Kalau mau diadakan lomba kuat-kuatan orang untuk makan sesuatu maka mungkin orang Jawa-lah yang paling kuat. Dulu di tulisan yang ini bercerita soal adu kuat orang makan  antara orang Indonesia dan orang Malaysia. Baca saja di link ini.

Memang orang Indonesia atau khususnya orang Jawa kuat makan makanan jenis-jenis tertentu. Contohnya tongseng saja dimakan. Bayangkan tong dari seng pun dimakan. Hehe….

Ternyata orang Jawa ada juga yang makan menu lain. Tahu jerami padi kan ? Jerami padi kalau dalam bahasa Jawa dinamakan damen. Nah damen pun sama orang Jawa dimakan.

Satu lagi. Tahu beton kan ? Beton ini kan adonan semen dan pasir yang digunakan untuk mencetak struktur bangunan sehingga bangunan dapat berdiri kokoh dan kuat. Ternyata beton pun dimakan sama orang Jawa.

Tapi tunggu dulu, damen dan beton yang ini lain. Bagi yang belum pernah mencobanya mungkin akan heran, tetapi kalau sudah mencobanya mungkin dapat ketagihan juga. Damen dan beton yang saya bahas ini adalah bagian dari buah nangka.

Buah nangka

Buah nangka


Jadi buah nangka yang sudah tua kan umumnya dimakan bagian daging buahnya. Daging buah nangka ini umumnya berwarna kuning, namun ada juga yang berwarna jingga. Daging buah nangka ini kalau menurut ahli biologi merupakan kelopak bunga semu. Apapun warna dan istilahnya, memang daging buah inilah yang umum dimakan oleh orang. Daging buah yang enak ini berbentuk bulatan memanjang dengan ujung mengerucut dan di dalamnya berisikan biji nangka yang sebenarnya.

Namun tidak semua isi dalam buah nangka ini membesar dan berisikan biji, kebanyakan kelopak yang lain hanya tumbuh memanjang berbentuk lembaran pipih. Biasanya bagian kelopak yang seperti ini berwarna putih. Ternyata kalau diamati ada juga lembaran pipih yang tumbuh tebal tetapi tetap tidak mengandung biji di dalamnya. Bagian kelopak buah seperti inilah yang disebut sebagai damen dalam bahasa Jawa. Jadi damen yang dimaksud bukan damen yang berarti jerami padi. Damen yang dapat tumbuh tebal dan berbeda dengan damen yang berwarna putih, sebenarnya tetap manis. Jadi kalau mau damen ini pun tetap dapat dimakan seperti halnya daging buah nangka biasa.

Lain lagi soal bijinya. Biji buah nangka umumnya dibuang begitu saja. Bagi beberapa orang, kadang biji buah nangka ini dikumpulkan dibersihkan dari selaput tipis yang membungkusnya. Setelah itu biji yang sebenarnya masih tertutup kulit ari dapat dicuci dan kemudian direbus sampai lunak. Biji yang telah direbus sampai lunak ini dapat dimakan dan inilah yang disebut sebagai beton. Rasanya cukup enak juga. Kadang untuk memberi rasa, maka pada saat direbus boleh juga ditambah dengan garam sehingga beton pun ada rasa asinnya sedikit.

Biji buah nangka alias beton

Biji buah nangka alias beton

Buah lain yang mirip dengan buah nangka adalah buah cempedak. Buah ini dapat dimakan seperti buah nangka dengan cara biasa tetapi memiliki bau harum yang cukup tajam. Di negeri jiran, buah cempedak ternyata ada juga yang dimakan dengan jalan digoreng dalam adonan tepung. Jadi seperti memasak pisang goreng, tetapi yang ini adalah cempedak goreng.  Bagian buah yang digoreng adalah keseluruhan kelopak buah beserta biji di dalamnya. Mengingat daging cempedak tipis jadi setelah digoreng pun lebih terasa aroma harumnya yang kuat. Bagian yang terasa saat dimakan adalah adonan tepung dan serat daging buah yang hancur, serta biji buah cempedak yang telah lunak. Bagian biji cempedak goring ini pun tentunya dapat dinamakan sebagai beton juga.

Efek beton dapat membuat orang banyak jadi mudah buang angin. Baunya mantap karena beton banyak mengandung karbohidrat dan protein bersulfur. Jadi gas yang dihasilkan pun memiliki bau yang cukup tajam. Kalau sudah seperti ini orang-orang yang habis makan beton banyak-banyak pun dapat mengikuti perlombaan adu kentut massal. Boleh dicoba !

Omong-omong soal makan damen dan beton ini pun dapat berperan dalam pelestarian lingkungan melalui konsep 3R yakni pengurangan jumlah sampah. Daripada terbuang mending dimanfaatkan dengan jalan dimakan saja. Lagipula memang enak kok, efek samping jadi kebiasaan buang angin sih dapat diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s