Bersama keluarga, waktu Idul Adha kemarin dilakukan sambil menengok ibu yang sakit di Purbalingga. Malam harinya dilakukan dengan mengobrol sambil sesekali mengikuti takbiran. Pagi harinya mengikuti sholat sunnat Idul Adha di lapangan SD Blater. Setelah itu baru kembali ke rumah makan. Kakak saya ternyata saat itu berkurban hewan kambing beberapa ekor untuk dipotong di dusun. Salah satu kambing kurban dipotong untuk keluarga sendiri dengan mengundang pak kaum dusun setempat.

Ada satu kejadian menarik saat pemtoongan kambing kurban itu. Setelah pisau siap digunakan dan kaki kambing diikat. Sebelum dibacakan ucapan basmallah dan niat kurban, ternyata ada celetukan untuk mengingatkan kalau posisi kaki pak kaum agar mentutup jangan terbuka. Ternyata celetukan ini ada maksudnya kalau posisi kaki sang penyembelih hewan itu tertutup maka daging hewan yang disembelih nanti akan enak. Kalau posisi kakinya terbuka maka akan tidak enak. Wah baru tahu nih soal ini. Benar atau tidaknya sih wallahu a’lam. Soalnya setiap makan daging kambing baik yang dalam bentuk sate maupun gule kok rasanya selalu enak, hampir tidak pernah yang tidak enak, hehe….

Kalau soal enak atau tidak enaknya daging kambing yang disembelih sebenarnya banyak factor. Pertama mungkin kalau soal empuk atau tidaknya daging kambing sebenarnya lebih ditentukan oleh usia kambing yang disembelih itu. Semakin tua tentunya daging kambing akan semakin alot. Lha buktinya sekarang banyak orang jual sate kambing selalu mempromosikan sebagai sate kambing muda. Bahkan di daerah Slawi ada yang berani pasang pelang nama jual Sate Cempe alias sate anak kambing. Berarti kambing yang sembelih di warung itu pun masih sangat muda yang menunjukkan kalau dagingnya masih sangat empuk.

Berbeda halnya kalau untuk kurban, sebenarnya disunnatkan untuk menggunakan hewan kurban yang sudah berumur. Istilah khususnya adalah hewan yang sudah “poel” atau gigi hewan itu sudah tanggal. Jadi hewan yang seperti inilah yang seharusnya disembelih sebagai hewan kurban, bukan sembarang kambing yang masih muda.

Persiapan menyembelih kambing untuk kurban.

Persiapan menyembelih kambing untuk kurban.



Kambing selesai disembelih.

Kambing selesai disembelih.


Faktor lain yang berpengaruh terhadap keenakan adalah soal bau. Untuk diketahui hewan kurban khususnya kambing yang menurut istilah dalam bahasa Jawa disebut “prengus”. Supaya daging kambing tidak prengus maka saat disembelih darah harus keluar banyak, kemudian daging harus dikuliti dengan cepat dan segera dipotong-potong. Agar proses menguliti atau melapas bagian kulit dari bagian daging dapat dilakukan dengan cepat, maka dapat dilakukan dengan jalan peniupan, jadi hasilnya akan seperti balon yang menggelembung. Ada orang yang menggunakan batang daun pepaya untuk meniupnya atau bahkan sekarang banyak yang menggunakan kompresor ban. Kulit kambing akan terpisah sendiri sehingga cepat terpisah. Daging kambing agar diangin-anginkan kalau tidak segera dimasak.

Ada alternatif lain kalau ingin daging tidak alot. Caranya adalah dengan membungkus daging menggunakan daun papaya atau parutan buah nenas. Kedua bahan ini ternyata memiliki enzim yang mampu melunakkan protein dalam daging sehingga kalau daging dimasak menjadi cepat lunak.

Jadi kalau hewan kurban itu sudah memenuhi persyaratan, hewan tidak sakit atau cacat, niscaya akan memberikan daging kurban yang enak dan barokah. Terlebih jika kemudian hewan disembelih dengan tata cara yang benar dan kemudian segera dipotong-potong dengan cepat untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak menerimanya, niscaya tidak menjadikan daging itu berkurang kualitasnya.

