Saya baru saja ngakak sendiri dapat bacaan humor di internet yang saya kutipkan di bawah ini. Kalau tidak ngakak, sah-sah saja mungkin anda malu karena humor berikut sebenarnya masuk kategori jorok bin parno, hehe…..

Kutipan :

A secretary got an expensive PEN as birthday gift from her boss.
She sent her boss a ‘Thank You’ via SMS. The wife read the text and angrily shows her husband the message:
Your penis wonderful, I enjoyed using it last night. Thanks

Apa yang salah dalam kutipan itu. Pesan wajar yang berupa ucapan terima kasih tapi jelas dapat menjadi berarti yang sangat berbeda karena kesalahan ketik. Dalam kasus di atas yang terjadi adalah kesalahan pengetikan akibat kurang menulis satu spasi saja. Tentunya kesalahan pengetikan tidak hanya terlupa mengetikkan soal spasi saja, masih banyak kesalahan yang umum dilakukan orang saat menulis pesan baik menggunakan perangkat komunikasi maupun juga saat mengetik satu dokumen.

Soal tata cara menulis itu sebenarnya tidak hanya soal spasi, masih banyak yang lain. Faktor lainnya adalah ketepatan huruf atau ejaan, struktur kalimat, istilah, tanda bacaan dan lain-lain. Kalau kesalahan ketik sering disebut dengan istilah kesalahan typo atau kesalahan ejaan (spelling), sedangkan kesalahan penulisan yang terkait dengan struktur kalimat lebih sering disebut sebagai kesalahan tata bahasa (grammar).

Saat ini telah tersedia perangkat lunak yang mendukung mengurangi tingkat kesalahan penuiisan baik kesalahan spelling atau grammar. Misal jika kita menggunakan aplikasi Microsoft Word, maka aplikasi pengecekan dan koreksi tulisan pun tersedia dalam aplikasi ini. Pengguna dapat mengaktifkan fasilitas tersebut meskipun tidak tersedia memuaskan untuk keseluruhan bahasa, namun hal ini sudah cukup membantu.

Please check spelling !

Please check spelling !



Ada fasilitas Undo-nya gak nih....

Ada fasilitas Undo-nya gak nih….


Untuk mengatasi soal ini tentunya menulis atau mengetik selalu dengan rapi dan benar. Setelah selesai menyelesaikan satu naskah anggap saja itu sebagai draft dan lakukan pengecekan kembali dengan membaca ulang. Jika perlu koreksi beberapa bagian yang memuat kesalahan dan susun lagi untuk menyempurnakan bagian yang mungkin tidak jelas atau bisa menimbulkan persepsi yang keliru.

Untuk skripsi atau tesis diperlukan juga peran pembimbing untuk membaca kembali naskah tulisan sehingga diperoleh tulisan yang berkualitas. Saya sudah sering membaca draft naskah skripsi atau tesis mahasiswa. Kadang memang ada tulisan dari mahasiswa yang sudah cukup baik namun juga masih ada juga yang disampaikan masih berupa tulisan yang banyak mengandung kesalahan. Kalau tulisan skripsi yang sedikit mengandung kesalahan ketik atau ejaan maka pembimbing dapat langsung masuk ke bagian isi untuk menambah kualitas tulisan tersebut. Akan tetapi jika naskah tulisan yang banyak mengandung kesalahan maka pembimbing akan merasa malas dulu untuk membaca isi yang akan disampaikan. Hal ini karena tentu pertama kali terlihat adalah banyaknya kesalahan-kesalahan tersebut.  Mahasiswa yang melakukannya jangan harap dapat pengembalian naskah dari pembimbing, bahkan mungkin dosen akan tidak memprioritaskannya.  Oleh karena itu mahasiswa jika ingin dapat pengembalian koreksian naskah  dengan cepat maka hendaknya kesalahan kecil seperti kesalahan ketik diminimalkan dulu sebelum diserahkan ke pembimbing. Mahasiswa dapat membaca kembali skripsi itu secara keseluruhan dan mencari rekan untuk membaca terlebih dahulu. Setelah itu naskah dapat diperbaiki kembali dan baru diserahkan untuk bimbingan dengan dosen.

Untuk naskah buku atau artikel biasanya ada peran editor yang membantu juga soal pengecekan kesalahan dan perbaikan tulisan ini sehingga layak dibaca oleh kalangan umum. Dalam hal ini sudah berlaku prosedur yang bersifat secara keprofesionalan. Bagi penulis yang berharap naskahnya dimuat dan mendapat honor penulisan tentunya harus mengirimkan naskah yang benar-benar berkualitas dan bebas dari kesalahan-kesalahan ketik. Jadi editor dapat langsung membaca isinya dengan cepat. Untuk naskah yang masih banyak kesalahan tentunya editor akan langsung menyisihkan naskah tersebut. Bagi penulis tulisan ilmiah tentunya juga berlaku hal yang sama. Editor akan langsung menyisihkan dan menolak naskah yang banyak mengandung kesalahan dalam tulisannya tersebut.

Kalau tulisan saya di blog ini, sering saya posting langsung hasil ketikkan di WordPress. Seringkali memang saya ketik terlebih dahulu menggunakan Microsoft Word baru saya copy-paste-kan ke Worpress. Tentu saja jelas aka nada kesalahan ketik maupun kesalahan bahasa yang dihasilkan. Terlebih tidak ada editor yang berperan untuk mengoreksi tulisan-tulisan saya ini. Jadi pembaca diharap maklum soal ini dan silakan saja kirim komentar untuk memperbaiki tulisan-tulisan saya ini.

Semoga bermanfaat.

Bonus :
Khusus bagi yang sudah 17 tahun ke atas :
salah ketik di soal ujiansalah ketik di koran

2 responses »

  1. Arie Pudjiarso mengatakan:

    Lucu, kalau bacanya nggak teliti parah itu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s