Menjenguk orang sakit itu sangat dianjurkan bagi para kerabat dekat atau tetangga. Bahkan kalau bagi orang Islam, menjenguk orang sakit termasuk hal yang sangat disunatkan. Tujuan menjenguk orang sakit tentunya adalah memberi dukungan dan doa agar segera diberi kesembuhan kembali, serta memberi bantuan khususnya secara finansial jika perlu.

Orang sakit baik yang dirawat di rumah maupun yang sampai harus dirawat secara khusus di rumah sakit, perlu selalu dijaga semangatnya. Keluarga terdekatlah yang bertanggung jawab untuk merawat dan membantu aktivitas harian dari sang penderita. Saat sakit seperti inilah sering penderita memerlukan hiburan ataupun dukungan moral sehingga diperoleh sugesti untuk dapat segera sehat  kembali. Apabila dijenguk sang penderita biasanya akan merasa senang dan ikut berbesar hati dengan kunjungan tersebut.

Periksa rutin kondisi ibu yang sakit.

Periksa rutin kondisi ibu yang sakit.

 

Adab dan istiadat bagi orang menengok seseorang sedang sakit ada beberapa hal. Antara lain adalah mendoakan agar segera diberi kesembuhan, membantu pihak keluarga sehingga beban dapat lebih diringankan, tidak merepotkan pihak keluarga seperti harus dilayani atau mendapatkan sesuatu saat berkunjung menengok, dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menambah sakit sang penderita.

 

Sewaktu berkunjung menjenguk orang sakit, biasanya orang akan memberikan bantuan atau sumbangan semampu mereka. Saat ini yang umum bagi para penjenguk adalah dengan membawakan makanan ringan seperti kue, biskuit dalam kaleng, buah-buahan atau bunga. Beberapa penjenguk yang sudah dekat kadang berkunjung dengan memberikan sumbangan uang secukupnya.

Jika dibandingkan dengan bentuk sumbangan seperti makanan, buah atau bunga maka semuanya relatif kurang bermanfaat bagi sang pasien. Pasien biasanya mendapatkan pantangan berbagai jenis  makanan dan harus melakukan diet makanan tertentu. Untuk buah mungkin masih dapat dimakan oleh sang penderita, namun karena kondisi badan tidak enak maka biasanya hanya dapat makan dalam jumlah sedikit saja. Dengan demikian makanan atau buah-buahan yang dibawa saat berkunjung, praktis hanya dapat dinikmati oleh pihak penunggu pasien. Terlebih jika banyak penengok yang melakukan hal yang sama, maka mungkin saja dapat bertumpuk dan kurang bermanfaat bagi sang penderita.

Di negara barat, seringkali juga pihak yang menengok orang sakit dengan membawa rangkaian bunga. Bunga yang disusun secara cantik dan kadang harum dapat membantu pasien untuk memperoleh kesegaran dan keindahannya. Akan tetapi hal ini juga umumnya hanya berlangsung dalam waktu singkat saja, karena akan segera layu. Bahkan dalam kondisi tertentu sering akan merepotkan pihak keluarga karena harus menyediakan vas bunga. Apabila lokasi penderita di rumah sakit mungkin akan merepotkan sekali untuk keperluan ini. Jadi mungkin budaya menyumbang bunga ini belum begitu biasa di Indonesia.

Sebagai bentuk sumbangan yang dirasa paling fleksibel sebenarnya adalah jika diujudkan dalam bentuk uang. Uang bagi keluarga pasien akan dapat digunakan oleh keluarga sesuai keperluan termasuk untuk membeli obat-obatan, pemeriksaan dokter atau biaya perawatan rumah sakit. Permasalahan menyumbang uang ini sebenarnya mirip dengan budaya menyumbang uang saat kita menghadiri acara perkawinan atau hajatan keluarga lain. Uang sumbangan biasanya dalam jumlah yang relatif standar atau disesuaikan dengan hubungan kekerabatan, yang penting ikhlas tentunya. Uang ini dimasukkan dalam sampul amplop dan kemudian diberikan kepada keluarga yang sedang menunggu.

Ada satu jenis sumbangan lain yang dapat digunakan sebagai alternatif saat menengok orang sakit. Sumbangan ini dalam bentuk buku. Buku bermanfaat digunakan bagi pasien untuk mendapatkan aktivitas mengisi waktu saat harus mendapatkan perawatan dan beristirahat untuk pemulihan kondisi tubuh. Tentu saja tidak semua jenis buku dapat digunakan untuk sumbangan. Mungkin dapat dipilih buku-buku yang sesuai dengan latar belakang atau minat dari pasien. Jenis buku lain yang lebih bersifat umum antara lain adalah buku-buku agama dan rohani, buku-buku motivasi dan pengetahuan umum. Walaupun yang sakit seorang mahasiswa bidang mipa misalnya, kalau saat sakit disumbang dengan buku teksbook atau buku referensi ilmiah lainnya tentunya juga menjadi tidak pas lagi. Sepertinya bisa tambah parah sakit yang dideritanya karena harus membaca dan memahami isi buku jenis ini. Buku bacaan bagi pasien anak-anak atau pelajar juga sangat cocok untuk sebagai selingan sehingga melupakan sejenak dari sakit yang dideritanya.

Buku dapat digunakan untuk membaca saat berbaring sakit. Kalau di ruang inap yang berkelas umumnya sudah disediakan televisi sebagai sarana hiburan bagi pasien dan penunggunya, maka dengan adanya sumbangan buku ini juga dapat berfungsi sama. Apabila orang yang sakit yang kita tengok di rumah, maka sumbangan buku ini juga tetap dapat sebagai selingan hiburan. Buku akan tetap berguna setelah sembuh dan dapat dijadikan bahan kenangan tersendiri. Di dalam halaman buku dapat dituliskan pesan dan harapan agar segera diberi kesembuhan atau tulisan lain yang memotivasi.

Kelemahan dari sumbangan buku juga tetap ada. Bagi penderita stroke, lumpuh atau sakit berat lainnya tentunya menjadi tidak cocok lagi karena pasien tidak mampu untuk memanfaatkan buku tersebut sebagai bahan bacaan. Kalau kondisi seperti ini maka sumbangan buku mungkin saat itu baru dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga yang menunggui pasien. Baru setelah sembuh atau merasakan kondisi fit kembali maka buku ini baru dapat dibaca mereka.

Kebutuhan akan buku sebagai bacaan dari pihak keluarga pasien sebenarnya tertangkap dari keberadaan kios buku dan majalah di banyak rumah sakit. Kios buku ini menjual buku dan majalah yang dibeli oleh pihak keluarga untuk bacaan saat di rumah sakit. Jadi dapat dipahami kalau buku pun menjadi salah satu hal yang diperlukan selama orang sakit.

Kalau sekarang sudah memasuki jaman elektronik, maka fungsi buku sudah tergantikan oleh ebook. Terus sumbangannya jadi bagaimana ? hehe… masak kita pergi menengok sambil bawa flashdisk terus nanti dicopykan atau menyumbang ebook dalam cd. Ditanya kayak gini mending saya jawab saja untuk menyumbang laptop atau tablet untuk sarana membuka ebook tadi. Pasti diterima dengan ikhlas juga oleh sang pasien dan keluarganya… Saya kalau disumbang laptop atau tablet ini juga pasti mau kok, tapi ya mending dan jauh lebih penting untuk tetap sehat.

Salam sehat selalu….

Iklan

2 responses »

  1. bu d' Ima berkata:

    ibune….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s