Kaki sang penyembelih tidak boleh terbuka lebar.

Kaki sang penyembelih tidak boleh terbuka lebar.


kalau yang menyembelih pakai sarung, tidak kelihatan terbuka atau tertutup kakinya.

kalau yang menyembelih pakai sarung, tidak kelihatan terbuka atau tertutup kakinya.


Soal tata cara menyembelih hewan kurban yang baik, saya menemukan satu link di internet yang cukup bermanfaat. Link untuk mengetahui tata cara pemotongan hewan kurban yang sesuai dengan kaidah Islam dapat dibaca di sini.

Saya coba ringkaskan tata cara pemotongan hewan kurban tersebut adalah pada bagian berikut. Cara yang benar untuk mematikan hewan kurban adalah dengan cara disembelih menggunakan pisau yang tajam.

Meskipun banyak orang mengatakan bahwa cara mematikan hewan adalah dengan jalan dibuat pingsan terlebih dahulu, namun hal itu secara ilmiah ternyata malah kurang benar. Cara yang sekarang banyak dilakukan untuk membuat hewan pingsan antara lain adalah  stunning gun, pembiusan, menggunakan arus listrik, atau bahkan dengan cara memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan alat tertentu, dengan beban dan kecepatan yang tertentu pula. Cara terakhir ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Captive Bolt Pistol (CBP). Menurut kebanyakan orang, inilah cara yang terbaik dan lebih “manusiawi”. Cara ini juga, menurut mereka lagi, dapat melindungi pekerja dari kemungkinan kecelakaan karena hewan meronta-ronta ketika disembelih. setelah pingsan, menurut mereka juga, hewan itu tidak akan merasa kesakitan bila disembelih. Cara seperti ini mereka yakini sebagai cara yang terbaik, karena hewan tidak meronta-ronta, tidak tampak kesakitan, dan “sepertinya” tidak merasakan sakit (karena telah pingsan)..

Dari blog tersebut disebutkan kalau dari hasil penelitian ilmiah ahli peternakan dari Hannover University, Jerman yaitu Prof. Dr. Schultz dan Dr. Hazim, bahwa penyembelihan secara syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ternyata lebih baik daripada penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan). Teknik penyembelihan hewan tanpa dibuat pingsan terlebih dahulu ternyata dapat membuat darah keluar dari tubuh hewan dengan baik sehingga tidak tertinggal dalam tubuh. Mengingat darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal saat hewan tidak pingsan, maka akan dihasilkan daging yang relatif sehat dan layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food. Apabila darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan daging yang kurang sehat. Menurut ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging. Darah menjadi tempat berkembangnya kuman, bakteri, racun dan unsur merugikan lainnya, unsur itu yang membuat kekakuan mayat hewan oleh karena itu cara penyembelihan hewan secara Islam lebih higienis dimana semua darah dialirkan atau dibuang.

Untuk cara menyembelih ini meliputi penggunaan pisau potong yang cukup tajam, mengiris pembuluh darah pada leher dengan sekali iris bukan berkali-kali, tubuh hewan jika perlu diikat dan dipegangi oleh beberapa orang, disembelih dengan sebelumnya diucapkan kalimat basmallah dan diucapkan dengan niat sebagai kurban dari shohibul kurban.

Jadi kembali soal penyembelihan hewan kurban ini, sah tidaknya proses penyembelihan bukan ditentukan oleh posisi kaki sang penyembelih hewan, namun mestinya yang sudah memenuhi syariat Islam. Soal enak atau tidaknya itu tergantung dari kemampuan seseorang yang akan mengolahnya jadi masakan yang enak dengan ramuan bumbu dan cara memasak yang sesuai.

Silakan berkomentar yang sudah punya pengalaman soal menyembelih hewan kurban ini.

One response »

  1. Rifai mengatakan:

    Harga hewan kurban pasti semakin melambung tinggi saat mendekati Idul Adha, dan sering biasanya penjual memberi harga lebih murah di 3-5 bulan sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s