Orang antre itu dilakukan untuk menunggu giliran dalam melakukan sesuatu. Aktivitas antre dilakukan saat orang banyak melakukan hal yang sama. Untuk menghindari kesemrawutan maka dibuatlah sistem antre sehingga aktivitas dapat dilakukan secara lancar. Orang dapat antre satu per satu secara berturutan sesuai dengan kedatangan mereka. Jadi berlaku sistem first in – first out dan last in-last out. Biasanya antre dilakukan untuk kegiatan pembelian di kasir, pembayaran di loket-loket, transaksi di bank atau counter, pintu masuk gerbang atau ruangan, pembagian paket bantuan/sumbangan dan lain sebagainya.

Dulunya memang orang cenderung datang terus berdesakan untuk minta dilayani pertama kali, tidak peduli sudah ada yang duluan atau belum. Akibatnya tentu akan terjadi suasana yang tidak menyenangkan, khususnya ketidakadilan bagi yang datang awal-awal. Situasi seperti ini mungkin saja malah akan dapat berakibat  kekacauan, bahkan di beberapa kasus sampai memakan korban. Untuk menjaga ketertiban urutan pelayanan ini maka dibuatlah sistem antre.

Dalam melakukan antre, sistem yang paling umum adalah orang berdiri berbaris rapi satu per satu. Orang yang berada di depan sendiri akan memiliki jatah untuk mendapatkan layanan terlebih dahulu dan kemudian disusul dengan orang-orang yang berada di belakangnya. Barisan ini akan maju perlahan sehingga orang yang berada di belakang akan dapat maju pada gilirannya di depan sendiri.

Sistem antre dengan cara berdiri ini kemudian diganti dengan model penomoran. Orang yang datang pertama akan mendapat nomor awal dan diikuti nomor berikutnya untuk yang datang kemudian. Orang ini dapat menunggu giliran dengan jalan duduk di tempat yang telah disediakan dan tidak perlu harus berbaris. Selanjutnya akan ada petugas atau mesin yang menginformasikan nomor urutan untuk diundang mendapatkan gilirannya. Dengan jalan menunggu sambil duduk maka pelaksanaan antre menjadi lebih nyaman dan tidak membuat lelah orang yang melakukannya.

Antre sambil duduk berderet di kantor Telkom Yogyakarta

Antre sambil duduk berderet di kantor Telkom Yogyakarta



Soal antre dengan duduk ini, saya belum lama ini mendapatkan pengalaman yang lucu dan unik juga. Saya datang untuk melakukan pembayaran di loket Telkom di Kotabaru, Yogyakarta. Biasanya sih cukup cepat, namun pada hari-hari tertentu banyak orang yang datang sehingga harus antre. Di tempat pembayaran sudah disediakan kursi tunggu untuk para pembayar. Akan tetapi di sini tidak disediakan sistem penomoran tetapi harus antre mirip sistem berbaris. Hanya saja di sini para pengantre bukan berbaris tapi duduk di deretan kursi yang telah disediakan. Tadinya terasa biasa, namun dipikir-pikir semakin lama malah merepotkan.

Dengan sistem antre duduk ini, orang yang mendapatkan giliran pertama adalah yang di bagian ujung. Setelah orang tersebut berdiri maka kursi yang tadi ditempatinya menjadi kosong, dengan demikian pengantre berikutnya harus geser ke kursi di ujung tadi. Demikian juga orang-orang di giliran berikutnya. Geser-menggeser posisi tempat duduk ini akan berlangsung terus-menerus. Dalam menggeser ini tidak sekedar menggeser pantat saja, namun harus berdiri dan melangkah ke samping. Jadi dengan adanya kursi yang harusnya memberi kenyamanan orang untuk duduk menunggu malah akan membuat ketidaknyamanan.

Harus berdiri dan geser ke kursi sebelahnya supaya dapat maju giliran berikutnya.

Harus berdiri dan geser ke kursi sebelahnya supaya dapat maju giliran berikutnya.


Saya tadinya ingin antre dengan berdiri saja. Tapi tentu saja saya akan melawan sistem antrean yang sudah berjalan, dan mungkin saja malah saya tidak akan mendapatkan giliran. Akhirnya memang harus ikut antrean model duduk ini. Jadi ya duduk, habis itu berdiri dan berjalan 1-2 langkah, duduk lagi. Kemudian berulang lagi, berulang lagi. Pokoknya menjengkelkan juga.

Kalau dipikir memang aneh juga karena layanan kantor BUMN yang top kok ya masih kayak gini. Memang ada alternatif layanan pembayaran online di tempat lain atau lewat bank. Tapi ya tentu saja, nasabah yang memilih membayar layanan di kantornya sendiri terus diabaikan.

Mau mencoba antre model duduk ? Datang saja ke kantor di utara Stadion Kridosono ini, khususnya pada tanggal-tanggal mendekati tanggal 20 tiap bulannya. Parkir kendaraan di situ gratis kok, asal masuk di bagian halaman kantor lho….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s