Mengajar di kelas sekarang semakin dipermudah dengan fasilitas proyektor LCD yang sudah tersedia di setiap ruangan. Jadi dosen cukup membawa laptop saja selain buku atau bahan ajar lain ke kelas. Materi kuliah sebelumnya dipersiapkan terlebih dahulu dalam bentuk file presentasi yang dibuat dengan menggunakan aplikasi MS Powerpoint.

Semester ini kebetulan saya mengampu dua matakuliah Kinetika Kimia dan Termodinamika Kimia. Matakuliah ini sebenarnya banyak memerlukan penjabaran-penjabaran persamaan matematika, tetapi dengan presentasi yang didukung animasi hal tersebut dapat dibantu. Meski persiapannya jadi memerlukan waktu ekstra. Materi kuliah selanjutnya dibuat menjadi model handout yang kemudian dipasang di blog.

Untuk kegiatan mengajar, saya tinggal datang di kelas saja. Fasilitas proyektor LCD di ruang kelas ada yang masih terpajang di meja, tetapi di ruang kelas di unit gedung MIPA selatan (Milan) setiap proyektor sudah terpasang rapi di langit-langit. Dengan perpanjangan kabel maka penyambungan kabel konektor tetap rapi dan tidak mengganggu pandangan.

Mengajar dengan proyektor LCD.

Proyektor untuk siap digunakan harus diatur dalam keadaan on setelah posisi stand by, demikian juga setelah selesai digunakan harus diatur kembali ke posisi stand by kembali tidak boleh langsung dimatikan. Jika proyektor terletak di meja maka hal ini dapat mudah dilakukan dengan menggunakan tombol yang terletak di bagian proyektor tersebut. Namun jika proyektor terletak jauh di langit-langit maka harus memerlukan fasilitas remote control.

Dengan remote control ini ini pengguna dapat menghidupkan dan membuat menjadi stand by kembali. Demikian juga untuk mengatur berbagai tampilan seperti pengaturan fokus dan lain-lain. Remote control yang bekerja dengan menggunakan sinar infra merah mampu melaksanakan pilihan perintah tanpa disambungkan dengan kabel. Sayangnya keberadaan remote control ini di dalam kelas sering jadi masalah karena pengalaman tahun-tahun terdahulu sering hilang baik karena terbawa atau terselip.

Tadinya ada petugas yang membantu menyiapkan proyektor ini untuk siap digunakan oleh dosen. Mungkin karena jumlah ruangan yang banyak maka petugas ini menjadi tidak efektif lagi. Sekarang peran remote control untuk proyektor yang tergantung tinggi ini ada penggantinya. Dengan menggunakan teknik kuno maka proses menghidupkan atau mengatur proyektor tetap dapat berjalan yaitu dengan bantuan sebilah tongkat panjang.

Dengan tongkat ini maka tombol di proyektor dapat ditekan-tekan sesuai yang diinginkan. Kalau di kebun saya biasa menggunakan tongkat panjang untuk memetik buah yakni galah atau sengget dalam bahasa Jawa. Jadi di kelas sekarang untuk mengatur proyektor ini menggunakan teknologi “sengget control”. Hehe….

Mematikan proyektor tanpa remote control.

Mematikan proyektor tanpa remote control.

Wah harus hati-hati nih…. sebelum berangkat ke kelas harus menggunakan deodoran dulu nih, supaya ketiak tetap kering.

2 responses »

  1. rony wicaksono mengatakan:

    hahaa,ketawa pak.
    pak saya tertarik dengan “kuliah sampah” bapak dulu,yang saya mau tanyakan,boleh nggak mahasiswa ikut berperan serta disana?terutama mhsswa smstr 3 seperti saya,hehe.mksh pak

    • Iqmal mengatakan:

      coba hubungi pak Eko Sugiharto di lab Kimia Analitik atau di PSLH UGM saja…. beliau bisa mengatur soal ini….sekarang sih koordinatornya sepertinya bu Saraswati dari Fak Teknik….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s