Bahan kimia memiliki sifat sangat bervariasi sekali. Banayak bahan memiliki kegunaan untuk dimanfaatkan manusia, tetapi secara alamiah bahan tersebut sebagian besar memiliki risiko bahaya. Bahaya ini dapat sebagai bahaya terhadap kesehatan, bahaya untuk terbakar, bahaya terhadap stabilitas bahan tersebut, bahaya terhadap lingkungan, bahaya radiasi ataupun bahaya lainnya. Bahaya bahan kimia dapat muncul karena sifat bahan yang memang memiliki potensi untuk menimbulkan efek merugikan itu. Dalam jumlah kecil mungkin ada bahan yang tidak berpotensi bahaya namun sering juga dalam jumlah kecil sudah menimbulkan bahaya. Informasi bahaya bahan kimia dapat diketahui dari informasi yang tertera pada label bahan atau dari dokumen material safety data sheet (MSDS).

Dalam prakteknya pengelolaan bahan kimia harus dikontrol secara baik mulai dari saat bahan kimia diproduksi, disimpan, dipindahkan, digunakan maupun saat dibuang. Proses pemindahan bahan kimia dilakukan dengan menggunakan sistem pelabelan dan penyimpanan bahan secara benar dan aman. Terlebih apabila dilakukan dalam jumlah yang cukup besar. Untuk bahan kimia untuk keperluan industri maka dilakukan harus memenuhi standar pengamanan yang baik. Dengan demikian maka risiko terjadinya kecelakaan akibat situasi yang tidak diinginkan saat transportasi bahan kimia dapat dihindari.

Bahan kimia berbentuk padatan umumnya dilakukan dalam wadah kemasan tong dengan bahan yang menyesuaikan seperti tong plastik atau drum yang disegel khusus. Untuk bahan cairan umumnya menggunakan botol atau jerigen yang kuat. Khusus untuk bahan cairan dapat juga diangkut dalam jumlah besar menggunakan sarana lain. Sebagai contoh bahan bakar minyak dapat diangkut menggunakan tangki yang diangkut dengan truk atau kereta api, selain itu bahkan ada juga yang diangkut dengan menggunakan kapal tanker khusus. Truk tangki juga ada yang digunakan untuk mengangkut bahan bakar gas atau pun bahan kimia cair lain.

Truk tangki pembawa nitrogen.

Truk tangki pembawa nitrogen.



Truk tangki BBM dari Pertamina

Truk tangki BBM dari Pertamina


Truk tangki elpiji dari Pertamina

Truk tangki elpiji dari Pertamina


Mengingat soal bahaya dari bahan kimia yang diangkutnya tentu saja harus ada standar operasional yang harus ditaati. Mulai dari jenis dan perawatan truk tangki itu sendiri, kemudian pengemudi yang membawa truk tangki tersebut. Saat truk tangki dijalankan pun akan bercampur dengan menggunakan jalan raya umum dengan demikian pengemudi harus berhati-hati. Truk tangki yang memuat bahan kimia harus memasang informasi jenis bahan kimia yang dibawa. Biasanya tulisan nama bahan ini dituliskan dalam tabung tangki ini secara jelas baik di bagian samping ataupun di bagian belakang. Untuk beberapa bahan kimia secara khusus, truk tangki dilengkapi dengan lampu isyarat khusus yang harus diaktifkan saat mengangkutnya.

Pengemudi truk tangki yang memuat bahan kimia seperti ini tentunya tidak boleh mengemudikan secara ugal-ugalan untuk menghindari kecelakaan. Kemudian dengan pemasangan informasi bahan dan pengaktifan lampu isyarat khusus, tentunya pengguna jalan lainnya harus tahu dan ikut berhati-hati dalam hal ini. Seperti halnya kendaraan khusus seperti ambulan atau kendaraan pejabat tinggi yang memerlukan prioritas di jalan, truk tangki seperti ini meskipun tidak memerlukan prioritas namun hendaknya dapat dipahami untuk diberikan keleluasaan. Dengan demikian risiko terjadinya kecelakaan dapat dihindari.

Kecelakaan pada truk tangki yang membawa bahan kimia dapat menimbulkan kerugian baik material maupun korban jiwa. Kalau pada kecelakaan biasa mungkin hanya menimbulkan akibat fisik saja akibat bertumbukan misalkan ringsek atau luka. Namun untuk kecelakaan truk tangki yang berisikan bahan kimia dapat menimbulkan akibat tambahan.

