Paginya kami mencari sarapan di warung makan muslim dekat hotel. Kami balik ke hotel untuk check out sambil menitipkan tas ke resepsionis hotel. Acara hari itu adalah mau pergi ke kota Songkla dan mampir ke pantai Shamila. Kami naik van sesuai petunjuk teman untuk menuju Songkla. Cukup murah juga  karena satu perjalanan untuk jarak sekitar 30 km itu hanya perlu membayar 28 bath.

Salah satu kuil di Songkla

Salah satu kuil di Songkla



songkla juni 2012-iqmal-01
Kami turun langsung di pantai Shamila, kota Songkla. Kebetulan van kami bisa langsung mengantar sampai lokasi, jadi turun langsung di depan lokasi pantai. Pantai ini merupakan pantai umum sehingga tidak perlu membayar tiket masuk lokasi kawasan wisata. Di pantai ini sih relatif biasa saja, namun bersih dengan pasir putihnya. Kawasan pantai ini merupakan teluk sehingga ombak relatif tidak terlalu besar dengan air laut yang berwarna kebiruan. Jalur untuk laluan pejalan kaki juga tertata baik dan bersih, sementara di beberapa tempat tersedia pondok gazebo yang bagus. Beberapa kios penjual souvenir juga tersedia di sini. Cukup cantik memang.
Bundaran penanda lokasi wisata pantai Shamila

Bundaran penanda lokasi wisata pantai Shamila


Papan informasi dan peta wisata

Papan informasi dan peta wisata


Suasana pantai Shamila yang bersih dan berpasir putih.

Suasana pantai Shamila yang bersih dan berpasir putih.


Salah satu monumen cantik untuk penghias kawasan.

Salah satu monumen cantik untuk penghias kawasan.


Tarikan yang cukup khas di sini adalah patung kucing dan tikus yang menggambarkan bentuk pulau kecil yang berada di hadapan teluk pantai Shamila ini. Selain itu di sini juga terdapat patung putri duyung mirip di Denmark itu. Banyak pengunjung wisatawan yang berfoto di sini.
Jalan-jalan di kawasan ini mungkin akan lebih enak kalau pagi atau sore hari. Saat itu kami sampai di sana sekitar pukul 11an jadi terasa terik matahari membakar di kulit. Setelah puas jalan-jalan di kawasan pantai, akhirnya beranjak mau mencari lokasi kantor Konjen RI mau ikut sholat Jumat di sana. Namun karena nyasar-nyasar malah tidak berjumpa, akhirnya diputuskan langsung naik tuktuk menuju terminal van untuk kembali pergi ke Hatyai.
Pulau berbentuk tikus dan kucing.

Pulau berbentuk tikus dan kucing.


Patung kucing dan tikus.

Patung kucing dan tikus.


Patung putri duyung.

Patung putri duyung.


Penjual souvenir

Penjual souvenir


Penjual makanan kecil

Penjual makanan kecil


Bis wisata di kawasan.

Bis wisata di kawasan.


Sudut hotel wisata di Shamila

Sudut hotel wisata di Shamila


Naik tuktuk di Songkla

Naik tuktuk di Songkla


Suasana jalan yang lenggang dan bersih.

Suasana jalan yang lenggang dan bersih.


Sampai di Hatyai langsung mengambil tas dan kemudian pergi ke stasiun membeli tiket kereta api. Setelah itu makan dulu lagi di warung makan muslim andalan di depan stasiun.

Acara kepulangan ini yang juga bikin kesal. Soalnya sesampai di Padang Besar, sewaktu mengurus visa ternyata malah bermasalah. Saya harus mengurus di kantor bagian dalam untuk ditanya macam-macam. Jadi waktu itu malah hanya diberi visa kunjungan 1 minggu saja. Hari seninnya terpaksa harus segera memaksa kantor kerjasama UniMAP untuk segera mengurus visa pelajar ini. Padahal keburu mau dipakai untuk pergi ke KL untuk presentasi di conference.

Tapi asyik juga kok kunjungan singkat ke Hatyai ini.

Iklan

2 responses »

  1. saifudin berkata:

    jalan disana lengang dan bersih ya?

    • Iqmal berkata:

      ya kalau siang hari sih umumnya lenggang… tapi kalau malam waduh, relatif lebih ramai, soalnya hawanya juga mendukung sih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s