Setiap orang hampir dapat dipastikan pernah mengenal crayon. Alat gambar yang banyak digunakan orang  untuk membuat lukisan warna-warni. Tidak saja anak-anak, orang dewasa pun banyak juga yangmasih menggunakan crayon sebagai sarana untuk menggambar hasil imajinasi dan dituangkan dalam media kertas gambar.

Aneka warna crayon.

Aneka warna crayon.

Crayon sekarang banyak dijumpai di toko alat tulis atau bahkan di toko biasa yang dipajang sebagai salah satu kebutuhan anak sekolah. Bahkan bagi anak pra sekolah pun sudah menggunakan alat ini. Sebagai alat gambar, crayon sangat mudah dan praktis digunakan. Terlebih jika dibandingkan dengan alat gambar lain yang serupa. Kalau pensil warna minimal harus diasah supaya tetap tajam. Spidol warna perlu buka tutup supaya warna tidak cepat habis dan agar awet digunakan. Cat air pun memerlukan persiapan tersendiri sebelum dapat digunakan melalui pengenceran dengan air. Demikian juga dengan cat minyak yang memerlukan biaya tinggi untuk dapat menggunakannya. Dari segi pilihan itu, maka crayon dapat menjadi pilihan utama bagi kebanyakan orang untuk digunakan sebagai alat gambar.

Crayon memiliki aneka warna yang cukup lengkap untuk digunakan memenuhi kebutuhan warna yang diinginkan. Untuk crayon dengan harga murah biasanya hanya memiliki warna-warna standari mulai dari warna primer dan berbagai warna lain yang sering digunakan. Semakin mahal crayon maka pilihan warna yang disediakan pun semakin banyak. Soal warna inilah yang ingin saya tuliskan dalam bentuk istilah Hukum Crayola.

Diagram hukum crayon soal pertumbuhan jumlah warna crayon.

Diagram Hukum Crayola soal pertumbuhan jumlah warna crayon.

Kalau di dunia ekonomi ada pengertian hukum pertumbuhan populasi yang dikenal sebagai deret Malthus, maka dalam dunia warna produk crayon ini dikenal istilah Hukum Crayola atau Crayola’s Law. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah warna dalam crayon berlipat dua setiap 28 tahun sekali. Hukum ini dinyatakan oleh Stephen Von Worley yang mengamati soal ini. Jadi pada tahun 1903, crayon baru memiliki delapan warna saja yang tersedia, tetapi sekarang ini sudah tersedia aneka warna crayon sebanyak 120 jenis.

Von Worley selanjutnya menyatakan hukum crayon ini secara grafikal seperti pada gambar di atas.  Jadi setiap 28 tahun jumlah warna yang mungkin tersedia dalam produk pastel akan berlipat dua. Warna crayon memiliki pertumbuhan atau pertambahan jumlah sebesar 2,56 % setiap tahun.

Wadah besar diperlukan untuk membungkus crayon.

Wadah besar diperlukan untuk membungkus crayon.

Jika hukum crayon ini terbukti terus berlangsung maka kotak crayon yang lengkap akan semakin besar. Jadi dapat dibayangkan pada tahun 2050 akan ada 330 buah crayon yang berbeda warna.

Satu catatan saya, kalau sekarang crayon kadang dijadikan pilihan orang untuk digunakan sebagai kado bagi anak yang sedang berulang tahun, maka pada tahun 2050 itu mungkin tidak ada lagi kado ulang tahun berupa crayon. Harganya sudah jauh sangat mahal sih…..

Menggambar aneka warna dengan crayon.

7 responses »

  1. […] yang memberikan definisi pertumbuhan jumlah warna pada produk cryaon yang berlipat setiap 28 tahun (baca di link ini). Sekarang iseng lagi kalau hukum itu ternyata tidak cocok sama sekali kalau diterapkan pada […]

  2. Arie Pudjiarso mengatakan:

    Jadi ingat masa SD yang juara dalam menggambar😀 Asyiiiikkkk…
    Walau saya bukan ahli kimia namun, turut menyimak hal-hal sepele sangat menambah pengetahuan, nih!😀

    • Iqmal mengatakan:

      ingat gambar ingat crayon…. kalau saya ingat crayon ingat sinchan…….
      tulisan di blognya mba Arie juga bagus-bagus lho….

      • Arie Pudjiarso mengatakan:

        Waahhh…terima kasih. Meluangkan waktu berkunjung ke blog saya yang ceritanya teramat sederhana :’)

      • Arie Pudjiarso mengatakan:

        Iyaaa…terima kasih sangat. Meluangkan waktu di blog saya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s