Silakan dicermati klip kartun berikut. Jika anda orang kimia mungkin bisa tertawa minimal tersenyum.


Ya, kartun tersebut yang saya peroleh di internet itu menggambarkan prinsip kaidah kelarutan dalam ilmu kimia. Kaidah kelarutan ini lebih dikenal dengan prinsip like dissolve like.

Setiap yang bersifat polar hanya dapat larut dalam pelarut polar, demikian juga yang setiap yang non polar hanya akan larut dalam pelarut non polar. Untuk yang semi polar tentunya menyesuaikan dengan ukuran kepolaran yang dimilikinya. Bahan yang ionik tentunya juga lebih larut dalam pelarut polar.

Polaritas suatu bahan ditentukan dari strukturnya, seperti diilustrasikan pada gambar berikut :

Bahan yang bersifat polar terdiri dari bahan yang bersifat ionik atau kovalen. Untuk yang non polar umumnya adalah bersifat kovalen. Secara skematik untuk bahan polar dapat dijelaskan pada gambar berikut :

Struktur ionik pada garam NaCl.

Struktur ionik pada garam NaCl.


Struktur kovalen yang polar pada molekul  amonium.

Struktur kovalen yang polar pada molekul amonium.

Berdasarkan polaritas ini maka pelarut-pelarut yang ada di alam juga dapat digolongkan. Hal ini dapat membantu pemilihan jenis pelarut yang akan digunakan saat akan melarutkan bahan. Pada bagian berikut disajikan tabel polaritas berbagai jenis pelarut yang sering digunakan di laboratorium.

Aplikasi prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari biasanya digunakan pada proses pencucian. Untuk membersihkan kotoran yang polar menggunakan pelarut polar dan membersihkan kotoran non polar juga menggunakan pelarut non polar. Pada pencucian dengan menggunakan air yang bersifat polar juga dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang non polar, caranya adalah dengan menggunakan sabun atau deterjen. Bahan ini memiliki sifat sebagai surfaktan (surface active agent) karena strukturnya yang memiliki situs polar dan non polar pada ujung-ujungnya.

Struktur molekul suatu surfaktan yang dicirikan memiliki bagian polar dan non polar.

Struktur molekul suatu surfaktan yang dicirikan memiliki bagian polar dan non polar.


Skema pembentukan gelembung pada surfaktan.

Skema pembentukan gelembung pada surfaktan.


Mekanisme pengangkatan kotoran oleh surfaktan melalui pembentukan misel.

Mekanisme pengangkatan kotoran oleh surfaktan melalui pembentukan misel.

.

Terus hubungannya dengan kartun di atas apa ? Ya itu ke dalam pelarut polar maka hanya yang polar saja yang larut, yang non polar tidak larut. Dalam bahasa Inggris, beruang kutub yang berwarna putih disebut polar bear, jadi beruang biasa yang berwarna hitam tentunya yang non polar bear. Begitju ya…. Keep smile !!

ps. Ada satu tulisan lain yang terkait soal ini yakni Penggunaan Sabun yang Tidak Efektif saat Digunakan di Pemandian Air Panas Alami. Baca di link ini.

8 responses »

  1. umi mengatakan:

    bagus Pak Iqmal…

  2. Yayu (Wahyuni) mengatakan:

    Menarik Sekali Pak…
    Salam kenal Pak.. Nama saya Yayu
    adalah Mahasiswa Bpk juga sewaktu masih kuliah S1 di FMIPA UGM
    saya adalh salh satu dari sekian byk Mahasiswa pengagum Bapk,, smg sy bisa ikut bergabung…
    Terima kasih Pak Iqmal..

    • Iqmal mengatakan:

      hehe… memang artis kok malah ada pengagumnya ?
      terima kasih juga sudah berkunjung di blog saya dan bergabung, semoga tulisan2nya bermanfaat…
      yang jelas mohon maaf, saya lupa nih… mhs saya beberapa ada yang namanya Yayu tapi lengkapnya Rahayu bukan Wahyuni, ada yang namanya Wahyuni tapi panggilannya kayaknya Nelli….
      Salam kembali….

  3. Yayu (Wahyuni) mengatakan:

    alhamdulillah Pak ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s