Untuk truk tangki yang berisikan bahan bakar dan kemudian mengalami  kecelakaan maka akan dapat menimbulkan kebakaran hebat. Misalkan truk terguling kemudian terjadi kebocoran muatan minyak dan menghasilkan gesekan pada aspal yang akan menyulut timbulnya kebakaran. Contoh dari kecelakaan truk tangki yang berisikan bahan bakar ini misal adalah pada tahun 1991, kecelakaan truk tangki yang terguling tepat di atas jembatan kali Krasak di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Api segera menyulut besar dan mengakibatkan struktur jembatan membara sehingga membuat jembatan ambruk.

Truk elpiji mengalami kecelakaan.

Truk elpiji mengalami kecelakaan.


Kecelakaan truk tangki BBM yang terbalik.

Kecelakaan truk tangki BBM yang terbalik.


Truk tangki mengalami musibah terbakar hebat.

Truk tangki mengalami musibah terbakar hebat.


Kecelakaan truk tangki yang berisikan bahan bakar kimia berbahaya yang lain pun pernah terjadi. Bulan oktober tahun 2012 lalu, terjadi kecelakaan truk tangki bermuatan bahan kimia 17 ton asam sulfat yang menabrak median jalan di daerah Raci Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Meskipun saat kejadian tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.Namun akibat kecelakaan tersebut, jalur Surabaya-Probolinggo mengalami kemacetan panjang. Badan truk tersebut naik keatas median dan menumpahkan muatan bahan kimianya.Tumpahan bahan kimia ini meluber hingga ke badan jalan. Asam sulfat adalah jenis asam kuat yang sangat berbahaya dan korosif, sangat berbahaya apabila sampai terkena kulit manusia karena dapat menyebabkan melepuh.
truk-kimia-3-dari detik-com

truk-kimia-2-dari detik-com

Kecelakaan truk tangki asam sulfat.

Kecelakaan truk tangki asam sulfat.


Dalam kejadian kecelakaan-kecelakaan tersebut ternyata sering terjadi karena faktor human error. Sebagai contoh untuk kasus terakhir itu penyebab kecelakaan adalah karena tiba-tiba ada tiga orang yang menyeberang jalan tanpa mengindahkan keberadaan truk tangki yang sedang melintas. Pengemudi mengakui kalau sebelumnya sudah membawa kendaraan ini melaju dengan kecepatan normal. Akibat kecelakaan itu, 17 ton muatan asam sulfat menjadi ancaman bagi orang-orang dan lingkungan sekitar di lokasi tersebut.

Upaya menghindari terjadinya kecelakaan pada truk tangki berisikan bahan kimia berbahaya memang sangat utama tergantung dari pengemudi truk tangki. Yang bersangkutan harus selalu dalam keadaan sehat dan dalam kondisi fit untuk membawa kendaraan tersebut. Saat mengemudi harus memenuhi batasan kecepatan maksimum dan berhati-hati. Pengemudi tidak boleh merokok, makan, menggunakan handphone ataupun aktivitas lain yang dapat mengurangi kewaspadaan selama mengemudi. Perawatan mesin dan kondisi kendaraan pun harus dijaga baik mesin, ban, rem dan lain-lain, termasuk juga tidak boleh dilupakan adalah kondisi tangki bahan kimia itu sendiri.

Dengan demikian kecelakaan dapat dicegah seminimal mungkin dengan mengurangi risiko teknis dan faktor pengemudi.

Iklan

2 responses »

  1. samsul arifin berkata:

    saya sangat menyukai sekali beritanya.akan tetapi adakah refrensi lain yang menginformasikan tentang standart operasional beserta tata cara perawatan dan penanganan kendaraan angkut asam sulfat.mengingat karena saya bekerja dibidañg tersebut dan saya sàdar bahwa masih banyak yang perlu dipelajari mengenai kendaraan dan operasionalnya..atas saran dan informasinya saya ucapkan banyak terimakasih dan semoga kedepanya akan semakin baik lagi..
    Salam hormat saya
    Samsul arifin.

    • Iqmal berkata:

      untuk saran teknis saya tidak ada bahannya pak…. saya tahu dari dephub dan KLH sudah ada regulasi terkait transportasi B3 ini…. nanti kalau ada bahan yang lebih teknis saya informasikan kembali….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s