tukang parkir ini selalu berusaha membujuk kendaraan yang lewat untuk berhenti di tempat mereka. Dengan demikian pengunjung akan masuk ke warung makan yang terdekat atau yang sepertinya bekerjasama dengan mereka.

Mengingat tujuan kami sudah pasti pada warung makan yang direkomendasikan teman ini maka kami tetap berjalan mencari papan nama warung itu. Ternyata warung ini berlokasi di bagian ujung sehingga sudah harus melewati banyak petugas parkir yang menyetop mobil kami. Sampai yang paling menyebalkan itu ada dua petugas yang sangat memaksa untuk berbelok pada tempat yang diaturnya. Satu orang menghalangi di tengah jalan, satu orang lagi mengatur arah untuk berbelok. Orang yang menghalangi di tengah jalan bahkan bertubuh besar. Tetapi untungnya mas saya yang menjadi supir di depan pun tetap bersikeras tidak mau belok sampai cukup makan waktu tertahan di situ. Akhirnya kemudian dapat berjalan kembali.

Kami yang di belakang pun akhirnya dihalang-halangi untuk maju ke depan dan disuruh berbelok di tempat itu. Untung punya pikiran untuk bilang ke orang itu kalau kami satu rombongan dengan mobil di depan dan yang akan membayari ya orang yang di mobil depan itu. Akhirnya pun lolos juga sampai di warung makan yang dituju itu.

Wah mau makan saja harus tarik urat dulu sama oknum petugas parkir yang saling bersaing secara tidak sehat ini. Ternyata pengalaman serupa kalau dicari di internet juga banyak yang mengalaminya. Tengok saja di link ini, di sini atau di sini. Termasuk gambar berikut ini saya copas dari situs tersebut.

Tukang parkir yang memaksa membuat pengunjung kurang nyaman.

Tukang parkir yang memaksa membuat pengunjung kurang nyaman.

Memang kalau mau berkunjung ke warung makan ini kalau memang belum ada keapstian warung yang dikunjungi, bisa saja mampir ke setiap warung yang ada. Memang keberadaan warung ini cukup banyak dengan penyajian menu yang hampir sama yakni ikan goreng atau ikan bakar, baik lele, gurameh, nila, wader atau menu lainnya. Tempat makan yang tersedia pun sama, berupa warung apung dengan menggunakan drum sebagai pelampungnya. Untuk mencapai warung apung ini tersedia rakit yang harus ditarik ke tengah. Pemandangan yang ada pun relatif sama yakni pegunungan dan hamparan rawa yang penuh dengan tanaman eceng gondok. Mengingat semua relatif sama maka bisa saja tidak usah pilih-pilih ikuti saja pas ada tukang parkir yang mencegat.

Tetapi kalau kayak kami yang ingin mencoba tempat yang direkomendasikan enak ini jadi bisa dari awal sudah menentukan. Tempat yang ini memang relatif lebih baik, ada fasilitas bermain berupa bebek apung, mainan anak kolam bola dan ayunan, fasilitas pancing dan umpannya gratis. Sayangnya ya itu tadi harus perang urat syaraf dulu dengan para tukang parkir yang mencegat di banyak tempat.

Gara-gara persaingan bisnis sih jadinya mau berwisata saja tidak nyaman….

Perahu untuk menyeberang ke warung apung.

Perahu untuk menyeberang ke warung apung.

 

Bermain perahu di sekeliling warung apung.

Bermain perahu di sekeliling warung apung.

 

Memancing sambil menunggu makanan yang dipesan.

Memancing sambil menunggu makanan yang dipesan.

 

Suasana rowojombor yang asri.

Suasana rowojombor yang asri.

Iklan

14 responses »

  1. si Oom! berkata:

    Senangnya, bisa dijadikan referensi ๐Ÿ˜›
    Salam Kenal oom :mrgreen:

  2. b d' ima berkata:

    pokoknya bener2 gak nyaman kalo ke rawa jombor…skarang jadi males,mending ketempat lain,gak jauh..lebih nyaman…kalo tetep ke jombor ,kita mau nyante malah jadi gak enak suasananya….

  3. ya memang begitu,harus ada usulan ke pemda agar parkir dikelola 1 atap agar lebih tertib danmemberi rasa aman pengunjung…

  4. mandala berkata:

    Coba main ke danau sarangan tawang mangu tempatnya bagus ada speedboatnya plus nyaman

  5. Popok Bayi berkata:

    Wah banyak cegatan gitu ya, jadi mikir lagi nih mau kesana..

    • Iqmal berkata:

      sebenarnya datang saja ke sana juga tetap tidak masalah, memang jadi tidak nyaman kalau kita sudah tahu lokasi tempat makan yang akan dituju… kalau belum tahu ya sama saja pergi warung makan terapung yang mana saja kan juga tidak tahu bedanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s