Untuk kegiatan yang terkait travelling di alam bebas sekarang sudah menjadi tren sendiri bagi banyak kalangan. Untuk kegiatan yang khusus terkait aktivitas di alam bebas meliputi pendakian gunung, panjat tebing, jelajah gua, susur sungai, diving bawah air atau sekedar snorkling dan lain sebagainya, sudah jamak banyak dilakukan kalangan-kalangan yang mengklaim sebagai pecinta alam.

Aktivitas pecinta alam ini umumnya dilakukan per kelompok kecil atau bahkan melalui organisasi khusus. Di tingkat universitas biasanya ada organisasi kelompok mahasiswa pecinta alam, yang tergabung dengan nama seperti Mapala. Hampir pada tiap universitas memiliki unit organisasi mapala ini, yang didirikan untuk mendidik anggotanya memiliki dasar-dasar keterampilan dalam melakukan aktivitas di alam tersebut.

Untuk bergabung dengan unit-unit organisasi ini diperlukan partisipasi dari pesertanya. Kepada mereka akan dilakukan pendidikan dasar dan pendidikan lanjut yang terkait dengan berbagai keterampilan mulai dari sikap, pengenalan alam, keterampilan survival dan lain sebagainya. Tujuannya tentu saja adalah untuk memberikan bekal peserta sehingga dapat beraktivitas di alam dengan baik dengan memenuhi aspek keselamatan, dan yang penting juga sebenarnya tetap dapat memberikan kepuasan selama beraktivitas.

Saya sendiri untuk urusan naik gunung, hanya punya pengalaman pribadi tanpa ikut organisasi mapala. Kecuali untuk kegiatan diving yang memang memerlukan pendidikan khusus. Dengan belajar pada teman seperjalanan yang banyak memberi pengetahuan baru, maka saya belajar hal-hal baru. Mungkin banyak kekurangan teknis, namun sudah dapat memberi bekal minimal untuk tetap beraktivitas yang memenuhi unsur keselamatan dan yang penting saya tetap menikmati beberapa aktivitas yang dilakukan.

Soal urusan aktivitas yang terkait kecintaan alam ini sebenarnya banyak prinsip yang harus dijaga, utamanya adalah terkait pelestarian alam itu sendiri. Akan tetapi di luar itu juga ada masalah keselamatan diri sendiri. Kalau soal pelestarian lingkungan itu ada prinsip yang biasa ditularkan dan sudah menjadi motto tersendiri yang harus dikenal oleh pecinta lingkungan.

Motto pecinta alam itu adalah :

  • ” JANGAN MEMBUNUH SESUATU KECUALI WAKTU “
  • ” JANGAN MENGAMBIL SESUATU KECUALI GAMBAR “
  • ” JANGAN MENINGGALKAN SESUATU KECUALI JEJAK “

Dalam bentuk gambar motto tersebut juga nampak pada gambar-gambar berikut yang saya ambil dari internet (dari beberapa sumber) seperti dua gambar berikut :

motto-pecinta-alam

motto-pecinta-alam2

Tapiiiii…………….
Baru-baru ini kok ada diksar mapala yang cukup tragis….
Kejadian diksar yang tujuannya adalah untuk memberi bekal kecintaan alam ternyata melenceng jauh….
Diksar yang seharusnya mengenalkan salah satunya adalah motto JANGAN MEMBUNUH SESUATU KECUALI WAKTU, justru oleh oknum instrukturnya yang salah memahami motto tersebut…. tidak ada unsur keselamatan, tidak ada unsur rekreasi lagi….

Ikut prihatin atas kasus tersebut. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Masih banyak unit dan pengurus organisasi pecinta alam yang tetap berdedikasi, semoga tidak terulang….

PS. Untuk kode etik dan motto pecinta alam yang lebih lengkap dapat dibaca di link ini dan link ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s